Gambar

FOTO: “Bermain Sampah Bersama Ayah”

BERMAIN SAMPAH BERSAMA AYAHBocah ini menemani ayahnya yang memulung botol-botol plastik bekas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo, Kota Manado. Dari mengais barang-barang bekas dari produksi sampah warga Kota Manado yang dibuang di TPA Sumompo itu, ratusan orang menggantungkan hidup mereka dengan cara berjuang melawan beraneka kuman dan bibit penyakit yang ikut terbawa sampah. Tapi seperti wajah sang bocah dan ayahnya yang seakan sudah kebal dari ancaman berbagai penyakit tersebut, mereka telah mampu beradaptasi dengan sampah yang semakin menggunung dan bau menyengat yang menusuk hidung.

Kapasitas TPA Sumompo kini telah melebihi daya tampungnya seiring dengan laju pertumbuhan penduduk Kota Manado. Dari catatan yang ada, setiap tahun volume produksi sampah di Manado terus meningkat. Jika pada tahun 2011 volume sampah sebanyak 828.812 meter kubik (m3), maka pada tahun 2012 meningkat menjadi 840.960 m3 dan di 2013 menyentuh angka 940.703 m3, sedangkan di 2014 mencapai 980.865 m3. Tahun ini diperkirakan produksi volume sampah warga Manado terus meningkat secara signifikan. Lanjutkan membaca “FOTO: “Bermain Sampah Bersama Ayah””

Merubah Paradigma Pengelolaan Sampah dengan Bank Sampah

Sampah Merubah cara pandang kita dalam memperlakukan sampah adalah prinsip dasar dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Paradigma pengelolaan sampah yang bertumpu pada pendekatan akhir sudah saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma baru pengelolaan sampah. Sampah harus dipandang sebagai sumber dana yang mempunyai nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan. Pemanfataan sampah yang bernilai ekonomis misalnya dapat dijadikan kompos dan pakan ternak.

Adapun prinsip utama yang benar dalam mengelola sampah adalah mencegah timbulnya sampah, menggunakan ulang sampah serta mendaur ulang. Jika prinsip ini dijalankan dengan benar dan konsisten, maka akan mendatangkan hasil akhir yang nyata. Pengelolaan sampah yang benar pada akhirnya akan mengurangi polutan, mendatangkan manfaat ekonomi dan menjadikan lingkungan bersih. Jika lingkungan bersih otomatis kesehatan masyarakat juga terjaga.

Namun merubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah seperti prinsip diatas tidaklah mudah. Masyarakat kita secara kultural sudah terbiasa membuang sampah langsung ke tempat pembuangan sampah. Bahkan jamak ditemui, kebiasaan masayarakat kita yang seenaknya membuang sampah tidak pada tempatnya.

Lanjutkan membaca “Merubah Paradigma Pengelolaan Sampah dengan Bank Sampah”