Walau Berlantai Tanah Berdinding Bambu Beratap Rumbia, Mereka Tetap Semangat Sekolah

Sebuah ironi dari bumi Porodisa, Talaud

Noldy Lumangkiba, sedang mengajar siswanya di SMA Udamakatraya, desa Bannada, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud.
Noldy Lumangkiba, sedang mengajar siswanya di SMA Udamakatraya, desa Bannada, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud.

Tak mudah mencapai desa Bannada, sebuah desa yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Gemeh, Kabupaten Kepulauan Talaud yang merupakan kabupaten paling Utara dan berbatasan dengan Filipina. Akses jalan yang sulit dan masih jauh dari layak sebagai sarana transportasi umum membuat desa ini seperti terisolasi dari pembangunan. Setidaknya dibutuhkan perjalanan sekitar lima jam dari Melonguane ibukota Talaud.

Beberapa sarana umum memang sudah disediakan pemerintah termasuk sekolah dasar dan sekolah menengah (SMP), tapi tidak dengan sekolah menengah lanjutan atas (SLTA). Para siswa yang lulus dari SMP hanya punya pilihan melanjutkan ke Sekolah Menengah Kejuruan di Gemeh yang aksesnya juga susah, dan jika ingin ke SLTA harus ke kecamatan lain.

Melihat kondisi ini, beberapa warga yang prihatin dan dibantu oleh sebuah yayasan kemudian berinisiatif mendirikan SMA Udamakatraya di Bannada. “Sekolah ini didirikan pada tahun 2012, dananya dari kami secara swadaya warga desa,” ujar Ketua Pembangunan Sekolah Zakarias Potoboda, Kamis (9/7/2015) lalu.

Lanjutkan membaca “Walau Berlantai Tanah Berdinding Bambu Beratap Rumbia, Mereka Tetap Semangat Sekolah”

KASTANISASI PENDIDIKAN

Headline-2-Mei
"Sobat, da baca ente share di grup Komunitas Walekofi-ESA tadi, boleh mo tanya? Kita pe anak yg sekolah di salah satu SMA negeri di Manado, sampe skarang ndak boleh ambe tu hasil mid semester, krn blum bayar komite sekolah. Apa ente pe saran?" 

(Sobat, setelah membaca yang anda share di group Komunitas Walekofi-Esa tadi, bolehkah saya bertanya? Anak saya yang sekolah di salah satu SMA Negeri di Manado, sampai sekarang tidak boleh mengambil hasil test Mid Semester, karena belum melunasi Uang Komite Sekolah. Apa saran anda? – Red)

Demikian kalimat pembuka sebuah diskusi di salah satu group jejaring sosial yang meramaikan makna pendidikan di Hari Pendidikan Nasional. (diskusinya dapat diikuti disini: http://on.fb.me/IGpEBq)

Gerah rasanya membaca kalimat diatas, apalagi jika disandingkan dengan headline sebuah koran lokal yang terbit di Manado pada Selasa, 1 Mei 2012 kemarin. Tertulis dengan huruf bold dan dalam ukuran besar, seorang profesor ternama di Manado harus menyiapkan dana hampir 1 milyar untuk menyekolahkan anaknya ke sebuah perguruan tinggi.

Lanjutkan membaca “KASTANISASI PENDIDIKAN”