Menjadi Feature Tamu di Yaki Magz

YAKI MAGZ ED 2Beberapa bulan lalu, saya dihubungi oleh staf dari Yayasan Selamatkan Yaki, sebuah yayasan yang bekerja untuk memberikan pendidikan konservasi Yaki di Sulawesi Utara.

Mereka menanyakan beberapa hal sebagai bahan untuk majalah terbitan mereka YAKI MAGZ edisi kedua. Majalah itu diterbitkan seiring dengan event Yaki Youth Camp yang mereka selenggarakan saban tahun.

Yaki Youth Camp 2015 ini diselenggarakan di kompleks museum Pa’Dior, Yayasan Institut Seni Budaya Sulawesi Utara di Tompaso, Minahasa, yang diikuti oleh 18 siswa yang merupakan perwakilan berbagai sekolah SMA sederajat di Minahasa. Saya juga diminta untuk menjadi salah satu pembicara dalam Camp tersebut. Pada kesempatan itu saya membagi pengalaman bagaimana kegiatan fotografi bisa memberikan kontribusi bagi konservasi.

Tentu saya merasa senang bisa berbagi pengalaman dengan anak-anak yang merupakan masa depan kita itu, dan berharap dapat menumbuhkan kecintaan akan kelestarian lingkungan serta satwa endimik dan dilindungi di Sulawesi Utara.

Berikut screen capture dari halaman 41 Yaki Magz, dimana hasil wawancara tim dari Yaki Magz dengan saya.

HAL-14

Cerita mengenai Yaki Youth Camp itu sendiri dapat dibaca di Yaki Youth Camp Angkatan Ke-II ini.

Kain Motif Pinawetengan Semakin Diminati

Kain Pinawetengan

Satu lagi kearifan budaya orang Minahasa diabadikan lewat industri kreatif. Kearifan itu berupa pola yang diekspresikan dalam motif kain pinawetengan. "Corak kain pinawetengan diambil dari guratan gambar yang ada di situs budaya watu pinawetengan yang ditemukan sejak tahun 1888 oleh penduduk Kanonang," ujar Marketing Executive PT. Bina Bilina Cendekia, Ronald Mamahit ketika ditemui di sela-sela Pameran dalam rangka Festival Danau Tondano, tahun lalu.

Pengembangan motif pinawetengan sendiri sebagai sebuah industri kain baru dimulai tahun 2005. Adalah Yayasan Institut Seni Budaya Sulawesi Utara di Tompaso, Minahasa yang memelopori penggunaan motif tersebut pada aplikasi kain. "Saat sekarang kami memproduksi kain berupa kain songket, kain tenun dan juga kain print dengan motif pinawetengan," tambah Ronald yang siang itu memamerkan berbagai corak kain pinawetengan.

Lanjutkan membaca “Kain Motif Pinawetengan Semakin Diminati”