KAWALUSO

_mg_9685

#14~365

Dua bocah kakak beradik ini tertidur lelap di hammock yang dibuat dari jaring ikan, yang diikat oleh ayah mereka di pohon kelapa di Pulau Kawaluso.

Kawaluso merupakan satu dari 11 pulau terluar di wilayah Sulawesi Utara yang memiliki luas wilayah 0,9 km2. Di pulau ini terdapat Titik Dasar nomor TD.053A  dan Titik Referensi nomor TR.053. Letak geografis pulau ini berada di Utara Pulau Sangihe dan secara administrasi berada di Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Penduduk kampung Kawaluso tidak lebih dari 1000 jiwa dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan, dan petani jika laut sedang ombak tinggi. Hasil pertanian  berupa bahan makanan hanya untuk keperluan /konsumsi sendiri seperti sagu, bete atau talas dan singkong.

Menurut tuturan dari Tua-tua Kampung, penduduk Desa Kawaluso mulai ada sekitar tahun 1800 an.  Pada zaman penjajahan Belanda seorang yang bernama Mamudi dibuang oleh pemerintah Belanda karena diketahui sebagai dukun yang melakukan praktek ilmu hitam. Kemudian menyusul Taguriri seorang pengembara yang berasal dari Tahuna (namun ada juga yang mengatakan dari Siau) yang kemudian menetap dipulau Kawaluso.  Setelah Taguriri, datang lagi seorang pengembara yang bernama Takumansang dari Kendar Sawang, yang kemudian membentuk suatu komunitas dan lama kelamaan berkembang menjadi suatu kampung.

Pulau Kawaluso merupakan pulau yang fisiografisnya terdiri dari perbukitan dan sedikit dataran. Komposisi lahan pulau ini terdiri dari lahan basah, lahan kering, semak, belukar, lahan terbuka, dan terumbu karang. Sebagian besar daerah perbukitan dipergunakan sebagai lahan perkebunan, selebihnya mulai ditanami dengan tanaman palawija.

Keadaan Pulau yang hampir seluruhnya berbukit ini memiliki kemiringan lereng berkisar antara 30º – 50º.  Pulau Kawaluso dulunya dikelilingi oleh karang yang berbentuk seperti kawat yang dalam bahasa Sangihe disebut huso.
Dari 11 pulau terluar yang ada di Sulut, 10 pulau sudah saya datangi. Semoga tahun ini berkesempatan mengunjungi 1 pulau lagi.

#sangihe #sanger #pulau #island #pulau_terluar #border_area #kepulauan #jurnal_rb #child #children #anak #instachild #insta #merasakanindonesiamu

Marisa, Bidan Kontrak di Pulau Batuwingkung yang Sering Talangi Obat Pasien

PENGABDIAN - Marisa Siagian berfoto usai melayani pasien di pulau Batuwingkung, Sangihe.
PENGABDIAN – Marisa Siagian berfoto usai melayani pasien di pulau Batuwingkung, Sangihe.

SANGIHE — Siang itu panas terik menyengat di pulau Batuwingkung. Sebuah desa di Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Perlu menyeberang lautan dengan perahu dari daratan Sangihe untuk ke Batuwingkung.

Namun terik itu tak menyurutkan langkah Marisa Siagian (27), mengunjungi seorang anak kecil. Bidan kontrak itu harus melewati jalan setapak naik turun. Maklum pasien terbaring dan tidak bisa dibawa ke Puskesmas Pembantu (Pustu).

“Bocah ini sudah beberapa hari panas tinggi,” ujar Marisa sambil menyeka peluhnya, Rabu (4/5/2016). Sejurus kemudian, wanita cantik ini lalu mengerjakan tugasnya. Memeriksa pasien dan memberikan obat yang diperlukan.

Usai menangani bocah itu, Marisa lalu beranjak ke rumah warga lainnya. Seorang wanita paruh baya telah menanti kunjungannya, mengharapkan pemeriksaan kesehatan dari lulusan Politeknik Kesehatan Manado itu.

Lanjutkan membaca “Marisa, Bidan Kontrak di Pulau Batuwingkung yang Sering Talangi Obat Pasien”