Tren Fotografi di Mata Arbain Rambey

Tag

, , , , , , ,

Taufan Wijaya seorang Vloger berhasil mewawancarai Arbain Rambey, fotografer senior Indonesia. Arbain mengulas mengenai tren fotografi yang menurutnya selalu mengikuti perkembangan dari masa ke masa.

Simak selengkapnya pandangan Arbain dalam vlog karya Taufan Wijaya ini.

 

Jika ke Tomohon, Mampirlah di Wihara dan Pagoda yang Indah Ini

Tag

, , , , , , ,

PAGODA-TOMOHON

Walau Kota Tomohon, Sulawesi Utara didominasi oleh penganut agama Kristen, namun kota yang menjunjung tinggi pluralisme ini terdapat wihara yang sangat indah.

Letaknya di Kelurahan Kakaskasen II, Kecamatan Tomohon Utara. Namanya Vihara Buddhayana. Selain sebagai tempat ibadah umat Buddha, wihara ini menjadi salah satu destinasi wisata di Tomohon.

Letak Vihara Buddhayana begitu strategis. Di hadapan wihara, pengunjung dapat menyaksikan pemandangan Gunung Lokon yang menjadi ikon Kota Tomohon.

Di sekeliling wihara hamparan hijau dan bunga-bunga menambah keindahan suasana. Selain suasana pemandangan dan hawa yang sejuk, wihara ini menawarkan keindahan arsitektur dari bangunannya. Baca lebih lanjut

Tak Pernah Sekolah, Lumpuh Sejak Lahir dan Tunawicara, Indah Justru Terbitkan Cerpen

Tag

, , , , , , ,

indah-disabilitas
Indah Tinumbia, seorang gadis di Kotamobagu, Sulawesi Utara, yang menderita lumpuh di kakinya dan juga penyandang tunawicara sedang tidur di kamarnya di Desa Tabang, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu, ketika disambangi, Jumat (17/2/2017).

Di kamar berukuran 3×4 meter itu, terdapat lemari pakaian, televisi dan sebuah rak yang berisikan puluhan buku cerita yang tertata dengan rapi.

Kamarnya yang terlihat apik menjadi saksi perjalanannya menyelesaikan sebuah buku cerpen.

Gadis yang mengenakan hijab ini lalu bercerita, dia bisa menjadi seperti sekarang ini karena ikut bergabung di komunitas Kelas Menulis Online (KMO). Rata-rata anggotanya adalah mahasiswa.

“Saya bisa menyelesaikan buku ‘Standing Because of Love’ ini karena mereka,” kata Indah terbata-bata. Baca lebih lanjut

10 Kuliner Halal yang Wajib Dicoba di Manado

Tag

, , , , , , , , , , , , ,

Manado kini berbenah dan semakin menarik wisatawan untuk mengunjunginya. Ambisi Pemerintah Sulawesi Utara untuk mendatangkan turis Tiongkok hingga 1 juta orang mampu membuat pariwisata di Manado dan sekitarnya bergeliat.

Tak afdol rasanya jika datang ke Manado hanya untuk menikmati alam, budaya dan kerahaman warganya tanpa mencicipi kuliner khasnya. Berikut  10 kuliner yang wajib Anda cicipi saat bertandang ke Manado. Tentu, makanan dalam daftar ini adalah kuliner halal.

1. Tinutuan

Ini yang pertama, masakan khas Manado yang sudah sangat tersohor. Tinutuan merupakan makanan yang dibuat dari campuran berbagai sayuran hijau, dimasak dengan bubur beras dan labu kuning. Sangat cocok disantap sebagai sarapan.

Kompas.com/Ronny Adolof Buol Kuliner khas Manado, Tinutuan atau dikenal juga dengan sebutan Bubur Manado.

Di hotel-hotel bintang 3 ke atas, biasanya tinutuan menjadi salah satu menu untuk breakfast. Di Manado ada pusat kuliner tinutuan. Datangilah wakeke, ada puluhan warung makan mulai dari yang sederhana sampai mewah menawarkan menu tinutuan.

BACA: Menikmati Manado dengan 4 “B” nya.

Baca lebih lanjut

Yayu, Pembuat Kue dan Batu Bata Ini Dirikan Pondok Baca Bagi Anak-Anak

Tag

, , , , , ,

yayu-1

Hujan yang turun sepanjang hari tak menyurutkan langkah anak-anak di Desa Tikela, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, mendatangi rumah Niramita Yayu (30).

Sekitar 20 anak berbagai usia itu bersemangat ingin mengisi waktu mereka di ruangan berukuran 2 meter x 4 meter yang disediakan Yayu.

Ruangan itu begitu sederhana, sama halnya dengan rumah yang ditempati Yayu dan keluarganya. Dindingnya terbuat dari seng bekas.

Ruang itu sejatinya bagian dari dapur dan sengaja digunakan oleh Yayu sebagai Pondok Membaca dan Menulis.

“Awalnya mereka sering datang membaca buku koleksi saya yang tak seberapa. Saya lalu berniat menyediakan mereka ruang baca dan belajar. Jadi saya sisihkan sebagian dapur saya,” ujar Yayu, Rabu (15/2/2017).

Yayu dan suaminya, Sami Mannopo, menyisihkan sebagian pendapatan mereka yang pas-pasan untuk membenahi sedikit ruang baca bagi anak-anak itu.

Baca lebih lanjut

BERBUAT

Tag

, , ,

tikela
#43~365

Nik, bocah berusia 3 tahun ini bersiap bergabung dengan sekitar 20 teman lainnya di bilik berukuran 2×4 meter yang disediakan Niramita Yayu (30). Yayu, yang anak slanker itu merelakan sebagian ruangan dapurnya bagi anak-anak di Tikela agar mereka bisa mengisi hari mereka dengan belajar. “Saya prihatin mereka sering bermain di got yang kotor, jadi saya sediakan ruangan dan peralatan belajar seadanya bagi mereka,” ujar Yayu.

Sehari-hari Yayu yang telah dikarunia 2 orang anak ini bekerja membuat kue. Dia juga ikut turun berjibaku membuat batu bata dengan suaminya. Hari-hari mereka kini ditambah dengan kesibukkan memberi pelajaran tambahan buat puluhan anak di sekitar lingkungan rumah mereka yang sangat sederhana itu. “Kalau ikut tergerak, jangan bawa kami uang, bawakan saja barang. Kami masih butuh karpet, kursi, meja dan lemari buku,” kata Yayu.

Nik lalu berbaur dengan teman-temannya, mereka dengan riang menggambar sambil melantai beralas tikar bekas.

Baca:

#pendidikan #inspirasi #jurnal_rb #motivasi

Berpeluh Asap Demi Cakalang Fufu

Tag

, , , , , ,

cakalang-fufu-01

Salma bersama suaminya Jefry sore itu berpeluh di antara asap yang dihasilkan dari pemanggangan di Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Ini adalah rutinitas yang telah mereka jalani selama lebih kurang 30 tahun terakhir.

Saban hari suami istri ini mengolah cakalang fufu. Penganan ini menjadi salah satu menu wajib yang dianjurkan untuk dicicipi kala bertualang di Sulut.

“Ini lagi fufu cakalang, besok subuh harus dibawa ke pasar, tiap hari begini dengan asap terus,” ujar Salma beberapa waktu lalu saat ditemui Kompas.com.

Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) atau tongkol putih memang hasil tangkap laut yang melimpah di Sulut yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan laut.

Masyarakat yang tinggal di pesisir pantai diuntungkan dengan hal itu karena menjadikan hasil laut sebagai salah satu mata pencarian. Belang berada di wilayah pesisir pantai sebelah selatan Minahasa. Ratusan perahu nelayan dan puluhan kapal ikan berbagai tipe terparkir di perairan Belang setiap hari. Baca lebih lanjut

TANDURUSA

Tag

, , ,

tandurusa
#42~365

Snapshoot bocah yang tak sempat saya tanyakan namanya ini diambil sehari setelah banjir bandang melanda Kelurahan Tandurusa, Aertembaga di Bitung.

Rumah bocah ini bersama ratusan rumah lainnya dimasuki air bercampur lumpur dan material pasir serta batu pada Minggu (12/2/2017) pagi. Beberapa rumah lainnya nyaris roboh. Warga pun mengungsi ke tempat yang aman.

Menurut laporan di seantero Bitung yang terdampak bencana, ada 1200 rumah rusak sedang ringin, 56 rusak berat dan pengungsi mencapai 5233 jiwa.

Selain Tandurusa, banjir bandang juga terjadi di Winenet dan Pateten. Sementara longsor terjadi di berbagai lokasi.

#bitung, #banjir, #jurnal_rb #snapshoot #bencana #flood #child #photojournalist

SUNSET~3

Tag

, ,

img_6070#46~365

Lama tak memotret cahaya warm saat matahari terbenam. Dalam beberapa hari ini saya akan upload foto-foto saat sunset dan sunrise di Manado.

Manado merupakan kota yang dikarunia pesisir pantai dengan pemandangan indah kala matahari terbenam. Tentu saat cuaca sedang cerah.

Foto diambil beberapa tahun lalu di kawasan Marina M-Walk.

#sunset #sunrise #sun #InstaTags4Likes #pretty #beautiful #red #orange #pink #sky #nature #clouds #horizon #photooftheday #instagood #primeshots #gorgeous #warm #view #night #sunrays #morning #silhouette #instasky #all_sunsets #jurnal_rb #manado #sunsetmanado

USAI

Tag

, , ,

_mg_9595
#41~365

Cap Go Meh selalu menjadi daya tarik saban tahun bagi warga Manado.
Cap Go Meh (Hokkien: 十五暝) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulanpertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.

Perayaan Cap Go Meh di Manado diadakan rutin setahun sekali. Pada Cap Go Meh, jalanan di sekitar daerah Kampung Cina (Pecinan) Manado akan ditutup. Arak-arakan kio yang dinaiki oleh tangsin (wadah roh suci) menjadi daya tarik utama. Prosesi arak-arakan biasanya berlangsung hingga malam sampai waktu kunci sembahyang. Setiap klenteng akan mengarakan dewa atau dewi tertentu berdasarkan klenteng masing-masing.

#capgomeh #tionghoa #imlek #jurnal_rb #manado