TERIK

_mg_9848

#15~365

Para pelajar Sekolah Dasar di pulau Kawuso ini, berhenti sejenak, dan saling memberi minum, saat pulang sekolah.

Sekolah mereka yang berlokasi di bawah bukit sementara rumah mereka berada di atas bukit, membuat perjalanan pulang sekolah menjadi aktifitas yang menguras tenaga. Apalagi kemiringan jalan yang harus dilalui mencapai 45 derajat, dan iklim yang cukup panas di salah satu Pulau Terluar yang berada di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara itu.

Namun walaupun begitu, semangat pelajar di daerah perbatasan NKRI ini, mampu mengalahkan keterbatasan yang ada di pulau mereka.

Teringat kami yang menyesal karena menampik tawaran diantar dengan motor ke lokasi Balai Desa, karena mengira jalannya tak seterjal yang dikira.

(Mengenai Kawaluso ada di postingan sebelum ini)

#jurnal_rb #kawaluso #pulau #island #pulau_terluar #sangihe #child #anak-anak #pelajar #nkri #merasalanindonesiamu #inspirasipendidikan #inspirasinegeri #pendidikan #education #natgeoindonesia #pesonaindonesia #ngi

KAWALUSO

_mg_9685

#14~365

Dua bocah kakak beradik ini tertidur lelap di hammock yang dibuat dari jaring ikan, yang diikat oleh ayah mereka di pohon kelapa di Pulau Kawaluso.

Kawaluso merupakan satu dari 11 pulau terluar di wilayah Sulawesi Utara yang memiliki luas wilayah 0,9 km2. Di pulau ini terdapat Titik Dasar nomor TD.053A  dan Titik Referensi nomor TR.053. Letak geografis pulau ini berada di Utara Pulau Sangihe dan secara administrasi berada di Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Penduduk kampung Kawaluso tidak lebih dari 1000 jiwa dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan, dan petani jika laut sedang ombak tinggi. Hasil pertanian  berupa bahan makanan hanya untuk keperluan /konsumsi sendiri seperti sagu, bete atau talas dan singkong.

Menurut tuturan dari Tua-tua Kampung, penduduk Desa Kawaluso mulai ada sekitar tahun 1800 an.  Pada zaman penjajahan Belanda seorang yang bernama Mamudi dibuang oleh pemerintah Belanda karena diketahui sebagai dukun yang melakukan praktek ilmu hitam. Kemudian menyusul Taguriri seorang pengembara yang berasal dari Tahuna (namun ada juga yang mengatakan dari Siau) yang kemudian menetap dipulau Kawaluso.  Setelah Taguriri, datang lagi seorang pengembara yang bernama Takumansang dari Kendar Sawang, yang kemudian membentuk suatu komunitas dan lama kelamaan berkembang menjadi suatu kampung.

Pulau Kawaluso merupakan pulau yang fisiografisnya terdiri dari perbukitan dan sedikit dataran. Komposisi lahan pulau ini terdiri dari lahan basah, lahan kering, semak, belukar, lahan terbuka, dan terumbu karang. Sebagian besar daerah perbukitan dipergunakan sebagai lahan perkebunan, selebihnya mulai ditanami dengan tanaman palawija.

Keadaan Pulau yang hampir seluruhnya berbukit ini memiliki kemiringan lereng berkisar antara 30º – 50º.  Pulau Kawaluso dulunya dikelilingi oleh karang yang berbentuk seperti kawat yang dalam bahasa Sangihe disebut huso.
Dari 11 pulau terluar yang ada di Sulut, 10 pulau sudah saya datangi. Semoga tahun ini berkesempatan mengunjungi 1 pulau lagi.

#sangihe #sanger #pulau #island #pulau_terluar #border_area #kepulauan #jurnal_rb #child #children #anak #instachild #insta #merasakanindonesiamu

Mendaki di Pulau Baling-Baling dan Rasakan Sensasinya

VIEW MEMPESONA - Pengunjung sedang meneruni salah satu punggung bukit di Pulau Baling-Baling.
VIEW MEMPESONA – Pengunjung sedang meneruni salah satu punggung bukit di Pulau Baling-Baling.

JIKA anda ingin merasakan bagaimana mendaki dengan kemiringan sekitar 60 derajat dan tetap merasa fun, coba datangi Pulau Baling-Baling. Pulau kecil yang berada di depan Desa Tumbak, Kecamatan Posomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara ini dijamin memberikan sensasi pada perjalanan wisata anda.

Berperahu dari tepi pantai Tumbak, Pulau Baling-Baling dapat ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit. Tepi pantainya dipenuhi batu-batu kecil dan pecahan karang, maklum di sekitar pulau eksotis ini terdapat banyak hamparan karang. Anda akan mulai mendaki dengan menyusuri gundukan tanah di antara rerumputan yang sudah dibuat mirip tangga oleh warga setempat.

Rumputnya pun unik, dan tumbuh secara berkelompok dengan membentuk lingkaran-lingkaran kecil, mirip di film anak-anak Teletubbies. Tak heran banyak pengunjung menyebut pulau ini dengan nama Pulau Teletubbies. Begitu mendaki, sudut kemiringannya sudah mencapai sekitar 60 derajat, tak jarang pengunjung harus menggunakan kaki dan tangannya sekaligus untuk terus mendaki.

Lanjutkan membaca “Mendaki di Pulau Baling-Baling dan Rasakan Sensasinya”