Gambar

FOTO: “Bermain Sampah Bersama Ayah”

BERMAIN SAMPAH BERSAMA AYAHBocah ini menemani ayahnya yang memulung botol-botol plastik bekas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo, Kota Manado. Dari mengais barang-barang bekas dari produksi sampah warga Kota Manado yang dibuang di TPA Sumompo itu, ratusan orang menggantungkan hidup mereka dengan cara berjuang melawan beraneka kuman dan bibit penyakit yang ikut terbawa sampah. Tapi seperti wajah sang bocah dan ayahnya yang seakan sudah kebal dari ancaman berbagai penyakit tersebut, mereka telah mampu beradaptasi dengan sampah yang semakin menggunung dan bau menyengat yang menusuk hidung.

Kapasitas TPA Sumompo kini telah melebihi daya tampungnya seiring dengan laju pertumbuhan penduduk Kota Manado. Dari catatan yang ada, setiap tahun volume produksi sampah di Manado terus meningkat. Jika pada tahun 2011 volume sampah sebanyak 828.812 meter kubik (m3), maka pada tahun 2012 meningkat menjadi 840.960 m3 dan di 2013 menyentuh angka 940.703 m3, sedangkan di 2014 mencapai 980.865 m3. Tahun ini diperkirakan produksi volume sampah warga Manado terus meningkat secara signifikan. Lanjutkan membaca “FOTO: “Bermain Sampah Bersama Ayah””

Gambar

Foto Makam Raja-raja Siau

Di pulau Siau terdapat banyak jejak sejarah berupa benda-benda cagar budaya, termasuk makam Raja-raja Siau yang hingga kini masih bisa dibilang baik. Beberapa di antaranya telah dipugar dan diperbaiki, tetapi banyak pula yang masih dibiarkan sebagaimana adanya.

Terlepas dari komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan jejak sejarah yang tersimpan dari makam para raja tersebut, berikut saya publish beberapa foto makam Raja-raja Siau yang terdapat di Ulu. Pejelasan detilnya nanti menyusul kemudian.

RAB-Makam-Raja-Siau-1 Lanjutkan membaca “Foto Makam Raja-raja Siau”

Gambar

Banjir Kembali Rendam Manado, 11 Januari 2015

Januari tiba, khawatir pun menyapa. Mungkin suasana hati itu yang dirasakan dalam beberapa tahun terakhir oleh warga Kota Manado, khususnya yang tinggal di pemukiman rawan banjir dan longsor.

Januari 2014 tahun lalu, banjir bandang besar melumpuhkan kota Manado saat air melupa dahsyat pada 15 Januari. Setahun sebelumnya banjir juga membuat pemerintah kota kelimpungan menangani warganya yang menjadi korban. Tahun-tahun sebelumnya banjir juga kerap menyapa warga Manado. Selalu di awal tahun.

Banjir kini telah menjadi momok dan penyapa geliat kota di awal tahun. Jika hujan turun dan tak berhenti lebih dari 6 jam, warga yang tinggal di bentaran Kali Jengki dan Daerah Aliran Sungai Tondano (DAS) serta DAS Sawangan dipenuhi rasa khawatir, luapan air bercampur lumpur pasti kembali mengenangi rumah mereka serta memaksa mereka menyingkir ke tempat lebih aman.

11 Januari 2015, hujan yang turun seharian sehari sebelumnya, membuat air di DAS Tondano meninggi, lalu merembes ke pemukiman warga seperti Komo Luar, Ternate Tanjung, Kampung Tubir, Paal Dua dan beberapa wilayah lainnya. Tanah yang longsor ikut pula menambah penderitaan warga. Wali Kota Manado  Vecky Lumentut pun bahkan menetapkan Manado dalam status Darurat Bencana hingga 18 Januari 2015.

Berikut beberapa foto-foto yang sempat diabadikan oleh kontibutor F21STOCK.com. Foto-foto lengkapnya bisa diakses di website stock foto yang dikelola oleh LPM F/21 tersebut.

20150111_113528 Lanjutkan membaca “Banjir Kembali Rendam Manado, 11 Januari 2015”

Gambar

“Menanti Harapan”

Seorang warga Kelurahan Ketang Baru, Kecamatan Singkil, Manado duduk di pembatas Lapangan Ketang Baru, Selasa (28/1/2014). Dia menatap seolah berharap akan datangnya masa depan yang lebih cerah. Ketang Baru merupakan salah satu lokasi terparah yang diterjang banjir bandang pada Rabu (15/1/2014).
Di Sulawesi Utara tercatat 19 orang tewas ketika bencana banjir dan longsor itu menghantam wilayah Sulut. Ratusan rumah warga lainnya hilang terseret banjir. Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp1,87 triliun.

Gambar

Upacara Bendera HUT Ke-68 RI di Sulawesi Utara

Upacara Bendera HUT Ke-68 RI di Sulawesi Utara

Pasukan Pengibar Bendera berhasil mengibarkan Bendera Merah Putih di tiang bendera di Halaman Kantor Gubernur Sulawesi Utara dalam Upacara memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2013.

Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang bertindak selaku Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-68 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2013, yang digelar Pemerintah Provinsi Sulut, di halaman Kantor Gubernur, Sabtu (17/8)

Sedangkan Komandan Upacara dipercayakan kepada Dan Yon 712 Mayor Inf Ruddy Sandry. Upacara yang berlangsung dalam suasana hikmah tersebut, di tandai dengan pengibaran sang merah putih yang dilakukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sulut. Pembacaan Teks Proklamasi  oleh Ketua DPRD Sulut Pdt Meiva Salindeho Lintang STh, serta Pembacaan Doa oleh Kakanwil Kemenag Sulut Drs. H Sa’ban Mauludiin MKDi.

Lanjutkan membaca “Upacara Bendera HUT Ke-68 RI di Sulawesi Utara”