Rumahku Masalahku

Rumahku

Sebuah pepatah bijak mengatakan, rumahku istanaku. Tentunya pepatah ini mengandung makna yang mulia. Rumah diibaratkan sebagai sebuah istana yang bisa memberikan kehangatan penuh. Semua kita memerlukan rumah. Seberapapun kecil dan sederhananya, sebuah rumah selayaknyalah menjadi tempat berlindung dan berkumpulnya keluarga. Rumah juga menjadi tempat istirahat serta sejumlah fungsi lainnya.

Tetapi mari kita melihat sedikit fakta yang ada. Saat ini jumlah penduduk Indonesia telah mencapai angka 240 juta jiwa dengan jumlah rumah tangga sekitar 61 juta. Dari angka tersebut, sekitar 78 persen penduduk Indonesia telah tinggal di rumah yang layak huni. Sisanya sekitar 22 persen penduduk atau 13 juta keluarga masih tinggal di daerah ilegal, rumah mertua, kontrak maupun menyewa rumah.

Saat sekarang membangun rumah tidak semurah dulu. Melambungnya harga bahan bangunan dan harga jual tanah yang semakin tinggi, membuat kesempatan kepemilikan lahan dan rumah semakin sulit. Tersedianya pengembang yang mau membangun rumah dan dijual dengan cara kredit memang membantu masyarakat untuk memiliki rumah. Tetapi acapkali banyak dijumpai permasalahan justru datang dari kepemilikan rumah yang diperoleh dari pengembang. Karena mekanisme jual beli rumah sering disertai dengan beragam permasalahan. Lihat saja sistem jual-bangun yang ada, dimana pengembang menawarkan dan menjual obyek perumahan baru kemudian membangunnya, menambah komplekstitas permasalahan kepemilikan rumah.

Lanjutkan membaca “Rumahku Masalahku”