BIAPONG dan KOPI

rumah kopi kawangkoan

#5~365

Tiga orang tua ini merupakan bagian dari para lelaki Kawangkoan yang punya kebiasaan mendatangi rumah kopi kala pagi dan sore hari. Mendatangi Kawangkoan di Minahasa tak lengkap jika tak mampir mencicipi Biapong (Bakpao khas Kawangkoan) dan menyecap kopinya. Di sini terdapat beberapa kedai kopi legendaris, seperti Kedai Kopi Gembira, Kedai Kopi Sarina dan Kedai Kopi Toronata. Lanjutkan membaca “BIAPONG dan KOPI”

MEMAKNAI PENGUCAPAN SYUKUR

07-07---MENJELANG-PENGUCAPA

Pagi ini, Senin (9/7/2012) masih ada satu dua kenderaan yang datang dari arah Minsel menuju kota Manado yang salah satu muatannya Nasi Jaha. Kalau itu kenderaan roda dua, bambu yang nampak bekas hangusnya itu diikat di samping boncengan. Bukan cuma satu ujung, paling tidak ada 3 ujung yang dibawa pulang. Itu ole-ole dari Pengucapan Syukur kemarin, Minggu (8/7) di Minahasa Selatan dan juga di beberapa daerah lainnya di tanah Minahasa. Tetapi Minsel-lah yang paling ramai dan punya magnet yang sangat kuat. Mampu membuat harga sewa kenderaan yang biasanya hanya Rp 250 ribu perhari melonjak hingga Rp 1 juta. Semua ingin ke pengucapan.

Inilah tradisi kultural masyarakat Minahasa: "Pengucapan Syukur". Sebuah tradisi yang sudah mengakar setua masyarakat yang mendiami jazirah Utara Sulawesi.

Sebagaimana komunitas primordial lainnya, orang Minahasa punya identitas budaya etnis. Nusantara bersyukur memiliki keragaman tradisi budaya semacam ini, tetapi mungkin hanya di Minahasa yang bisa disebut sebagai sebuah fenomena, karena keutamaannya. Sehingga merasa "berdosalah" jika orang kampung tidak pulang merayakan pengucapan.

Lanjutkan membaca “MEMAKNAI PENGUCAPAN SYUKUR”

Taman Makam Imam Bonjol Kurang Diperhatikan

_MG_2488 Selain dikenal sebagai “negeri seribu gereja” Minahasa juga menyimpan wisata sejarah yang menarik. Makam Imam Bonjol yang terletak di Desa Lota, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa salah satunya.

Makam Tuanku Imam Bonjol sendiri berada dalam sebuah bangunan bergaya khas Sumatera Barat. Sebagaimana bentuk bangunan Sumetera Barat, atapnya berbentuk bagonjong. Imam Bonjol sendiri merupakan pahlawan nasional yang terkenal pada masa Perang Padri (1821-1837) di Tanah Minang.

Imam bonjol merupakan ulama yang berpengaruh di bumi Nusantara pada waktu itu. Untuk meredam pengaruhnya, Belanda harus mengasingkannya jauh-jauh dari ranah Minang, Sumatera Barat, ke Minahasa, Sulawesi Utara dan jasadnya dimakamkan di Desa Lota seperti saat sekarang.

Karena merupakan bagian dari sejarah, Makam Imam Bonjol masuk dalam daftar objek wisata sejarah maupun relegi. Banyak peziarah yang datang ke makam ini. Mereka pada umumnya berdoa di kompleks makam, terutama di sebuah bagunan berupa batu tempat Imam Bonjol sering melakukan sembayangnya.

Lanjutkan membaca “Taman Makam Imam Bonjol Kurang Diperhatikan”