In Picture: BALAPAN RODA SAPI KALAWAT

Ternyata tidak hanya di Jawa ada Lomba Balapan sapi, di Minahasa Utara juga ada Lomba Balapan Roda Sapi. Berbeda dengan di Jawa, di Minahasa Utara, Joki yang mengendalikan sapi berdiri di atas sebuah gerobak yang mempunyai roda dari kayu.

Menurut penuturan beberapa warga yang ditemui, lomba balapan roda sapi ini sudah ada sejak dari nenek moyang mereka. Mereka mengakui ini merupakan salah satu tradisi yang masih terus terpelihara di tanah Minahasa.

Berikut beberapa foto Lomba Balapan Roda Sapi yang berlangsung di Lintasan Mega Kapuk, Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara, 5 Oktober 2013.

CEPAT - Sapi-sapi yang dilombakan adalah sapi unggulan yang memiliki kecapatan lari yang baik.
CEPAT – Sapi-sapi yang dilombakan adalah sapi unggulan yang memiliki kecapatan lari yang baik.

Lanjutkan membaca “In Picture: BALAPAN RODA SAPI KALAWAT”

Mereka Bertekad Ganti BBM dengan Briket Arang

Briket Arang

Bertje Salindeho (36) begitu semangat menjelaskan apa yang sedang dikerjakan oleh kelompoknya di bangsal Kelompok Kumbang yang dipimpinnya. Siang itu, sekitar 30-an ibu yang tergabung dalam Kelompok Kumbang, Desa Lantung, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara sedang memproduksi briket arang aktif dari tempurung kelapa.

Sejak Maret 2012 mereka mendapat dana stimulus dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Lingkungan Mandiri Perdesaan (PNPM-LMP) sebagai modal pembeliaan alat produksi dan tenaga pelatih. "Kami memilih kegiatan pembuatan briket arang ini karena harga minyak tanah yang sudah sangat mahal. Di desa ini, kami harus membeli minyak tanah Rp 13.000 sebotol," jelas Bertje.

Ketersediaan bahan baku yang melimpah, berupa tempurung kelapa juga menjadi alasan Kelompok Kumbang mengembangkan briket arang. Sebagian besar warga Lantung memang punya kebun kelapa, sehingga tempurung tergolong melimpah. Tempurung kelapa yang sudah dikeringkan dibakar kemudian dihancurkan sehingga menjadi potongan-potongan yang lebih kecil.

Lanjutkan membaca “Mereka Bertekad Ganti BBM dengan Briket Arang”

Memanfaatkan Limbah Sebagai Sumber Penghasilan

Salmon

Salmon Mamahi pekerja serabutan di Desa Bahoi, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara telah dengan bijak memanfaatkan beberapa limbah menjadi sesuatu yang dapat mendatangkan penghasilan bagi keluarganya.

Pria 39 tahun ini dengan cermat dapat membuat beberapa kerajinan tangan. Diantaranya mengolah tempurang kelapa menjadi asbak, vas beserta bunganya, limbah kayu menjadi ikan hias, miniatur perahu dan tiruan burung. Demikian pula dengan sabut kelapa yang diubat menjadi asbak besar, serta beberapa kerajinan tangan lainnya yang kesemuanya dari bahan yang sudah tidak terpakai lagi.

Desa Bahoi merupakan desa pesisir yang dikarunia keindahan alam yang mempesona. Berkat pendampingan yang dilakukan oleh Worldwild Conservation Society Indonesian Programme (WCS-IP) Sulawesi Utara dan PNMPM-LMP, Desa Bahoi menjadi desa wisata yang dikelola secara langsung oleh masyarakat. Konsep ekowisata merupakan pilihan bagi masyarakatnya dengan pertimbangan mempertahankan lingkungan alam yang ada.

Lanjutkan membaca “Memanfaatkan Limbah Sebagai Sumber Penghasilan”