BLUE

jala-ikan-ronny-adolof-buol-1

#52~365

Langit biru, laut jernih dan ikan yang bisa ditangkap dengan jaring sederhana. Itulah Tumbak, sebuah desa di kecamatan Posumaen, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.

Tumbak yang kini mulai bertransformasi menjadi destinasi wisata, dulu berkutat dengan persoalan kerusakan lingkungan laut. (Sekarang pun masih ada). Cara penangkapan ikan dengan bom dan racun potasium menyebabkan terumbu karang hancur dan rusak serta ikan lari.

Tumbak yang dihuni oleh sebagian besar suku Bajo ini, punya beberapa pulau keren seperti pulau Baling-baling, pulau Ponteng dan pulau Tumbak serta pantai berpasir putih.

Kini bebeberapa kelompok dan personal melakukan pendekatan kepada warga melalui kegiatan pariwisata.

#tumbak #minahasa_tenggara #jurnal_rb #merasakanindonesiamu #pesonaindonesia #beach #sun #nature #water #TFLers #ocean #instagood #photooftheday #beautiful #sky #clouds #fun #pretty #sand #reflection #amazing #beauty #beautiful #shore #waterfoam #seashore #blue #fishing

Menyatu di Sulawesi Utara: Dari Keindahan Alam, Kekayaan Biodiversitas, Hingga Kultur Eksotis

Danau-Linouw-2

MANADO –  Sulawesi Utara begitu identik dengan Bunaken. Keindahan bawah air di taman laut nasional itu terlanjur tersohor.

Dari rata-rata 16.000 kunjungan turis per tahun yang menyambangi Sulut, sebagian besar punya satu tujuan: menyelam di Bunaken dan datang ke Manado.

Bahkan di beberapa publikasi international, Sulut dikenal hanya karena penjelasan soal di mana Bunaken berada. Padahal Manado hanyalah kota seluas 1,1 persen dari seluruh wilayah Sulut dengan luas wilayah 13.851 kilometer persegi.

Provinsi ini menjadi tempat hidup tiga etnis besar yang mempengaruhi kehidupan sosial masyarakatnya, serta budaya yang membuat ritme hidup mereka begitu cair. Tak hanya kekayaan alam dan kultur, Sulawesi Utara juga dikenal dengan kekayaan biodiversitas.

Keramahan dan sikap terbuka adalah jamak bagi etnis Minahasa, Sanger dan Bolaang Mongondow. Ketiga etnis yang membuat masyarakat Sulut membuka diri bagi siapapun yang mengunjungi tanah mereka.

Lanjutkan membaca “Menyatu di Sulawesi Utara: Dari Keindahan Alam, Kekayaan Biodiversitas, Hingga Kultur Eksotis”

Mendaki di Pulau Baling-Baling dan Rasakan Sensasinya

VIEW MEMPESONA - Pengunjung sedang meneruni salah satu punggung bukit di Pulau Baling-Baling.
VIEW MEMPESONA – Pengunjung sedang meneruni salah satu punggung bukit di Pulau Baling-Baling.

JIKA anda ingin merasakan bagaimana mendaki dengan kemiringan sekitar 60 derajat dan tetap merasa fun, coba datangi Pulau Baling-Baling. Pulau kecil yang berada di depan Desa Tumbak, Kecamatan Posomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara ini dijamin memberikan sensasi pada perjalanan wisata anda.

Berperahu dari tepi pantai Tumbak, Pulau Baling-Baling dapat ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit. Tepi pantainya dipenuhi batu-batu kecil dan pecahan karang, maklum di sekitar pulau eksotis ini terdapat banyak hamparan karang. Anda akan mulai mendaki dengan menyusuri gundukan tanah di antara rerumputan yang sudah dibuat mirip tangga oleh warga setempat.

Rumputnya pun unik, dan tumbuh secara berkelompok dengan membentuk lingkaran-lingkaran kecil, mirip di film anak-anak Teletubbies. Tak heran banyak pengunjung menyebut pulau ini dengan nama Pulau Teletubbies. Begitu mendaki, sudut kemiringannya sudah mencapai sekitar 60 derajat, tak jarang pengunjung harus menggunakan kaki dan tangannya sekaligus untuk terus mendaki.

Lanjutkan membaca “Mendaki di Pulau Baling-Baling dan Rasakan Sensasinya”