Semangat Open Data untuk Transparansi Pemerintahan

Opini ini telah terpublis lebih dulu di Harian Metro Manado edisi Kamis dan Jumat (9-10/3/2017) dan Portal BeritaManado.com edisi Kamis (9/3/2017) *

Kelompok satu dari Manado mengalami kesulitan saat ingin mendapatkan data angka kematian bayi tahun 2015 per kabupaten/kota di Sulawesi Utara. Data mengenai angka kematian bayi itu akan dikomparasi dengan jumlah bidan, untuk mendukung dugaan awal. Hipotesanya adalah semakin banyak jumlah bidan, maka akan mereduksi angka kematian bayi saat dilahirkan.

Hipotesis ini dibangun sebagai jawaban atas tantangan menggunakan teknik open data sewaktu Workshop Data Driven Journalism dilaksanakan di Ternate pada 3-5 Maret 2017. Workshop itu dilaksanakan oleh AJI Indonesia yang didukung oleh USAID. Dua hari sebelumnya, kelompok ini juga mengikuti Full Day Training on Data Journalism yang diselenggarakan oleh Satu Data Indonesia, JARING, PPMN di Manado.

Salah satu semangat yang didorong pada point kedua Nawacita Presiden Joko Widodo adalah soal keterbukaan data pemerintah. ‘Kami akan membuat Pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola Pemerintahan yang bersih, efektif, demokrasi dan terpercaya’, begitu rumusan point kedua Nawacita itu. Terusannya adalah, ‘membuka akses informasi publik, mendorong partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik dan pengelolaan badan publik’. Lanjutkan membaca “Semangat Open Data untuk Transparansi Pemerintahan”