Bangsa Pelupa

Gedung-Tua Bukan anti modernisasi. Tidak ada yang bisa menolak arus modernisasi, apalagi yang tinggal di perkotaan. Bahkan, bangsa kita harus dipacu untuk menghasilkan karya-karya kreatif dan modern agar bisa sejajar dengan negara lain. Namun modernisasi yang sering diidentikan dengan pembangunan berkelanjutan akan menjadi kehilangan makna jika harus menghancurkan atau menggusur nilai-nilai kesejarahan yang kita miliki. Nilai-nilai itulah yang telah menjadi sumber kearifan lokal selama ini.

Sebuah adagium, “lupa kacang akan kulitnya” mungkin bisa menggambarkan kondisi bangsa kita saat sekarang kaitannya dengan ingatan masa lalu. Adagium itu identik dengan reportoar “Petruk Dadi Ratu.” Sebuah lakon yang menggambarkan Petruk yang jelata sedang berada diatas tahta kekuasaan dengan memangku perempuan sexy nan bahenol, sambil mencekik botol minuman keras. Lakon yang merepresentasikan ikon jahat betapa kekuasaan, uang dan perempuan bisa membuat orang lupa akan kesejatiaan dirinya.

Milan Kundera, Novelis asal Rusia itu pun pernah bilang bahwa salah satu perjuangan terberat manusia adalah perjuangan melawan lupa. Kita memang bangsa pelupa. Berbagai fenomena kekerasan yang menguras kesenduhan dan tragis mengoyak bangsa ini semakin membenarkan bahwa kita sedang hidup dan berkawan dengan sesama bangsa yang suka lupa. Kita hampir selalu lupa dengan sejarah bangsa kita sendiri.

Lanjutkan membaca “Bangsa Pelupa”

SUENDUMANG

Beberapa waktu lalu, saya memperoleh sebuah buku. Buku tersebut awalnya ditulis tangan, namun kemudian dirapihkan dengan ketikan mesin tik. Adalah Hans Barik (seorang pegawai di Dinas Pertanian Kab. Kepl. Sitaro) yang mengoleksi buku tersebut. Menurut Hans, Ia memperolehnya secara langsung dari keluarga penulis buku itu.

Hans Barik sangat berkeinginan untuk mempublikasikan isi buku tersebut, agar supaya banyak orang yang mengetahui isi dari buku tersebut, terisitimewa memahami apa yang dimaui oleh penulis. Sejauh ini, menurut Hans belum ada satupun usaha untuk menerbitkan secara massal buku tersebut.

Buku itu diberi judul: SANGIHE TALAUDE, SUENDUMANG disusun  oleh D. MANATAR. Dalam prakata tertera tanggal Agustus 1994 sebagai akhir dari penyusunan buku tersebut. Namun dalam pengantarnya yang singkat itu, D. Manatar menyatakan bahwa, Ia sejak 1936 sampai 1978 berusaha menghubungi sebanyak 26 orang sebagai narasumber bukunya. Salah satu narasumbernya adalah catatan tangan dari W.M.P. Mocodompis yang tak lain Raja Manganitu yang gugur dibawah kuasa pedang samurai Jepang pada 19 Januari 1945.

Usaha penyusunan kepingan-kepingan narasumber tersebut dimulai sejak Agustus 1982 ketika D. Manatar mendapat himbauan dari Prof Dr. M. Makagiansar, M.A.  Namun seperti yang diakui oleh penyusun, Ia tidak ditunjang dengan sarana yang memadai (mesin ketik, kertas dan karbon serta penulisan manual pada beberapa aksara daerah) membuat buku tersebut baru selesai disusun pada 1994.

Lanjutkan membaca “SUENDUMANG”

Link Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Indonesia

Berikut saya postingkan, beberapa link mengenai sejarah kerajaan-kerajaan (dinasti) yang pernah ada di Indonesia.

  • The KITLV / Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies has specialized in collecting information and advancing research on the present and former Dutch colonies and their surroundings since 1851. Today it is an authoritative research institute focussing on Southeast Asia, in particular Indonesia, and the Caribbean, especially Suriname, the Dutch Antilles and Aruba. Our collections, publications and research encompass the humanities and the social sciences, ranging from colonial history to present-day social issues. KITLV houses sizeable and diverse collections, a leading publishing unit, and changing research projects. 

    KITLV Situs ini berisi puluhan ribu koleksi buku, journal, majalah, photo mengenai kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Indonesia. Sebuah koleksi yang sangat berharga untuk dipelajari. Tak ketinggalan beberapa koleksi mengenai sejarah kerajaan yang pernah ada di Nusa Utara, termasuk Siau dapat ditemui di website ini.

 

  • Gehe Geheugenvannederland, berupa situs yang juga berisi puluhan ribu koleksi foto-foto sejarah. Website ini berbahasa Belanda. Terdapat banyak foto mengenai masa lalu Nusa Utara, termasuk Siau.

 

 

  • Maritim Maritiem Digital, website yang berisi koleksi meseum maritim Negeri Belanda. Aslinya situs ini berbahasa Belanda, tetapi terdapat fasilitas mentranslate dalam bahasa Inggris. Ketika saya mencoba mengetikan keyword “siaoe”, mesin pencarinya menampilkan 43 hits yang berhubungan dengan Siau.

Link-link tersebut dikirimkan oleh D.P. Tick (pusaka.tick@tiscali.nl), yang merupakan Secretary Pusat Dokumentasi Kerajaan2 di Indonesia "Pusaka" di Negeri Belanda, yang selama ini menjalin komunikasi aktif dengan saya. Dan beliau telah memberikan beberapa koleksi berharga, termasuk beberapa foto sejarah masa lalu kerajaan-kerajaan yang ada di Nusa Utara.

Catatan: jika anda ingin mencari keyword di situs-situs diatas, hendaknya menggunakan ejaan bahasa Indonesia yang lama, atau kata yang berkaitan dengan sejarah pada masa lalu. Seperti contoh jika anda ingin mencari sesuatu yang berhubungan dengan Cirebon, sebaiknya ditulis Tjirebon, atau Siaoe untuk Siau.

 

Daftar Raja-Raja Tagulandang

Kiriman Tulisan Dari D.P. Tick

I have a list of the rajas and kepala swapraja of Tagulandang, but sometimes i don’t know from whom a raja is a descendant.maybe some of you can help me.
You can also write directly to my e-mailbox.thank you for all.

Daftar Raja2 Kerajaan Tagulandang
(List Of The Rajas Of The Principality Of Tagoelandang)

1). Ratu Lohoraung (Ca. 1570)
2). Raja Balango (Grandson;1609-1645/9)
3). Raja/Datu Wawiosi Bawias;As Christian Called Anthony Bapias (1649-1675;Grs)
4). R. Philip Anthoniszoon Aralungnusa (1675-1720;Son)
5). R. Johannis Batahi Jacobus Manihise (Or Philip Jacobus) (Son Of Sister;1720-1753)
6). R. Andries(Josef?)Tamarol (Descended From Whom?;1755-1782(Died);Appointed 16-8-1754;I Wonder,Who Was Ruling 1753-1755)
7). R. Cornelis(Christiaan)Tamarol (1782-1798;Son)
8). R. Philip Jacobszoon (1798-1820;Descended Of Who?)
9). R. Johannes Philip Jacobszoon (182-1842/3(Deposed);Son)
10). R. Frederik Philip Jacobszoon/Kambea (1843-1851(Died;Son)
11). R. Lukas Philip Jacbszoon/Tuwombango (Son;1851-3 March 1871), Died;Became Muslim)
12). R.Christiaan (Christijn) Matheoszoon/Makahiking (871-1885;Until 1874 Temporary Raja;Descended From Whom?)
13). One Source Also Gives R. Laurens Philip Jacobs/Karangetang (1881-1885;Descended From Whom?)
14) R. Salmon Bawole (1885-28 April 1901;Abdicated;I Have Picture Of Him)
15) R. Laurentius Manuel Tamara (1901-1912;A Minahassa Nobleman) (I Have Picture Of Him)
16). R. Cornelis Tamaleroh (1912-1917), (Abdicated;Descended From Whom?)
 After Him To Suitable Succesor Could Be Found,So The Rajas Of Siau Were In That Time Temporary-Rajas As Well Of Tagulandang
17). R. Anthonie Jafet Kansil Bogar Of Siau (Temp. Raja;1917-1918, D. November)
18). R. A. Demsey Laihad (Cousin;Temp. Raja Of Siau;1918-1919/20)
19). R. Lodewijk Nicolaas Kansil Of Siau (Cousin;1920-1922;In 1929 Deposed As Raja Of Siau)
20). Hendrik Philip Jacobs/Melempe (1922-1935;Descended From Whom?;Signed Contract As Raja With Holland 18-12-1922;1929-1930 Also Temp. Raja Of Siau;I Have Picture Of Him)
21). Frans Pieter Parengkuan (Minahasa Government Official;1935-1937)
22). Willem Philip Jacobs/Simbad (Son 20;Temp. Caretaker;1937-1944;Executed Begin (Januari)1945 By Japan)
23). Regent Paul Tiendas (Minahassa Person;1944-1946;Abdicated;Born Ca. 1901)
24). Hermanus Obed Hamel (1946-1949;With Title Jogugu/Vice-Raja)
25). Philip(S) Willem Jacobs (Son 22;1949-1951(?);Title:Asisten Wedana;B. Ca. 1928)
25-29). Until 1959 There Were 5 Other Kepala Swapraja,But I Dion’t Know Their Names.
 
Also I Would Like To Know The Chief Of The Dynasty/Main Person In The Dynasty.
Thank You For All.

Hormat Saya:
D.P. Tick Grmk/Pusaka.