Mari Jelajahi Pantai Berpasir Lembut Sepanjang 12 KM Nan Eksotis di Pulau Karakelang

Bersepeda motor menyusuri pantai sepanjang 12 KM.
Bersepeda motor menyusuri pantai sepanjang 12 KM.

Pulau Karakelang merupakan pulau terbesar yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Di pulau ini pula terletak ibukota Talaud, Melonguane yang menjadi pusat pemerintahan kabupaten paling Utara di Indonesia tersebut.

Akses menuju Karakelang dapat ditempuh dengan dua moda transportasi, yakni menggunakan kapal laut dengan waktu tempuh sekitar 14 jam dari Pelabuhan Manado, atau dengan menggunakan penerbangan yang tersedia dua kali setiap hari dengan waktu tempuh sekitar satu jam dari Bandara International Sam Ratulangi Manado.

Di Melonguane tersedia beberapa penginapan dengan tarif yang bervariatif mulai dari Rp110.000 hingga Rp350.000 per malam. Carilah penginapan yang berdekatan dengan Pelabuhan Melonguane dan anda bisa menikmati kejernihan air laut di sekitar pelabuhan. Saking jernih dan bersih, ikan-ikan yang berenang di air pun terlihat dari atas dermaga Melonguane. Jangan lupa abadikan kesibukan perahu-perahu motor yang menyeberangkan warga ke pulau Salibabu dan pulau-pulau kecil lainnya.

Pulau Karakelang menyimpan sejumlah destinasi wisata yang sungguh mempesona, walau harus diakui berbagai potensi wisata tersebut belumlah dikelola secara maksimal oleh pemerintah setempat. Mencari lokasi wisata pantai nan eksotis dengan hamparan pasir putihnya serta lansekap yang mempesona, tersedia cukup banyak di Karakelang.

Lanjutkan membaca “Mari Jelajahi Pantai Berpasir Lembut Sepanjang 12 KM Nan Eksotis di Pulau Karakelang”

Pantai Paal, diantara Keramaian dan Tukik

Beberapa ekor anak penyu sedang berusaha mencapai air laut di Pantai Paal.
Beberapa ekor anak penyu sedang berusaha mencapai air laut di Pantai Paal.

Pantai Paal di Desa Marinsow, Likupang Timur, Minahasa Utara sejak beberapa bulan terakhir dijejali ratusan pengunjung yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi Utara. Pasir putihnya yang halus, serta gradasi air laut yang mempesona mampu memikat warga untuk berbondong-bondong menyerbu pantai itu.

Warga di Marinsow yang bertugas menjaga Pantai Paal, bahkan mengakui bahwa pada akhir pekan atau hari libur, Pantai Paal bisa didatangi hingga sekitar 5.000 orang. Padahal, dulunya Pantai Paal sepi, dan hanya ada aktivitas warga di sekitar Marinsow. Semua berawal saat pengguna jejaring sosial mulai mengunggah foto keindahan Pantai Paal. Sejak itulah, pantai ini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Sulut.

Warga di Marinsow mengaku senang dengan ramainya pengunjung, sebab bagi mereka kini ada sumber penghasilan tambahan dari berbagai jasa yang ditawarkan kepada pengunjung. Salah satunya adalah mendirikan warung untuk menjajakan berbagai makanan dan minuman. Lanjutkan membaca “Pantai Paal, diantara Keramaian dan Tukik”

Long Beach Bungin, Pesona Pasir Putih Sepanjang 2000 Meter

IMG_4297

Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara memiliki garis pantai yang sangat panjang, 602 kilometer. Garis pantai itu membentang dari Poigar yang berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Selatan hingga ke Sangtombolang yang berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Sepanjang garis pantai tersebut, terhampar pantai-pantai yang indah dengan ciri khasnya sendiri. Salah satunya adalah Pantai Bungin di Desa Motabang, Kecamatan Lolak. Pantai dengan hamparan pasir putih ini memanjang sejauh lebih dari 2000 meter.

Dengan bentangan alam dan view yang indah, Bungin kini perlahan menjadi destinasi wisata bahari di Bolaang Mongondow. "Dulunya pantai ini belum dilirik. Tetapi lewat pendekatan pada masyarakat setempat, kini potensinya mulai terlihat," ungkap Farly Nantudju salah satu koordinator PNPM Lingkungan Mandiri Perdesaan (PNPM-LMP) beberapa hari lalu, ketika kompas.com menyambangi Pantai Bungin.

Lanjutkan membaca “Long Beach Bungin, Pesona Pasir Putih Sepanjang 2000 Meter”

Potensi Wisata Sitaro yang Belum Termaksimalkan

(Sajian Eksotisme Kawasan Pantai dan Gunung Api Yang Masih Virgin)

(artikel ini merupakan artikel saya untuk dimuat di Explore Indonesia edisi Januari 2009)

Kabupaten Sitaro termasuk dalam bentangan laut dan ratusan pulau di Kawasan SaTas (Sangihe Talaud), yang terletak paling utara Indonesia. Secara administratif, Kabupaten Sitaro berada dalam wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Nama kabupaten ini diambil dari akronim 3 pulau besar dalam wilayahnya, yakni Siau, Tagulandang dan Biaro.

Kabupaten Sitaro sendiri terdiri dari 47 pulau, 10 pulau diantaranya berpenghuni dan 37 pulau lainnya tidak berpenghuni, kebanyakan diantaranya merupakan pulau batu. Kawasan ini mempunyai karakteristik geologis khas yang merupakan gugusan karang ( atol ) di dasar laut. Gususan karang yang bertumbuh inilah yang menyembul ke permukaan laut dan menjadi pulau. Penduduk lokal menamakannya napo.

Napo Pasige dan Mahoro

p-pasigeNapo-Napo ini menjadi berkah tersendiri bagi penduduk di Sitaro. Salah satu Napo yang telah menjadi pulau definitif adalah Pasige alias Passighi atau juga Pasiak di Gugusan Pulau Tagulandang. Terletak tidak jauh dari Pulau Ruang. Pulau ini kecil, rendah dan datar. Bahkan jika air pasang tinggi, pulau Pasige hampir tengelam. Tidak ada penghuni yang tinggal di pulau ini, tetapi pulau ini menjadi surga bagi nelayan menangkap ikan dan teripang.

Lanjutkan membaca “Potensi Wisata Sitaro yang Belum Termaksimalkan”