GURAKA

img_20170119_150656-01
#20~365

Berisitirahat sore di Pantai Wai Ipa, pulau Sulabesi, Sanana, Kabupaten Kepuluan Sula, Maluku Utara. Pemilik warung menawarkan saya minuman Guraka, karena kondisi demam, flu, sakit kepala yang menyerang dari kemarin.

Guraka dibuat dari jahe, dimasak dengan gula merah dan disajikan bersama biji buah kenari.

Wai Ipa yang dekat dengan pusat Sanana, menjadi tujuan warga kala sore sambil menikmati pisang goreng dan beraneka kue dan minuman lainnya. Beberapa nelayan mencari ikan dan anak-anak memancing dengan latar Pulau Mangoli di sebelah kiri.

Cuaca yang tidak bersahabat menambah bad mood saya memotret, kerena tubuh tidak fit.

#jurnal_rb #sanana #waiipa #wisata_sula #maluku_utara #maluku #merasakanindonesiamu #kuliner #culiner #food

Mari Menikmati Pasir Putih Tambio’e Sambil Menunggu “Sunset”

Pantai-Tambioe-1Pasir putih itu memanjang ratusan meter, seolah memasrahkan diri diempas buih-buih ombak kecil yang datang dari lautan bebas. Orang lokal menyebut pantai itu dengan nama Tambio’e. Sebuah pantai indah di tepi jalan Beo, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara.

Inilah salah satu pantai yang mempesona di Pulau Karakelang, pulau terbesar di Talaud, kabupaten perbatasan yang ada di ujung Utara Sulawesi. Talaud menjadi garda terdepan NKRI yang berhadapan langsung dengan negara Filipina. Beberapa pulaunya, seperti Intata, Marore, Marampit bahkan menjadi patokan tapal batas Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) perairan Indonesia dengan negara lain.

Di Tambio’e anda dapat merasakan lembutnya pasir putih yang eksotis, tanpa gangguan yang berarti. Embusan angin dari lautan Pasifik menambah suasana romantis. Ajaklah para bocah yang rajin datang ke pantai itu untuk bermain bola. Dengan senang hati mereka akan meladeni anda. Jika merasa capai, tunggulah para nelayan merapatkan perahu mereka ke pantai dan belilah beberapa ekor ikan yang baru saja ditangkap.
Lanjutkan membaca “Mari Menikmati Pasir Putih Tambio’e Sambil Menunggu “Sunset””

Long Beach Bungin, Pesona Pasir Putih Sepanjang 2000 Meter

IMG_4297

Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara memiliki garis pantai yang sangat panjang, 602 kilometer. Garis pantai itu membentang dari Poigar yang berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Selatan hingga ke Sangtombolang yang berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Sepanjang garis pantai tersebut, terhampar pantai-pantai yang indah dengan ciri khasnya sendiri. Salah satunya adalah Pantai Bungin di Desa Motabang, Kecamatan Lolak. Pantai dengan hamparan pasir putih ini memanjang sejauh lebih dari 2000 meter.

Dengan bentangan alam dan view yang indah, Bungin kini perlahan menjadi destinasi wisata bahari di Bolaang Mongondow. "Dulunya pantai ini belum dilirik. Tetapi lewat pendekatan pada masyarakat setempat, kini potensinya mulai terlihat," ungkap Farly Nantudju salah satu koordinator PNPM Lingkungan Mandiri Perdesaan (PNPM-LMP) beberapa hari lalu, ketika kompas.com menyambangi Pantai Bungin.

Lanjutkan membaca “Long Beach Bungin, Pesona Pasir Putih Sepanjang 2000 Meter”

Potensi Wisata Sitaro yang Belum Termaksimalkan

(Sajian Eksotisme Kawasan Pantai dan Gunung Api Yang Masih Virgin)

(artikel ini merupakan artikel saya untuk dimuat di Explore Indonesia edisi Januari 2009)

Kabupaten Sitaro termasuk dalam bentangan laut dan ratusan pulau di Kawasan SaTas (Sangihe Talaud), yang terletak paling utara Indonesia. Secara administratif, Kabupaten Sitaro berada dalam wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Nama kabupaten ini diambil dari akronim 3 pulau besar dalam wilayahnya, yakni Siau, Tagulandang dan Biaro.

Kabupaten Sitaro sendiri terdiri dari 47 pulau, 10 pulau diantaranya berpenghuni dan 37 pulau lainnya tidak berpenghuni, kebanyakan diantaranya merupakan pulau batu. Kawasan ini mempunyai karakteristik geologis khas yang merupakan gugusan karang ( atol ) di dasar laut. Gususan karang yang bertumbuh inilah yang menyembul ke permukaan laut dan menjadi pulau. Penduduk lokal menamakannya napo.

Napo Pasige dan Mahoro

p-pasigeNapo-Napo ini menjadi berkah tersendiri bagi penduduk di Sitaro. Salah satu Napo yang telah menjadi pulau definitif adalah Pasige alias Passighi atau juga Pasiak di Gugusan Pulau Tagulandang. Terletak tidak jauh dari Pulau Ruang. Pulau ini kecil, rendah dan datar. Bahkan jika air pasang tinggi, pulau Pasige hampir tengelam. Tidak ada penghuni yang tinggal di pulau ini, tetapi pulau ini menjadi surga bagi nelayan menangkap ikan dan teripang.

Lanjutkan membaca “Potensi Wisata Sitaro yang Belum Termaksimalkan”

Air Panas di Pantai Temboko Lehi, Kampung Mini

Air Panas LehiJika anda berkunjung ke Pulau Siau, sempatkan diri ke Kampung Mini. Kampung Mini relatif mudah dijangkau. Dengan Ojek (Sepeda Motor yang menarik penumpang), perjalanan ke Mini lebih kurang 20 menit dari Ondong, Ibukota Kabupaten Siau Tagulandang Biaro.
Di Lehi, Mini ini anda akan menemui salah satu hasil karya Gunung Karangetang. Berbeda dengan air panas di daerah lain. Air Panas Lehi merupakan hasil pertemuan antara sumber air panas dari Gunung Api Karangetang dengan air laut. Yang mengeluarkan uap panas adalah air laut di pinggiran Pantai Temboko. Sungguh merupakan suatu sajian alam yang indah.

Lanjutkan membaca “Air Panas di Pantai Temboko Lehi, Kampung Mini”