Jika ke Tomohon, Mampirlah di Wihara dan Pagoda yang Indah Ini

PAGODA-TOMOHON

Walau Kota Tomohon, Sulawesi Utara didominasi oleh penganut agama Kristen, namun kota yang menjunjung tinggi pluralisme ini terdapat wihara yang sangat indah.

Letaknya di Kelurahan Kakaskasen II, Kecamatan Tomohon Utara. Namanya Vihara Buddhayana. Selain sebagai tempat ibadah umat Buddha, wihara ini menjadi salah satu destinasi wisata di Tomohon.

Letak Vihara Buddhayana begitu strategis. Di hadapan wihara, pengunjung dapat menyaksikan pemandangan Gunung Lokon yang menjadi ikon Kota Tomohon.

Di sekeliling wihara hamparan hijau dan bunga-bunga menambah keindahan suasana. Selain suasana pemandangan dan hawa yang sejuk, wihara ini menawarkan keindahan arsitektur dari bangunannya. Lanjutkan membaca “Jika ke Tomohon, Mampirlah di Wihara dan Pagoda yang Indah Ini”

TIUP BIA

img_20170123_110628-01

#23~365

Deky Rindengan (67), warga Tinoor meniup bia (rumah kerang laut) ketiga kalinya sesaat sebelum ibadah pemakaman dimulai. Tiupan pertama saat acara akan dimulai, tiupan kedua saat pelayat mulai berkumpul

Di pemakaman ini, Deky mengaku telah menjalankan tugasnya sebagai peniup bia yang ke 605. Setiap kali dia selesai bertugas, dia mencatatnya di buku agenda. Tidak semua bisa meniup bia, kata Deky. “Waktu 17 Agustus dibikin lomba agar ada warga lain yang bisa juga meniup, tapi memang susah meniupnya,” ujar lelaki yang merupakan generasi keempat peniup bia di Tinoor ini.

Dalam cara yang berbeda, selain di Tinoor, di Kinilow dan Kakaskasen dan beberapa wilayah di Tomohon, meniup bia masih bagian dari tradisi saat ada warga yang meninggal. Padahal Tomohon merupakan daerah agraris. Semestinya tradisi ini ada di masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.

Deky menjelaskan dulu sebenarnya pakai sperak (petasan bambu), tetapi dilarang oleh kolonial Belanda. Bia kemudian menjadi pengganti. Tradisi ini juga dianggap sebagai subtitusi lonceng gereja.

#merasakanindonesiamu #minahasa #tinoor #tradisi #traditional #jurnal_rb #bia #tomohon #bia

UJANG-UJANG

tinu

#4~365

Hujan (ujang, orang Manado bilang) terus menguyur sejak semalam dari Manado hingga ke lokasi pemotretan di Mahawu, Tomohon.

Tapi karena harus tetap motret, dinginpun datang menyerang. Jeda waktu siang mampir di warung makan di Tomohon. Saya pun memesan dua porsi: Tinutuan dan Mie Brenebon. Lanjutkan membaca “UJANG-UJANG”

Ini 7 Keunikan Khas Tomohon yang Perlu Wisatawan Tahu

PUTRI-BUNGA

Tomohon merupakan salah satu kota yang selalu dituju oleh para pejalan jika sedang berada di Sulawesi Utara. Kota yang berada di ketinggian ini menawarkan hawa sejuk dibandingkan dengan Manado.

Kami mencoba merangkum 7 alasan anda harus mengunjungi Tomohon. Berikut catatatannya.

1. Gunung Berapi

Kota Tomohon diapit oleh dua gunung berapi, gunung api Lokon yang terus aktif dan gunung api Mahawu yang sudah tidak erupsi. Lokon bahkan menjadi ikon kota Tomohon dengan kawah Tompaluan-nya yang terus mengeluarkan asap.

Sesekali, Lokon erupsi melontarkan material vulkanik. Tetapi justru karena material vulkanik itulah Tomohon dianugerahi dengan tanah yang subur. Bagi pejalan yang mempunyai hobi mendaki gunung, Lokon dapat didaki hingga mendekati bibir kawah, asal dalam status tidak berbahaya. Lanjutkan membaca “Ini 7 Keunikan Khas Tomohon yang Perlu Wisatawan Tahu”

Dari Tungku Sederhana Itu, Sem Jadikan Anak-anaknya Sarjana

GULA MERAH - Sem, sedang menata gula aren yang baru saja selesai diolahnya.
GULA MERAH – Sem, sedang menata gula aren yang baru saja selesai diolahnya.

TOMOHON  — Tungku itu terletak di bagian belakang pada gubuk sederhana yang dibangun Yusuf Sem Wungow (64) di kebunnya.

Setiap hari, dia mengayuh sepeda sejauh tiga kilometer dari rumahnya di Lahendong Lingkungan 6, Kecamatan Tomohon Selatan, Sulawesi Utara (Sulut).

Walau usianya sudah senja, Sem tetap semangat menyalakan api di tungkunya setiap hari. Sebab, dari tungku itulah dia bisa berbangga dengan apa yang dicapainya.

Kalo ndak mo kase manyala ini dodika, ndak mo dapa doi. Itu doi dari dodika ini tu kase kita pe anak-anak jadi sarjana. (Kalau tidak menyalakan api di tungku ini, tidak akan dapat uang. Uang itulah yang membiayai anak-anak saya menjadi sarjana),” cerita Sem dengan dialek Manado, Selasa (29/3/2016).

Tungku yang dimaksud adalah tungku yang dibuatnya dengan menggali tanah berbentuk segi empat berukuran setengah meter dengan kedalaman sekitar 60 sentimeter.

Lanjutkan membaca “Dari Tungku Sederhana Itu, Sem Jadikan Anak-anaknya Sarjana”

Menyeruput Kopi di Danau Tiga Warna Linouw

Danau-Linouw-2Kota Tomohon di Sulawesi Utara mempunyai sederet destinasi wisata alam yang memesona, berkat kesejukan hawanya. Sebut saja agrowisata Rurukan, perkebunan bunga di kaki gunung Lokon, Kawah Mahawu, Bukit Doa, taman wisata Kelong dan lokasi keren lainnya.

Kehadiran gunung api Lokon membawa keuntungan tersendiri karena material vulkanisnya menyuburkan tanah. Keaktifan gunung api itu juga membawa keunikan tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Lahendong, di mana sumber panas bumi keluar hingga ke permukaan tanah. Tak heran mendatangi Lahendong langsung disambut dengan bau belerang menyengat. Saking banyaknya panas bumi di daerah ini, Pertamina memanfaatkannya sebagai salah satu sumber energi bagi pembangkit listrik dan keperluan lainnya.

Lanjutkan membaca “Menyeruput Kopi di Danau Tiga Warna Linouw”

Melihat Kawah Gunung Api Mahawu yang Indah

Kawah Mahawu.

TOMOHON, – Sulawesi Utara memang dikenal memiliki beberapa gunung api. Sebut saja Gunung Api Lokon di Kota Tomohon yang super aktif. Lalu ada Gunung Api Soputan di Minahasa Selatan, Gunung Api Karangetang, Gunung Api Awu, Gunung Api bawah laut Mahangetang di Nusa Utara.

Di Tomohon sendiri selain Soputan sebenarnya masih ada satu lagi gunung api, yakni Mahawu. Berbeda dengan Lokon yang terus meletus itu, Mahawu relatif aman bahkan dikategorikan gunung api non aktif.

Kawah Mahawu.
KAWAH — Kawah Gunung Api Mahawu. Dikejauhan nampak Gunung Api Lokon dan Pulau Manado Tua yang seolah terapung di laut Sulawesi.
Yang menarik dari Mahawu adalah puncaknya yang mudah untuk dijangkau. Kendaraan roda empat pun sudah bisa sampai ke dekat puncak. Ini karena pemerintah Kota Tomohon telah membuat jalan akses yang bagus ke Mahawu.

Lalu di sekitar puncak Gunung Mahawu Dinas Kehutanan menjaga dan merawat hutan di sana. Berbagai tanaman diberi nama sekaligus tertera nama yang menanamnya. Lanjutkan membaca “Melihat Kawah Gunung Api Mahawu yang Indah”

Agrowisata Murah di Rurukan, Tomohon

Lahan-Perkebunan

Menyambangi kota Tomohon, tidaklah lengkap jika tidak mampir ke Rurukan. Rurukan terdiri dari dua desa, yakni Desa Rurukan dan Rurukan Satu, yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Tomohon Timur.  Dengan luas wilayah lebih dari 500 km2, Rurukan terkenal dengan perkebunan sayur mayurnya.

Terletak di daerah ketinggian, kaki Gunung Mahawu, udara Rurukan sangat sejuk. Tak heran, sewaktu-waktu kabut tebal datang secara tiba-tiba menyelimuti semua areal. Jika ingin datang menikmati sunrise, jangan lupa mengenakan pakaian tebal atau mengenakan jaket. Udara dingin yang menusuk siap menyambut.

Rurukan sangat mudah ditempuh dari Manado. Hanya berjarak kurang lebih 1 jam waktu tempuh dengan kenderaan bermotor. Begitu memasuki Rurukan, kita telah disambut dengan hamparan kebun pertanian yang dikelola secara tradisional. Bedeng-bedeng tanaman berbentuk terasering menambah keindahan pemandangan yang tersaji.

Lanjutkan membaca “Agrowisata Murah di Rurukan, Tomohon”