CORAL TRIANGLE DAY SIAP DIGELAR

CTD_Web_Button_Animated Beberapa organisasi dan stakeholder yang peduli lingkungan siap menggelar Hari Segitiga Karang (Coral Triangle Day) yang dijadwalkan pada tanggal 9 Juni nanti.

Coral Triangle Day yang untuk pertama kalinya dilaksanakan tahun ini, diharapkan akan menjadi event tahunan yang bertujuan untuk menunjukkan pentingnya konservasi laut, serta meningkatkan kepedulian keanekaragaman hayati laut.

Area Coral Triangle Day meliputi enam negara di Asia-Pasific termasuk Indonesia, Malayasia, Papau Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor Leste yan menyimpan kekayaan jenis ikan karang lebih dari 3.000 jenis.

Area yang sangat luas itu juga dikenal sebagai area pemijahan dan jalur perlintasan migrasi berbagai jenis tuna yang memiliki nilai jual tinggi serta memiliki potensi produksi dengan total sebesar seperlima dari produksi dunia.

Lanjutkan membaca “CORAL TRIANGLE DAY SIAP DIGELAR”

DPL Bahoi

DPL-1

Daerah perlindungan laut (DPL) diyakini sebagai salah satu upaya efektif dalam mengurangi kerusakan ekosistem pesisir, yaitu dengan melindungi habitat penting wilayah pesisir, khususnya ekosistem terumbu karang. Selain itu DPL juga penting bagi masyarakat setempat sebagai salah satu cara meningkatkan produksi perikanan (terutama ikan yang berasosiasi dengan terumbu karang), memperoleh pendapatan tambahan melalui kegiatan penyelaman wisata bahari, dan pemberdayaan pada masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan sumberdaya mereka.

Desa Bahoi yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara memiliki struktur ekosistem wilayah pesisir yang lengkap seperti hutan mangrove, padang lamun dan terumbu karang yang merupakan pembentuk mata rantai ketahanan pangan laut.

Bahoi dapat dicapai dari Manado dengan menggunakan kendaraan melalui jalan darat dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Desa ini dapat dicapai dari pelabuhan Likupang dengan perahu taksi selama 40 menit. Demikian pula Bahoi dapat diakses dari terminal Pasar Likupan dengan kenderaan umum.

Lanjutkan membaca “DPL Bahoi”

Kab. Kepl. Siau Tagulandang Biaro siap berpartisipasi dalam WOC dan CTI Summit 2009

imagesSebuah perhelatan akbar berskala international sebentar lagi akan dihelat di Sulawesi Utara, tepatnya di Kota Manado. Event International dengan tajuk World Ocean Conference (WOC) dan Coral Triangle Intiative (CTI) 2009 menjadikan Sulawesi Utara diperbincangkan secara global. Konferensi Kelautan Dunia ini merupakan inisiatif murni Indonesia, lebih khusus atas dasar pemikiran briliant dari SH. Sarundajang sebagai Gubernur Sulawesi Utara.

Dalam event yang akan dilaksanakan medio Mei 2009 ini akan dihadiri oleh ratusan perwakilan negara yang berkepentingan terhadap kelestarian dan keanekaragaman kekayaan laut serta pentingnya terumbu karang sebagai salah satu penyangga ekosistem kelautan dunia. Jelas, kehadiran ribuan orang dari berbagai belahan dunia akan membawa dampak yang sangat positif bagi dinamika masyarakat Sulawesi Utara pada umumnya.

Lanjutkan membaca “Kab. Kepl. Siau Tagulandang Biaro siap berpartisipasi dalam WOC dan CTI Summit 2009”

SUMBER DAYA ALAM DAN POTENSI WILAYAH KAB. KEPL. SITARO

(Diolah dari Bahan Pemaparan pada Forum Temu Pemerintah Kab. Kepl. Sitaro dengan Kalangan Pelaku Ekonomi di Hotel Quality Manado, 11 Oktober 2008)

 

Beberapa tawaran investasi di Kabupaten Kepulauan Sitaro:

1.      Penyediaan sarana transportasi eksport komoditi Pala ke Negara tujuan.

2.      Pembangunan pabrik pengolahan pala.

3.      Penyediaan kapal-kapal penampung ikan.

4.      Pembangunan pabrik ikan dan pabrik es.

5.      Budidaya terumbu karang dan rumput laut.

6.      Pembangunan cottage dan sarana wisata lainnya di Pulau Biaro, Mahoro, Buhias dan pulau-pulau lainnya.

7.      Penambahan sarana transportasi laut rute Siau-Manado, sehingga rute tersebut dapat dilayari pada setiap harinya.

8.      Adanya pelayaran kapal fery.

9.      Adanya Warung Internet.

10.  Investasi di sektor informal.

FAKTOR PENDUKUNG

·         Adanya jaminan keamanan.

·         Jarak tempuh dari ibukota propinsi yang relative dekat.

·         Kemudahan pengurusan izin.

KENDALA-KENDALA

·         Minimnya fasilitas penunjang seperti kemampuan suplai tenaga listrik dan air bersih, serta ketersediaan bahan bakar minyak (BBM)

·         Belum lancarnya sarana komunikasi seperti Internet dan Telepon pada beberapa wilayah.