Kisah Pilu Mereka yang Dipecat karena Kusta (3)

Tag

, , , , , , , , ,

Felix, saat bercerita mengenai penyakit kusta yang pernah dideritanya.

TR, harus didampingi petugas kesehatan yang menangani penyakitnya saat sesi wawancara. Dia masih terlihat malu dan sedikit tertutup, namun mau berbagi cerita atas apa yang dialaminya.

Desember 2016, ibu rumah tangga dengan satu anak ini diberhentikan dari pekerjaannya. Padahal dia sudah bekerja di salah satu swalayan besar di Manado itu sejak 2011. Penyebabnya adalah karena dia didiagnosa penyakit kusta.

“Itu tanggal 14 Desember, saya disuruh istirahat (berhenti). Saya hanya menerima gaji seminggu saat diberhentikan,” ujar TR, Selasa (14/3/2017).

Perempuan berusia 27 tahun ini sendiri sebelumnya tidak tahu kalau dia punya gejala kusta. Pasalnya, bercak merah akibat serangan bakteri Mycobacterium leprae, penyebab kusta itu ada di bagian bokongnya. Tersembunyi sehingga tidak terlihat.

“Saya memang tidak terlalu memperhatikan, karena tersembunyi. Tapi bagian itu mulai terasa kaku,” jelas TR.
Baca lebih lanjut

Melawan Stigma Kusta, Jangan Kucilkan Mereka (2)

Tag

, , , , , , , ,

Zeth, Orang yang Pernah Mengalami Kusta di rumahnya di Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken, Manado.

Gelengan pelan wajah dr. Steaven Dandel, MPH  mengisyaratkan rasa pesimitis Sulawesi Utara terbebas dari daftar provinsi dengan jumlah penderita kusta tinggi.

Pemerintah menargetkan, tahun 2019, seluruh provinsi di Indonesia mencapai eliminasi kusta. Target elimasi itu dilihat dari pencapaian prevalansi kusta per 10.000 penduduk yang harus dibawah angka 1.

Sulawesi Utara bersama 14 provinsi lainnya, belum bisa mencapai angka dibawah 1. Hingga tahun 2015, prevalansi Sulut berada di angka 1,7 sedangkan new case detection rate (NCDR) ada pada angka 18.

Berdasarkan bebannya, kusta dibagi menjadi dua kelompok yaitu beban kusta tinggi dan beban kusta rendah jika NCDR dibawah 10 per 100.000 penduduk.

“Untuk menurunkan angka prevalansi 0,1 saja dari tahun sebelumnya, butuh upaya yang tidak mudah. Saya rasa mustahil Sulut bisa mengeliminasi kusta pada tahun 2019 sebagaimana target pemerintah,” ujar dr Steavan, Selasa (15/3/2017).

Baca lebih lanjut

Melawan Stigma Kusta di Lembah Nugraha Hayat (1)

Tag

, , , , , , , , ,

Felix di rumah kakaknya di Desa Pandu, Kecamatan Bunaken, Manado.

Felix Rega (65) mengumbar senyumannya, saat menerima kedatangan kami dalam sesi wawancara, Senin (13/3/2017). Siang itu ia menghabiskan waktu di rumah kakaknya, Marifa Rega (67).

Selain dia dan Marifa, tiga lagi saudara kandung mereka pernah terjangkiti bakteri Mycobacterium leprae. Penyebab penyakit kusta. Ayah mereka juga mengidap penyakit yang pernah sangat ditakuti ini.

Mereka menempati sebuah lembah yang saat pertama kali mereka datangi memang dikhususkan untuk menampung bekas pasien Rumah Sakit Kusta. Lokasi itu berada di Kelurahan Pandu, Lingkungan II, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara. Baca lebih lanjut

Presiden Tetapkan 111 Pulau Terluar, Sulut Ketambahan 1 Pulau

Tag

, , , , , , , , , , , , ,

Salah satu sisi Pulau Intata dengan pasirnya yang sangat lembut. Pulau Intata merupakan salah satu pulau terluar dari 11 pulau yang dimiliki Provinsi Sulawesi Utara.

Presiden Joko Widodo menandatangani keputusan presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penetapan Pulau-Pulau Kecil Terluar. Keppres ini mengatur penetapan 111 pulau-pulau kecil terluar di Indonesia. Penetapan tersebut berdasarkan pertimbangan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2002 tentang Daftar Koordinat Geografis Titik-Titik Garis Pangkal Kepulauan Indonesia sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 37 Tahun 2008 yang intinya terdapat perubahan jumlah pulau-pulau terluar menjadi 111 pulau.

“Menetapkan 111 Pulau sebagai Pulau-Pulau Kecil Terluar”, bunyi Pasal 1 Keppres tersebut.

Menurut Keppres ini, Pulau-Pulau Kecil Terluar sebagaimana dimaksud disusun dalam daftar yang terdiri dari nama pulau, nama lain pulau, perairan koordinat titik terluar, titik dasar dan petunjuk jenis garis pangkal dan provinsi.

Seperti yang dikutip di website resmi Setkab, pada saat Keputusan Presiden ini mulai berlaku, menurut Keppres, ketentuan dalam Pasal 1 ayat (2) dan Lampiran Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Terluar dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Baca lebih lanjut

Semangat Open Data untuk Transparansi Pemerintahan

Tag

, , , , , ,

Opini ini telah terpublis lebih dulu di Harian Metro Manado edisi Kamis dan Jumat (9-10/3/2017) dan Portal BeritaManado.com edisi Kamis (9/3/2017) *

Kelompok satu dari Manado mengalami kesulitan saat ingin mendapatkan data angka kematian bayi tahun 2015 per kabupaten/kota di Sulawesi Utara. Data mengenai angka kematian bayi itu akan dikomparasi dengan jumlah bidan, untuk mendukung dugaan awal. Hipotesanya adalah semakin banyak jumlah bidan, maka akan mereduksi angka kematian bayi saat dilahirkan.

Hipotesis ini dibangun sebagai jawaban atas tantangan menggunakan teknik open data sewaktu Workshop Data Driven Journalism dilaksanakan di Ternate pada 3-5 Maret 2017. Workshop itu dilaksanakan oleh AJI Indonesia yang didukung oleh USAID. Dua hari sebelumnya, kelompok ini juga mengikuti Full Day Training on Data Journalism yang diselenggarakan oleh Satu Data Indonesia, JARING, PPMN di Manado.

Salah satu semangat yang didorong pada point kedua Nawacita Presiden Joko Widodo adalah soal keterbukaan data pemerintah. ‘Kami akan membuat Pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola Pemerintahan yang bersih, efektif, demokrasi dan terpercaya’, begitu rumusan point kedua Nawacita itu. Terusannya adalah, ‘membuka akses informasi publik, mendorong partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik dan pengelolaan badan publik’. Baca lebih lanjut

BESI PUTIH

Tag

, , , , , ,


#55~365

Seorang pedagang sedang menunggui dagangannya di pusat penjualan perhiasan besi putih di Busoiri, Kota Ternate. Beragam model perhiasan tersedia di sini untuk dibawa pulang pejalan sebagai oleh-oleh dari Maluku Utara.

Sebagian besar dari perhiasan itu dipasok dari Morotai, Halmahera Utara yang dikerjakan oleh para pengrajin dari sana. Bahan baku besi putih itu tidak diambil dari hasil tambang biji besi, melainkan diambil dari material peralatan sisa-sisa Perang Dunia II yang banyak berserakan di Morotai.

Sewaktu Perang Dunia II, Maluku Utara yang berbatasan dengan Samudera Pasifik menjadi wilayah penting bagi Amerika. Tak heran wilayah ini terutama Morotai dijadikan sebagai pangkalan tentara Sekutu. Tak kurang dari 7 landasan pesawat sisa PD II ada di Morotai. Oleh warga lokal, sisa peralatan perang itu kemudian diambil dan ditempah menjadi kerajinan besi putih.

Walau kini, yang dijual di Busoiri tak lagi semuanya dari Morotai, dan sudah banyak dari Jawa, namun perhiasan besi putih dari Morotai masih menjadi buruan para pejalan. Beragam cincin, gelang, kalung, tasbih dan model perhiasan lainnya itu pun berharga murah.

#besiputih #ternate #jurnal_rb #merasakanindonesiamu #morotai #halmahera_utara #perls #hiasan #souvenir #cinderamata #maluku_utara

Bidan Ideal, Bayi Tetap Meninggal

Tag

, , , ,

bayidanbidanSumber: Shutterstock

(Tulisan ini merupakan hasil kerja Kelompok Manado I, saat Workshop Data Driven Jounalism di Ternate, 3-5 Maret 2017, dan menjadi yang terbaik)

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agaknya harus kerja keras untuk menekan angka kematian bayi di daerah ini.  Merujuk data bidang kesehatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut tahun 2012 , masih ada empat kabupaten kota dengan angka kematian bayi di atas angka ideal sesuai target Millenium Development Goals (MDGs), 23 kasus per 1.000 kelahiran.

Empat daerah tersebut, Minahasa Selatan dengan 37 kasus , Kota Manado 31 kasus, Minahasa Tenggara (Mitra) 29 kasus dan Kota Bitung 27 kasus.

Lihat Grafik (link)

Ratio Bidan Sulut per 10.000 Penduduk

Angka-angka ini menunjukkan adanya kontradiksi karena rasio jumlah bidan dan jumlah penduduk di empat daerah tersebut jauh di atas angka ideal nasional, 23 bidan per 10.000 penduduk.

Baca lebih lanjut

LITERASI JALANAN

Tag

, , , , , , ,


#54 ~365

Sekelompok anak muda di Ternate ini memelopori gerakan literasi jalanan sebagai cara mengedukasi warga lewat ketersediaan bahan bacaan di ruang publik.

Setiap akhir pekan mereka menggelar Perpustakaan Jalanan di Taman Nukila dan mempersilahkan siapa saja membaca koleksi buku mereka tanpa dipungut bayaran. Buku-buku itu merupakan donasi berbagai pihak yang tertarik mendukung gerakan mereka.

Karmilawati (23), salah satu relawan kelompok ini menceritakan bahwa program literasi jalanan lainnya adalah mendatangi pasar-pasar tradisional dan menggelar literasi on the street. Di pasar yang mereka datangi, selain menyediakan bahan bacaan gratis, kelompok ini juga mengajar anak-anak para pedagang yang tidak berkesempatan mengenyam pendidikan formal.

Kisah Inspiratif di sela-sela Workshop Data Driven Journalism.

#literasijalanan #literasi #literal #baca #buku #book #jurnal_rb #merasakanindonesiamu #ternate #maluku_utara #inspirasi #inspiraspendidikan #pendidikan

Nokia 3310 Dirilis Kembali, Apa Saja Perbedaannya Dengan Versi Terdahulu?

Tag

, , , , , ,

nokia3310

HMD Global, pemilik lisensi handset Nokia, resmi merilis ponsel legendaris Nokia 3310.

Pengumuman Nokia 3310 versi baru tersebut dilakukan oleh CEO HMD Global, Arto Nummela sehari sebelum ajang Mobile Congress (MWC) digelar, Minggu (26/2/2017).

Apa perbedaan Nokia 3310 generasi baru dibandingkan dengan seri 3310 lawas yang dirilis 17 tahun lalu itu?

Baca lebih lanjut

Tren Fotografi di Mata Arbain Rambey

Tag

, , , , , , ,

Taufan Wijaya seorang Vloger berhasil mewawancarai Arbain Rambey, fotografer senior Indonesia. Arbain mengulas mengenai tren fotografi yang menurutnya selalu mengikuti perkembangan dari masa ke masa.

Simak selengkapnya pandangan Arbain dalam vlog karya Taufan Wijaya ini.