Gambar

Foto Makam Raja-raja Siau

Di pulau Siau terdapat banyak jejak sejarah berupa benda-benda cagar budaya, termasuk makam Raja-raja Siau yang hingga kini masih bisa dibilang baik. Beberapa di antaranya telah dipugar dan diperbaiki, tetapi banyak pula yang masih dibiarkan sebagaimana adanya.

Terlepas dari komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan jejak sejarah yang tersimpan dari makam para raja tersebut, berikut saya publish beberapa foto makam Raja-raja Siau yang terdapat di Ulu. Pejelasan detilnya nanti menyusul kemudian.

RAB-Makam-Raja-Siau-1 Lanjutkan membaca “Foto Makam Raja-raja Siau”

Berawal Dari Sebuah Roman (Sekelumit Perjuangan Pemuda Siau zaman Hindia Belanda)

Pit ( Tulisan ini merupakan bagian dari Buku Kawasan Sangihe-Talaud-Sitaro, Daerah Perbatasan Keterbatasan Pembatasan, hasil kolaborasi Winsulangi Salindeho dan Pitres Sombowadile. Sebuah buku yang sangat layak dimiliki oleh orang Nusa Utara. Buku yang sangat komprehensif menguraikan permasalahan yang dihadapi kawasan Nusa Utara. Telah beredar cukup lama di beberapa toko buku.)

 

Pembentukan PNI Cabang Siau menariknya bermula dari lahirnya sebuah karya sastra seorang tokoh Siau bernama Gustaf Erens Dauhan tahun 1925. Karya itu adalah sebuah roman berjudul ‘Rahasia Utara’. Roman ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Anna yang jadi korban kawin paksa. Secara kebetulan satu eksemplar roman itu jatuh ke tangan pemimpin Stambul Dardanella di Bandung

Dardanella yang merupakan kelompok tonil (teater) paling menonjol Indonesia di masa Belanda tertarik dengan roman itu dan berminat mementaskannya. Pemimpin Darnella pun melayangkan surat permintaan izin pengarangnya agar membolehkan kisah itu ditampilkan sebagai lakon tonil Dardanella.

Terkait dengan pementasan karyanya itu G.E. Dauhan ke Bandung tahun 1927. Saat itu usianya baru 27 tahun. Di kota kembang inilah Dauhan bertemu, berkenalan dan akhirnya berkawan ketal dengan Ir. Soekarno yang juga peminat seni drama. Tonil dilihat Soekarno sebagai sarana menyampaikan gagasan-gagasan penyadaran pembebasan bangsa. Bahkan tokoh bapak bangsa ini adalah penulis drama dimasa pembuangannya di Bengkulu.

Ir. Soekarno merupakan salah satu pemuda di pentas kesadaran pergerakan kebangsaan kala itu. Dia mendirikan Perserikatan Nasional Indonesia (PNI) pada tahun saat dia berkenalan dengan Dauhan (1927). Organisasi itu kemudian dirubah jadi lebih tegas sebagai organisasi polotik kebangsaan pada tahun 1928 dengan mengganti namanya menjadi Partai Nasional Indonesia.

Lanjutkan membaca “Berawal Dari Sebuah Roman (Sekelumit Perjuangan Pemuda Siau zaman Hindia Belanda)”

Link Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Indonesia

Berikut saya postingkan, beberapa link mengenai sejarah kerajaan-kerajaan (dinasti) yang pernah ada di Indonesia.

  • The KITLV / Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies has specialized in collecting information and advancing research on the present and former Dutch colonies and their surroundings since 1851. Today it is an authoritative research institute focussing on Southeast Asia, in particular Indonesia, and the Caribbean, especially Suriname, the Dutch Antilles and Aruba. Our collections, publications and research encompass the humanities and the social sciences, ranging from colonial history to present-day social issues. KITLV houses sizeable and diverse collections, a leading publishing unit, and changing research projects. 

    KITLV Situs ini berisi puluhan ribu koleksi buku, journal, majalah, photo mengenai kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Indonesia. Sebuah koleksi yang sangat berharga untuk dipelajari. Tak ketinggalan beberapa koleksi mengenai sejarah kerajaan yang pernah ada di Nusa Utara, termasuk Siau dapat ditemui di website ini.

 

  • Gehe Geheugenvannederland, berupa situs yang juga berisi puluhan ribu koleksi foto-foto sejarah. Website ini berbahasa Belanda. Terdapat banyak foto mengenai masa lalu Nusa Utara, termasuk Siau.

 

 

  • Maritim Maritiem Digital, website yang berisi koleksi meseum maritim Negeri Belanda. Aslinya situs ini berbahasa Belanda, tetapi terdapat fasilitas mentranslate dalam bahasa Inggris. Ketika saya mencoba mengetikan keyword “siaoe”, mesin pencarinya menampilkan 43 hits yang berhubungan dengan Siau.

Link-link tersebut dikirimkan oleh D.P. Tick (pusaka.tick@tiscali.nl), yang merupakan Secretary Pusat Dokumentasi Kerajaan2 di Indonesia "Pusaka" di Negeri Belanda, yang selama ini menjalin komunikasi aktif dengan saya. Dan beliau telah memberikan beberapa koleksi berharga, termasuk beberapa foto sejarah masa lalu kerajaan-kerajaan yang ada di Nusa Utara.

Catatan: jika anda ingin mencari keyword di situs-situs diatas, hendaknya menggunakan ejaan bahasa Indonesia yang lama, atau kata yang berkaitan dengan sejarah pada masa lalu. Seperti contoh jika anda ingin mencari sesuatu yang berhubungan dengan Cirebon, sebaiknya ditulis Tjirebon, atau Siaoe untuk Siau.

 

Tahun 1927 tibalah di Ulu Siau Saudara GE Dauhan (Geda)

Pengantar:

Berikut, saya sajikan Kiriman Tulisan dari Bapak Anthony Kansil yang bermukim di Washington DC, Amerika. Tulisan tersebut merupakan tulisan dari Ayahnya sewaktu di Siau dulu. Tulisan ini saya anggap bermanfaat bagi kita semua, karena kita bisa menelusuri sejarah Siau dari apa yang tersaji dalam tulisan tersebut. Tulisan ini, merupakan sajian yang pertama dari sekian banyak tulisan yang telah dihasilkan oleh Ayah Anthony Kansil. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

———————————————————

40 (empat puluh) tahun masa kerja sebagai pegawai negeri.

Motto : Apapun juga akan terjadi dengan perobahan2 struktur pemerintahan, sebagai alat Negara yang setia dan jujur kan tetap juga sebagai Pegawai negeri……EA Kansil.

Aku adalah seorang pegawai negeri terus menerus bekerja dalam kantor pemerintahan selama 40 (empat puluh) tahun lamanya.

Yakni terhitung mulai  1 Desember 1926 s/d 1 Desember 1966, Ayahku Matias Salele Kansil telah meninggal dunia sewaktu umurku baharu 7 tahun. Pangkat ayah sewaktu meninggal adalah Djogugu di Ondong Siau, dan kakekku(opa) Manalang Doelag Kansil sewaktu hidup adalah Radja Siau yang menandakan bahwa aku adalah keturunan Radja2 dari pulau Siau sejak dari dotuk kami Don Franciscus Xaverius Batahi.

Lanjutkan membaca “Tahun 1927 tibalah di Ulu Siau Saudara GE Dauhan (Geda)”