Karamoy, Dari Pemburu Jadi Pengasuh

Karamoy-2

Karamoy sedang mengamati keberadaan Maleo

 

Karamoy Maramis (69) sudah beranjak dari pembaringan ketika mentari belum muncul. Di pagi yang gelap dan dingin, dirinya  bersiap menuju hutan yang tepat berada di belakang tempat tinggalnya, sebuah Pos Penjaga Hutan milik Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNWB) yang dijadikan basecamp Maleo Project WCS IP di Tambun, Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Setiap hari, dua kali Karamoy harus mengitari area seluas 2,6 hektar yang sudah dipagari. Dia diberi tugas oleh Wildlife Conservation Society Indonesia Program (WCS IP) Maleo Project sebagai pengawas aktivitas spesies Macrocephalon maleo, unggas endemik Sulawesi.

"Saya harus berjalan pelan-pelan. Takut mengusik kehadiran maleo yang akan datang bertelur. Mereka liar dan takut akan kehadiran manusia. Jika tahu ada orang, mereka enggan bertelur," ujar Karamoy sambil mengendap-endap di antara rimbunnya tanaman, Jumat (28/9/2012) subuh .

Lanjutkan membaca “Karamoy, Dari Pemburu Jadi Pengasuh”