Foto dan Data Sebagian Patung-Patung di Kota Manado

Keberadaan patung di sebuah kota selain penambah estetika, dapat pula berfungsi sebagai landmark. Pembangunan sebuah patung  jelas harus melalui kajian sejarah atau cerita dibalik objek patung tersebut. Beberapa patung di kota-kota besar bahkan menjadi ikon bagi kota tersebut. Ketika orang menyebutnya, orang pasti akan ingat kota yang dimaksud. Sebut saja Tugu Pancoran di Jakarta atau Patung Suro dan Boyo di Surabaya.

Manado juga mengoleksi beberapa patung yang menyimpan sejarah dan cerita masing-masing. Berikut beberapa yang sempat diabadikan melalui kamera saya dan teman saya Hermondo Kasiadi.

1. Patung Dotu Lolong Lasut

Dotu-Lolung-Lasut

Dotu Lolong Lasut adalah seorang tokoh perjuangan yang berhasil mengusir penjajah dari Portugis untuk menjajah Wenang pada saat itu. Oleh karena itu nama Dotu Lolong Lasut tetap dikenang sepanjang masa oleh masyarakat Sulawesi Utara lebih khusus masyarakat Manado dan Minahasa.

Di lokasi patung itu juga terdapat makam Dotu Lolong Lasut yang lahir pada bulan November 1450 dan meninggal pada tahun 1520. Pada nisan tugu tersebut tertulis : Dotu Lolong Lasut alias Ruruares Teterusan dan Kepala Agama Tombulu yang sudah merintis dan membangun TUMANI negeri WENANG kemudian berkembang menjadi Manado.

Patung Dotu Lolong Lasut dibangun pada tahun 1987, dan hingga kini masih berdiri tegak di Taman Kesatuan Bangsa, Pasar 45 Manado.

Lanjutkan membaca “Foto dan Data Sebagian Patung-Patung di Kota Manado”