Kesetiaan Pak Tomo, 11 Tahun Menjadi Penjaga Maleo

Tomo-1

Dulu Tomo Lumamay (46) adalah seorang pemburu telur Maleo. Kini, sudah 11 tahun dia mendedikasikan hidupnya menjadi penjaga Pos Penelitian Maleo di Muara Pusian yang dibangun Wildlife Society Indonesia Program (WCSIP) Sulawesi Utara. Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), tepatnya di Desa Pusian, Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow.

"Burung-burung liar itu sudah seperti peliharaan saya," kata Tomo, Kamis (27/09/2012) subuh ketika bersiap menuju spot pengamatan tempat Maleo bertelur di dekat bentaran Sungai Dumoga yang membela TNBNW.

Setiap pagi Tomo harus mengintai di bangunan pengintai yang dibangun oleh WCS. Lelaki berpostur kecil ini harus duduk diam berjam-jam tanpa banyak bergerak untuk menunggu datangnya Maleo bertelur. "Mereka sangat sensitif, jika tahu ada orang, burung itu akan langsung terbang," kata Tomo.

Lanjutkan membaca “Kesetiaan Pak Tomo, 11 Tahun Menjadi Penjaga Maleo”

Mereka Tak Berharap pada PLN

4R Bunyi putaran kincir air di sebuah bangunan sangat sederhana mengusik Tim 12 Days Exploratory Photo Expedition ketika tiba di Desa Mengkang. Tanpa dikomando dan beristirahat, Tim yang menggunakan 4 mobil dari Manado dengan jarak tempuh sekitar 5 jam langsung menuju sumber bunyi tersebut.

Rasa ingin tahu anggota Tim Berburu Foto 12 Hari di 5 Kabupaten Sulawesi Utara itu, akhirnya terjawab. Ternyata kincir air itu merupakan bagian dari Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Tidak ada yang istimewa dari pembangkit listrik tersebut. Tetapi yang mengugah adalah, bahwa PLTMH yang berkapasitas 10.000 watt tersebut merupakan inisiatif murni dari masyarakat desa Mengkang.

Desa Mengkang merupakan salah satu desa di Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Desa ini menjadi penting letaknya karena berada di tengah-tengah Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Taman Nasional yang berada di dua Provinsi tersebut, yakni Sulawesi Utara dan Gorontalo memiliki luas wilayah 287.115 hektar, dengan 62,32% berada di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow bagian Timur.

Infrastruktur jalan akses menuju Mengkang masih sangat memprihatinkan. Setelah melewati Desa Mopusi, dua sungai berbatu menanti untuk diseberangi. Kondisi ini menjadikan suplai listrik ke Desa Mengkang belum menjadi prioritas dari PLN, buktinya sampai dengan kunjungan Tim 12 Days Exploratory Photo Expepedition pada 15 November 2011, Desa Mengkang belum terjamah jaringan listrik PLN.

Lanjutkan membaca “Mereka Tak Berharap pada PLN”