Catat, 5 Wisata Gratis di Manado

Tag

, , , , , , , , , ,

Jembatan Seokarno menjadi ikon baru Kota Manado. / Foto: Liny Tambajong.

Jembatan Seokarno menjadi ikon baru Kota Manado. / Foto: Liny Tambajong.

Jika Anda sedang berada di Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, berbagai destinasi wisata tersedia untuk didatangi. Sebut saja pulau Bunaken dengan keindahan taman lautnya yang tersohor seantero dunia itu. Juga puluhan destinasi bahari lainnya di sekitar Manado juga sangat layak dikunjungi.

Tetapi untuk ke lokasi-lokasi itu, tentu dibutuhkan persiapan yang matang dan juga biaya yang tidak sedikit, terutama menyewa transportasi laut. Nah, bagi Anda yang berkantung pas-pasan, ada beberapa lokasi wisata di Manado yang tidak dipungut bayaran untuk masuk alias gratis dan tergolong mudah untuk didatangi. Berikut daftarnya.

Baca lebih lanjut

Gambar

Foto Makam Raja-raja Siau

Tag

, , , , , , , ,

Di pulau Siau terdapat banyak jejak sejarah berupa benda-benda cagar budaya, termasuk makam Raja-raja Siau yang hingga kini masih bisa dibilang baik. Beberapa di antaranya telah dipugar dan diperbaiki, tetapi banyak pula yang masih dibiarkan sebagaimana adanya.

Terlepas dari komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan jejak sejarah yang tersimpan dari makam para raja tersebut, berikut saya publish beberapa foto makam Raja-raja Siau yang terdapat di Ulu. Pejelasan detilnya nanti menyusul kemudian.

RAB-Makam-Raja-Siau-1 Baca lebih lanjut

Nikmatnya Menyeruput Kopi Di Air Terjun Berhadapan Ampadoap di Talaud

Tag

, , , , , , , , ,

Air-Terjun-Ampadoap-2Air terjun yang ada di Beo, Kabupaten Kepualauan Talaud, Sulawesi Utara ini memang tidak terlalu tinggi. Namun air terjun Ampadoap, demikian warga di sana menamakannya memiliki keunikan tersendiri. Di lokasi perbukitan itu terdapat air terjun yang saling berhadapan.

Kedua air terjun itu jatuh dari antara bebatuan dan aliran air keduanya bertemu di satu titik lalu mengalir bersama menuruni anak sungai. Satu air terjun lumayan besar dengan lebar sekitar 20 meter dan satunya lagi lebih kecil yang tepat berada di depan air terjun yang besar itu.

Tak sulit untuk mencapai lokasi air terjun Ampadoap dari Beo. Cukup berkendara sekitar 15 menit ke arah perbukitan yang masih ditumbuhi berbagai pohon lebat dan tanaman pohon kelapa milik warga. Jika menggunakan mobil, kenderaan bisa diparkir di tepi jalan raya dan berjalan kaki sekitar satu kilometer. Namun jika menggunakan kenderaan sepeda motor, bisa terus hingga di depan tangga dari kayu untuk turun ke sungainya.

Baca lebih lanjut

Menelusuri Goa Weta Sepanjang 400 Meter di “Bumi Porodisa”

Tag

, , , , , , , , , ,

Salah satu pintu masuk Goa Weta

Salah satu pintu masuk Goa Weta

Talaud adalah bumi Porodisa. Sebuah surga kata orang, tempat bersemayam banyak hikayat dan kearifan lokal yang masih terjaga. Sebuah bentang alam dari kumpulan pulau-pulau paling ujung Utara Indonesia. Kabupaten ini adalah penegas batas negara Indonesia dengan Filipina, yang terpisah oleh lautan dan menjadikannya kabupaten bahari, lengkap dengan pengaruh budaya maritimnya.

Pulau Karakelang adalah pulau terbesar di Talaud, yang sekaligus menjadi pusat pemerintahan di Melonguane, ibukota Talaud. Menjelajah ke pulau ini adalah sebuah petualangan yang diwarnai decak kagum keindahan alam yang masih masih sangat alami. Di sana-sani sajian panoramanya adalah soal kejernihan air laut, langit biru yang bersih dan hijau daun yang subur.

Bertandanglah ke Beo, sekitar 25 kilometer dari Melonguane melalui jalan darat, sajian panorama keindahan pantai tak akan habis-habisnya. Deburan ombak yang memecah di pasir putih, karang dan akar bakau adalah nyanyian pengiring perjalanan. Lewati pasir panjang Tambio’e dan mari jelajahi hutan menuju sebuah goa, tak jauh dari Beo, sekitar 15 menit berkendara ke arah Rainis.
Baca lebih lanjut

Mari Jelajahi Pantai Berpasir Lembut Sepanjang 12 KM Nan Eksotis di Pulau Karakelang

Tag

, , , , , , , , , , , ,

Bersepeda motor menyusuri pantai sepanjang 12 KM.

Bersepeda motor menyusuri pantai sepanjang 12 KM.

Pulau Karakelang merupakan pulau terbesar yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Di pulau ini pula terletak ibukota Talaud, Melonguane yang menjadi pusat pemerintahan kabupaten paling Utara di Indonesia tersebut.

Akses menuju Karakelang dapat ditempuh dengan dua moda transportasi, yakni menggunakan kapal laut dengan waktu tempuh sekitar 14 jam dari Pelabuhan Manado, atau dengan menggunakan penerbangan yang tersedia dua kali setiap hari dengan waktu tempuh sekitar satu jam dari Bandara International Sam Ratulangi Manado.

Di Melonguane tersedia beberapa penginapan dengan tarif yang bervariatif mulai dari Rp110.000 hingga Rp350.000 per malam. Carilah penginapan yang berdekatan dengan Pelabuhan Melonguane dan anda bisa menikmati kejernihan air laut di sekitar pelabuhan. Saking jernih dan bersih, ikan-ikan yang berenang di air pun terlihat dari atas dermaga Melonguane. Jangan lupa abadikan kesibukan perahu-perahu motor yang menyeberangkan warga ke pulau Salibabu dan pulau-pulau kecil lainnya.

Pulau Karakelang menyimpan sejumlah destinasi wisata yang sungguh mempesona, walau harus diakui berbagai potensi wisata tersebut belumlah dikelola secara maksimal oleh pemerintah setempat. Mencari lokasi wisata pantai nan eksotis dengan hamparan pasir putihnya serta lansekap yang mempesona, tersedia cukup banyak di Karakelang.

Baca lebih lanjut

Walau Berlantai Tanah Berdinding Bambu Beratap Rumbia, Mereka Tetap Semangat Sekolah

Tag

, , , , , , , ,

Sebuah ironi dari bumi Porodisa, Talaud

Noldy Lumangkiba, sedang mengajar siswanya di SMA Udamakatraya, desa Bannada, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud.

Noldy Lumangkiba, sedang mengajar siswanya di SMA Udamakatraya, desa Bannada, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud.

Tak mudah mencapai desa Bannada, sebuah desa yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Gemeh, Kabupaten Kepulauan Talaud yang merupakan kabupaten paling Utara dan berbatasan dengan Filipina. Akses jalan yang sulit dan masih jauh dari layak sebagai sarana transportasi umum membuat desa ini seperti terisolasi dari pembangunan. Setidaknya dibutuhkan perjalanan sekitar lima jam dari Melonguane ibukota Talaud.

Beberapa sarana umum memang sudah disediakan pemerintah termasuk sekolah dasar dan sekolah menengah (SMP), tapi tidak dengan sekolah menengah lanjutan atas (SLTA). Para siswa yang lulus dari SMP hanya punya pilihan melanjutkan ke Sekolah Menengah Kejuruan di Gemeh yang aksesnya juga susah, dan jika ingin ke SLTA harus ke kecamatan lain.

Melihat kondisi ini, beberapa warga yang prihatin dan dibantu oleh sebuah yayasan kemudian berinisiatif mendirikan SMA Udamakatraya di Bannada. “Sekolah ini didirikan pada tahun 2012, dananya dari kami secara swadaya warga desa,” ujar Ketua Pembangunan Sekolah Zakarias Potoboda, Kamis (9/7/2015) lalu.

Baca lebih lanjut

Manumpitaeng, Mengintip Burung Gosong Bertelur di Pulau Perawan

Tag

, , , , , , , , , ,

Manumpitaeng-1Kawasan Nusa Utara, yang melingkupi tiga kabupaten di ujung Utara provinsi Sulawesi Utara (Sulut) seakan menyimpan surga tersembunyi. Ketiga kabupaten itu adalah Kabupaten Kepulauan Talaud yang berada paling utara dan berbatasan dengan Filipina, Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berada di tengah dan Kabupaten Kepulauan Sitaro yang paling dekat dengan Manado, ibu kota Sulut.

Ketiga kabupaten tersebut merupakan kabupaten bahari karena potensi kebaharian yang dimilikinya. Dengan posisi itu, ketiga kabupaten ini punya sederet destinasi wisata bahari, yang sayang memang belum dikelola secara maksimal, termasuk yang ada di Kabupaten Sitaro.

Sitaro sebenarnya punya keunggulan dilihat dari jaraknya yang dekat dengan Manado, hanya butuh sekitar 4 jam perjalanan dengan kapal cepat untuk mencapai pulau Siau sebagai pusat pemerintahan Sitaro, dan hanya butuh sekitar 2 jam untuk mencapai pulau Tagulandang yang tidak kalah eksotis.

Baca lebih lanjut

Pantai Paal, diantara Keramaian dan Tukik

Tag

, , , , , , , , ,

Beberapa ekor anak penyu sedang berusaha mencapai air laut di Pantai Paal.

Beberapa ekor anak penyu sedang berusaha mencapai air laut di Pantai Paal.

Pantai Paal di Desa Marinsow, Likupang Timur, Minahasa Utara sejak beberapa bulan terakhir dijejali ratusan pengunjung yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi Utara. Pasir putihnya yang halus, serta gradasi air laut yang mempesona mampu memikat warga untuk berbondong-bondong menyerbu pantai itu.

Warga di Marinsow yang bertugas menjaga Pantai Paal, bahkan mengakui bahwa pada akhir pekan atau hari libur, Pantai Paal bisa didatangi hingga sekitar 5.000 orang. Padahal, dulunya Pantai Paal sepi, dan hanya ada aktivitas warga di sekitar Marinsow. Semua berawal saat pengguna jejaring sosial mulai mengunggah foto keindahan Pantai Paal. Sejak itulah, pantai ini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Sulut.

Warga di Marinsow mengaku senang dengan ramainya pengunjung, sebab bagi mereka kini ada sumber penghasilan tambahan dari berbagai jasa yang ditawarkan kepada pengunjung. Salah satunya adalah mendirikan warung untuk menjajakan berbagai makanan dan minuman. Baca lebih lanjut

Menjadi Feature Tamu di Yaki Magz

Tag

, , , , , , , ,

YAKI MAGZ ED 2Beberapa bulan lalu, saya dihubungi oleh staf dari Yayasan Selamatkan Yaki, sebuah yayasan yang bekerja untuk memberikan pendidikan konservasi Yaki di Sulawesi Utara.

Mereka menanyakan beberapa hal sebagai bahan untuk majalah terbitan mereka YAKI MAGZ edisi kedua. Majalah itu diterbitkan seiring dengan event Yaki Youth Camp yang mereka selenggarakan saban tahun.

Yaki Youth Camp 2015 ini diselenggarakan di kompleks museum Pa’Dior, Yayasan Institut Seni Budaya Sulawesi Utara di Tompaso, Minahasa, yang diikuti oleh 18 siswa yang merupakan perwakilan berbagai sekolah SMA sederajat di Minahasa. Saya juga diminta untuk menjadi salah satu pembicara dalam Camp tersebut. Pada kesempatan itu saya membagi pengalaman bagaimana kegiatan fotografi bisa memberikan kontribusi bagi konservasi.

Tentu saya merasa senang bisa berbagi pengalaman dengan anak-anak yang merupakan masa depan kita itu, dan berharap dapat menumbuhkan kecintaan akan kelestarian lingkungan serta satwa endimik dan dilindungi di Sulawesi Utara.

Berikut screen capture dari halaman 41 Yaki Magz, dimana hasil wawancara tim dari Yaki Magz dengan saya.

HAL-14

Cerita mengenai Yaki Youth Camp itu sendiri dapat dibaca di Yaki Youth Camp Angkatan Ke-II ini.

Mari Menikmati Pasir Putih Tambio’e Sambil Menunggu “Sunset”

Tag

, , , , , , ,

Pantai-Tambioe-1Pasir putih itu memanjang ratusan meter, seolah memasrahkan diri diempas buih-buih ombak kecil yang datang dari lautan bebas. Orang lokal menyebut pantai itu dengan nama Tambio’e. Sebuah pantai indah di tepi jalan Beo, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara.

Inilah salah satu pantai yang mempesona di Pulau Karakelang, pulau terbesar di Talaud, kabupaten perbatasan yang ada di ujung Utara Sulawesi. Talaud menjadi garda terdepan NKRI yang berhadapan langsung dengan negara Filipina. Beberapa pulaunya, seperti Intata, Marore, Marampit bahkan menjadi patokan tapal batas Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) perairan Indonesia dengan negara lain.

Di Tambio’e anda dapat merasakan lembutnya pasir putih yang eksotis, tanpa gangguan yang berarti. Embusan angin dari lautan Pasifik menambah suasana romantis. Ajaklah para bocah yang rajin datang ke pantai itu untuk bermain bola. Dengan senang hati mereka akan meladeni anda. Jika merasa capai, tunggulah para nelayan merapatkan perahu mereka ke pantai dan belilah beberapa ekor ikan yang baru saja ditangkap.
Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 282 pengikut lainnya.