Citra Meiriana Wati, Sosok Perempyan Yang Memerdekakan Warga Talaud dari Ketertinggalan

Tag

, , , , , , , ,

Citra-01
Bangunan sederhana di Kelurahan Melonguane Barat, Kecamatan Melonguane, Kabupaten Talaud itu berada di antara pemukiman warga. Tak banyak yang mengetahui jika di kelurahan itu ada aktivitas kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tunas Baru.Walau PKBM Tunas Baru telah meluluskan ratusan warga belajarnya, namun sebagian besar warga Melonguane merasa asing dengan nama lembaga pendidikan informal tersebut.  Citra Meirina Wati, sosok perempuan dibalik PKBM tersebut mengaku memang tak mencari popularitas.

“Saya tulus mengabdikan diri untuk masyarakat, ingin memerdekakan mereka dari ketertinggalan,” ujar Citra, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Baca lebih lanjut

Ini 7 Keunikan Khas Tomohon yang Perlu Wisatawan Tahu

Tag

, , , , , , , , , ,

PUTRI-BUNGA

Tomohon merupakan salah satu kota yang selalu dituju oleh para pejalan jika sedang berada di Sulawesi Utara. Kota yang berada di ketinggian ini menawarkan hawa sejuk dibandingkan dengan Manado.

Kami mencoba merangkum 7 alasan anda harus mengunjungi Tomohon. Berikut catatatannya.

1. Gunung Berapi

Kota Tomohon diapit oleh dua gunung berapi, gunung api Lokon yang terus aktif dan gunung api Mahawu yang sudah tidak erupsi. Lokon bahkan menjadi ikon kota Tomohon dengan kawah Tompaluan-nya yang terus mengeluarkan asap.

Sesekali, Lokon erupsi melontarkan material vulkanik. Tetapi justru karena material vulkanik itulah Tomohon dianugerahi dengan tanah yang subur. Bagi pejalan yang mempunyai hobi mendaki gunung, Lokon dapat didaki hingga mendekati bibir kawah, asal dalam status tidak berbahaya. Baca lebih lanjut

Ingin Ke Manado Sendirian? Ini Kami Buatkan Itenerarynya Selama 3 Hari

Tag

, , , , , , , , , , ,

Patung-Yesus

Bagi anda pejalan yang ingin bepergian secara solo atau sendiri ke Manado, Sulawesi Utara, kami mencoba menyusun itinerary sebagai panduan selama tiga hari di Manado.

Hari Ke-1

Berusahalah untuk mengambil penerbangan yang tiba tengah malam atau pagi di Manado. Terdapat cukup banyak penerbangan langsung dari kota-kota besar ke Bandara Sam Ratulangi di Manado. Maskapai utama seperti Garuda Indonesia, Lion Air, Citilink, Batik Air, Sriwijaya Air semuanya menyediakan rute ke Manado.

Hari pertama ini pergilah ke lokasi wisata kuliner, Wakeke yang berada di pusat kota. Anda harus datang pagi-pagi agar bisa menikmati kesegaran makanankhas Manado, Tinutuan yang terbuat dari berbagai sayur hijau dan bubur labu kuning itu. Baca lebih lanjut

Hambali, Backpacker Sejati Indonesia Berusia 60 Tahun

Tag

, , , , , , ,

BUKTI -- Hambali menunjukkan sebagian lembaran buku albumnya berisi tandantangan dan cap dari pemerintah setempat di daerah yang dia kunjungi.

BUKTI — Hambali menunjukkan sebagian lembaran buku albumnya berisi tandantangan dan cap dari pemerintah setempat di daerah yang dia kunjungi.

Usianya sudah cukup tua, 60 tahun. Namun, siapa menyangka Henry Hambali masih terus bertualang dan mengelilingi Indonesia hingga sekarang.

Saat ditemui Kompas.com, Hambali sedang sibuk mengatur arus lalu lintas dan parkiran di pintu masuk utama kawasan wisata Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur.

Saat itu, Bromo dikunjungi puluhan ribu orang yang ingin menyaksikan upacara Yadnya Kasada.

“Saya sudah seminggu di sini, numpang menginap di Pos Pengamanan Kawasan Wisata Bromo,” ujar Hambali, pekan lalu.

Dia datang ke Bromo karena ingin melengkapi daftar petualangannya ke seluruh penjuru Indonesia. Berbeda dengan para petualang lainnya, Hambali hanya bermodal nekat tanpa modal uang yang banyak.

Baca lebih lanjut

Magnet Wisata Bahari di Tapal Batas Itu Bernama Miangas

Tag

, , , , , ,

_MG_6294

NAMA “Miangas” populer karena tersebut dalam lirik lagu yang menggambarkan batas-batas wilayah Indonesia. Penggalannya adalah “dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote”.

Miangas menjadi magnet karena pulau kecil ini, lebih dekat dengan Filipina dibandingkan dengan ibu kota Kabupaten Kepulauan Talaud, Melonguane yang merupakan pemilik wilayah administrasi pulau yang hanya memiliki luas sekitar 3,5 Km2 ini.

Dari Melonguane, Miangas berjarak sekitar 110 mil, dan dari Manado sekitar 320 mil, sementara jarak Miangas ke Davao (Filipina) hanya 48 mil. Tak heran pulau ini dijadikan sebagai cross border area. Sebuah bangunan sederhana milik pemerintah Filipina berdiri di Miangas.

Untuk mencapai Miangas, dibutuhkan perjuangan yang tak gampang. Tidak saban hari ada kapal yang menyinggahi pulau yang dihuni sekitar 1.000 jiwa ini. Tetapi justru karena tantangan itulah, para pejalan dan pelancong menjadikan Miangas sebagai target destinasi khusus.
Baca lebih lanjut

Menyatu di Sulawesi Utara: Dari Keindahan Alam, Kekayaan Biodiversitas, Hingga Kultur Eksotis

Tag

, , , , , , , , , , , , , , ,

Danau-Linouw-2

MANADO –  Sulawesi Utara begitu identik dengan Bunaken. Keindahan bawah air di taman laut nasional itu terlanjur tersohor.

Dari rata-rata 16.000 kunjungan turis per tahun yang menyambangi Sulut, sebagian besar punya satu tujuan: menyelam di Bunaken dan datang ke Manado.

Bahkan di beberapa publikasi international, Sulut dikenal hanya karena penjelasan soal di mana Bunaken berada. Padahal Manado hanyalah kota seluas 1,1 persen dari seluruh wilayah Sulut dengan luas wilayah 13.851 kilometer persegi.

Provinsi ini menjadi tempat hidup tiga etnis besar yang mempengaruhi kehidupan sosial masyarakatnya, serta budaya yang membuat ritme hidup mereka begitu cair. Tak hanya kekayaan alam dan kultur, Sulawesi Utara juga dikenal dengan kekayaan biodiversitas.

Keramahan dan sikap terbuka adalah jamak bagi etnis Minahasa, Sanger dan Bolaang Mongondow. Ketiga etnis yang membuat masyarakat Sulut membuka diri bagi siapapun yang mengunjungi tanah mereka.

Baca lebih lanjut

Ini 9 Permainan Tradisional Anak di Sulawesi Utara

Tag

, , , , , , , , , , , , ,

LOMPAT TALI

MANADO – Libur panjang pada akhir pekan ini sangat cocok dimanfaatkan untuk mengajak anak bermain di luar rumah. Beberapa permainan tradisional dari masa tahun 1950-an hingga 1990-an masih bisa diajarkan bagi tumbuh kembang anak.

“Permainan anak zaman dulu yang dilakukan beramai-ramai secara berkelompok sudah jarang lagi ditemui. Anak-anak sekarang lebih memilih tinggal di rumah bermalas-malasan sambil bermain gadget tanpa bersosialisasi dengan teman sebayanya,” ujar Koordinator Studio dan Perfilman Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo, Rocky H Koagouw, Kamis (5/5/2016).

Padahal permainan anak-anak tradisional memberikan banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak, misalnya dalam pertumbuhan kesehatan dan motorik anak.

Belum lagi keseruan permainan yang bisa dinikmati bersama teman-teman sebaya yang secara emosi memberikan efek kesenangan dan kenangan bagi setiap anak.

Baca lebih lanjut

Dari Tungku Sederhana Itu, Sem Jadikan Anak-anaknya Sarjana

Tag

, , , , , , , , , , , ,

GULA MERAH - Sem, sedang menata gula aren yang baru saja selesai diolahnya.

GULA MERAH – Sem, sedang menata gula aren yang baru saja selesai diolahnya.

TOMOHON  — Tungku itu terletak di bagian belakang pada gubuk sederhana yang dibangun Yusuf Sem Wungow (64) di kebunnya.

Setiap hari, dia mengayuh sepeda sejauh tiga kilometer dari rumahnya di Lahendong Lingkungan 6, Kecamatan Tomohon Selatan, Sulawesi Utara (Sulut).

Walau usianya sudah senja, Sem tetap semangat menyalakan api di tungkunya setiap hari. Sebab, dari tungku itulah dia bisa berbangga dengan apa yang dicapainya.

Kalo ndak mo kase manyala ini dodika, ndak mo dapa doi. Itu doi dari dodika ini tu kase kita pe anak-anak jadi sarjana. (Kalau tidak menyalakan api di tungku ini, tidak akan dapat uang. Uang itulah yang membiayai anak-anak saya menjadi sarjana),” cerita Sem dengan dialek Manado, Selasa (29/3/2016).

Tungku yang dimaksud adalah tungku yang dibuatnya dengan menggali tanah berbentuk segi empat berukuran setengah meter dengan kedalaman sekitar 60 sentimeter.

Baca lebih lanjut

Bagi Para Pelajar di Sangihe Ini, Perahu adalah Kendaraan Mewah Menuju Sekolah

Tag

, , , , , ,

MENDAYUNG - Dua pelajar ini harus mendayung perahu menyeberangi lautan untuk menuju sekolah mereka di Pulau Batuwingkung, Sangihe.

MENDAYUNG – Dua pelajar ini harus mendayung perahu menyeberangi lautan untuk menuju sekolah mereka di Pulau Batuwingkung, Sangihe.

SANGIHE  – Kabut sisa semalam masih belum beranjak. Namun, Novi dan Atris harus segera bangun. Mereka bergegas dan harus lebih awal.

Seragam sekolah menengah pertama (SMP) mereka simpan di dalam tas sekolah. Seperti biasanya, setiap pagi mereka mengenakan jaket lebih dulu.

Maklum dingin masih menusuk, karena mereka harus menyeberang lautan. Tak ada pilihan lain untuk menuju ke sekolah mereka di pulau Batuwingkung.

Setiap hari mereka harus bolak balik mendayung perahu sendiri dari Kampung Kendong dan Paraleng untuk pergi dan pulang sekolah. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk tiba di Batuwingkung.

“Kalau lagi musim ombak, kadangkala kami harus basah. Makanya nanti pakai seragam kalau sudah tiba di Batuwingkung,” ujar Novi, Rabu (4/5/2016) yang bersama Atris duduk di bangku kelas 7 SMP Negeri 2 Satu Atap Tabukan Selatan di Batuwingkung.

Baca lebih lanjut

Marisa, Bidan Kontrak di Pulau Batuwingkung yang Sering Talangi Obat Pasien

Tag

, , , , , ,

PENGABDIAN - Marisa Siagian berfoto usai melayani pasien di pulau Batuwingkung, Sangihe.

PENGABDIAN – Marisa Siagian berfoto usai melayani pasien di pulau Batuwingkung, Sangihe.

SANGIHE — Siang itu panas terik menyengat di pulau Batuwingkung. Sebuah desa di Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Perlu menyeberang lautan dengan perahu dari daratan Sangihe untuk ke Batuwingkung.

Namun terik itu tak menyurutkan langkah Marisa Siagian (27), mengunjungi seorang anak kecil. Bidan kontrak itu harus melewati jalan setapak naik turun. Maklum pasien terbaring dan tidak bisa dibawa ke Puskesmas Pembantu (Pustu).

“Bocah ini sudah beberapa hari panas tinggi,” ujar Marisa sambil menyeka peluhnya, Rabu (4/5/2016). Sejurus kemudian, wanita cantik ini lalu mengerjakan tugasnya. Memeriksa pasien dan memberikan obat yang diperlukan.

Usai menangani bocah itu, Marisa lalu beranjak ke rumah warga lainnya. Seorang wanita paruh baya telah menanti kunjungannya, mengharapkan pemeriksaan kesehatan dari lulusan Politeknik Kesehatan Manado itu.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 310 pengikut lainnya