MAKALEHI – Misteri Tengkorak Tembo Yonding, Danau Eksotis dan Kehidupan Nelayan

Makalehi-1

Pulau Makalehi berada dibawah administrasi Kecamatan Siau Barat. Pulau ini merupakan pulau terluar dari Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, bahkan merupakan salah satu dari 92 pulau terluar Indonesia.

Pulau ini berbentuk kerucut yang terpancung oleh letusan dahsyat Kala Pilo-Plistosen. Kawahnya terbuka ke arah barat daya. Mengakibatkan Pulau ini sangat indah dilihat dari udara yang merupakan perpaduan pasir pantai, bertemu birunya laut yang bergradasi dari muda ke tua.

Luas Pulau Makalehi + 300 Ha. Masyarakatnya 100 persen nelayan. Sehingga sangat ideal untuk menikmati wisata kehidupan masyarakat. Potensi hasil perikanan tangkap yang memadai merupakan salah satu objek yang patut diexplorasi. Masyarakatnya ahli membuat Kapal Pajeko (kapal penangkap ikan) dengan keterampilan alamiah.

Kawah dari pulau ini membentuk sebuah danau yang sangat indah untuk dinikmati dari atas bukit yang mengelilinginya. Hampir seluruh masyarakat Makalehi hidup di sekitar danau.

Lanjutkan membaca “MAKALEHI – Misteri Tengkorak Tembo Yonding, Danau Eksotis dan Kehidupan Nelayan”

Mercusuar Makalehi

mercusuar

Mercusuar itu berdiri kokoh diatas bukit  Pulau Makalehi. Hanya dijagai oleh dua penjaganya yang setia dengan kegersangan bukit, menara itu lalu menjadi pertanda bahwa ditengah lautan di barat Pulau Siau ada sebuah pulau yang menjadi salah satu titik batas Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pulau Makalehi, salah satu dari sekian pulau terluar RI seolah teronggok sendiri dengan segala keterbatasannya. Kapal-kapal besar yang melewatinya hanya sekedar menyapanya karena ketika malam hari, lampu mercusuar yang mati menyala itu memberi tanda, “aku juga butuh perhatian dan sentuhan,” sebagaimana jeritan anak-anak pulau, mereka yang tidak punya kegiatan lain selain melaut itu, menjerit kapan mereka bisa menikmati pabrik es berdiri di pulau mereka. Sebab tanpa cool storage maka anak-anak pulau itu tidak bisa melaut saban hari. Mau dikemanakan hasil tangkapan ikan kalau tidak ada kapal penampung yang datang dari Bitung atau Manado?. Mercusuar, biarlah kau tetap terus menyala dan memberi signal bahwa Pulau Makalehi juga merupakan salah satu dari kekayaan kita.