Catat, 5 Wisata Gratis di Manado

Jembatan Seokarno menjadi ikon baru Kota Manado. / Foto: Liny Tambajong.
Jembatan Seokarno menjadi ikon baru Kota Manado. / Foto: Liny Tambajong.

Jika Anda sedang berada di Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, berbagai destinasi wisata tersedia untuk didatangi. Sebut saja pulau Bunaken dengan keindahan taman lautnya yang tersohor seantero dunia itu. Juga puluhan destinasi bahari lainnya di sekitar Manado juga sangat layak dikunjungi.

Tetapi untuk ke lokasi-lokasi itu, tentu dibutuhkan persiapan yang matang dan juga biaya yang tidak sedikit, terutama menyewa transportasi laut. Nah, bagi Anda yang berkantung pas-pasan, ada beberapa lokasi wisata di Manado yang tidak dipungut bayaran untuk masuk alias gratis dan tergolong mudah untuk didatangi. Berikut daftarnya.

Lanjutkan membaca “Catat, 5 Wisata Gratis di Manado”

Gambar

Banjir Kembali Rendam Manado, 11 Januari 2015

Januari tiba, khawatir pun menyapa. Mungkin suasana hati itu yang dirasakan dalam beberapa tahun terakhir oleh warga Kota Manado, khususnya yang tinggal di pemukiman rawan banjir dan longsor.

Januari 2014 tahun lalu, banjir bandang besar melumpuhkan kota Manado saat air melupa dahsyat pada 15 Januari. Setahun sebelumnya banjir juga membuat pemerintah kota kelimpungan menangani warganya yang menjadi korban. Tahun-tahun sebelumnya banjir juga kerap menyapa warga Manado. Selalu di awal tahun.

Banjir kini telah menjadi momok dan penyapa geliat kota di awal tahun. Jika hujan turun dan tak berhenti lebih dari 6 jam, warga yang tinggal di bentaran Kali Jengki dan Daerah Aliran Sungai Tondano (DAS) serta DAS Sawangan dipenuhi rasa khawatir, luapan air bercampur lumpur pasti kembali mengenangi rumah mereka serta memaksa mereka menyingkir ke tempat lebih aman.

11 Januari 2015, hujan yang turun seharian sehari sebelumnya, membuat air di DAS Tondano meninggi, lalu merembes ke pemukiman warga seperti Komo Luar, Ternate Tanjung, Kampung Tubir, Paal Dua dan beberapa wilayah lainnya. Tanah yang longsor ikut pula menambah penderitaan warga. Wali Kota Manado  Vecky Lumentut pun bahkan menetapkan Manado dalam status Darurat Bencana hingga 18 Januari 2015.

Berikut beberapa foto-foto yang sempat diabadikan oleh kontibutor F21STOCK.com. Foto-foto lengkapnya bisa diakses di website stock foto yang dikelola oleh LPM F/21 tersebut.

20150111_113528 Lanjutkan membaca “Banjir Kembali Rendam Manado, 11 Januari 2015”

Pesta Kembang Api Sambut Tahun Baru 2015 di Manado

Ribuan kembang api dilesatkan warga Kota Manado, Sulawesi Utara menyambut malam pergantian tahun dari 2014 ke 2015. Berbagai bentuk kembang api sudah dipasang sejak Rabu, 31 Desember 2014, petang.

Kembang api itu juga disertai dengan bunyi ledakan petasan beraneka ukuran. Tak hanya di satu tempat, bahkan di seantero sudut Kota Manado, petasan dan kembang api seakan bersahut-sahutan. Warga Manado terlihat enjoy dan menikmati malam itu. Padahal dua hari sebelumnya mereka dikwahatirkan dengan datangnya banjir saat cuaca buruk melanda Manado.

Walau tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, namun jelang pukul 00.00 WITA, seiiring dipadamkannya lampu-lampu jalan, langit Manado menggelegar dan diriuhkan kerlapan kembang api yang dahsyat. Ritual ini jadi seolah jadi kewajiban saban akhir tahun. Dan kota ini pun menenggelamkan doa-doa umat yang dipanjatkan beberapa jam sebelum bunyi “teng” tanda tahun 2015 dimulai.

Berikut saya sajikan beberapa foto kembang api yang dilesatkan itu, yang saya ambil dari lantai 11 Hotel Arya Duta yang terletdak di ruas jalan Piere Tendean (Boulevard).

MG_5928

Lanjutkan membaca “Pesta Kembang Api Sambut Tahun Baru 2015 di Manado”

FOTO-FOTO EVAKUASI WARGA TERJEBAK BANJIR DI MANADO

 

Minggu, 17 Februari 2013 merupakan hari kelabu bagi Warga Manado. 52 Kelurahan di 7 Kecamatan terendam banjir. Ribuan warga harus diungsikan.  Hingga Senin (18/2) tercatat ada 15 warga tewas akibat tertimbun tanah longsor dan terseret arus banjir.

Lanjutkan membaca “FOTO-FOTO EVAKUASI WARGA TERJEBAK BANJIR DI MANADO”

Dari Sekedar Jual Pisgor, Kini Jadi Desa Wisata

Pisang-Goreng-dan-Milu

Tidak hanya di Bali, pesisir pantai Manado juga merupakan lokasi yang tepat untuk menikmati sunset. Pada waktu-waktu tertentu, keindahan sajian semburat warna khas matahari terbenam akan tersaji dengan dahsyat di pantai Manado. Hermondo Kasiadi, salah satu fotografer di Manado berujar, "Sunset Manado selalu luar biasa, rasanya tidak pernah puas mengabadikannya," ujarnya.

Kemudahan akses membuat lokasi pesisir pantai Manado menjadi tempat favorit. Cukup dengan sekali naik angkutan umum dari pusat kota dan membayar dengan tarif Rp 2000, pengunjung sudah bisa mendatangi pantai Malalayang.

Lanjutkan membaca “Dari Sekedar Jual Pisgor, Kini Jadi Desa Wisata”

TORANG SAMUA BASUDARA – Jangan Sampai Tinggal Slogan


Teman saya bilang, “kalo torank samua basudara, kong kita mo kaweng deng sapa?” Sebuah kalimat candaan yang cukup menggelitik menanggapi slogan “Torang Samua Basudara” yang kembali jadi populer beberapa hari di Kota Manado, khususnya menjelang pelaksanaan Pekan Informasi Nasional (PIN) 2012.

Sebuah kebangaan bagi Kota Manado ketika kembali dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan ivent skala nasional. Ivent yang semestinya menjadi kampanye bagi penggunaan internet yang aman dan sehat.

Orang Manado, dan Sulawesi Utara khususnya terkenal dengan tingkat toleransi yang tinggi. Harmonisasi kehidupan yang terpelihara dengan baik. Ditengah-tengah benturan berbagai pengaruh budaya yang semakin liberal, orang Manado ternyata tetap teguh mempertahankan nafas kebersamaan dalam keterikatan persaudaraan. Lanjutkan membaca “TORANG SAMUA BASUDARA – Jangan Sampai Tinggal Slogan”

Lewat Blog Bisa Tampil di Metro TV

 

Menulis bagi saya merupakan sebuah rutinitas yang mengasyikkan. Selain di blog ini, ada beberapa ruang media yang selalu memposting tulisan-tulisan saya. Carlos Fuentes bilang, “Menulis adalah perjuangan melawan kesunyian.”

Dan memang benar, saya tidak merasa sepi ketika berkawan dengan pena dan kertas pada masa komputer masih barang mewah. Kini suara tak tik tuk keyboard komputer adalah sahabat setia saya saban hari. Menulis adalah salah satu seni menikmati hidup.

Dari sekedar menuangkan ide yang terlintas, gagasan yang terbesit bahkan hati yang sedang galau, ruang kosong selalu tersedia untuk diisi dengan tulisan. “Yang susah adalah memulainya,” demikian kata Maya Decline, seorang sahabat yang saya sudah anggap adik sendiri. Hmm, padahal dia kuliah di Jurusan Sastra. Seharusnya punya kepekaan untuk menuangkan pikiran dalam tulisan.

“Tulislah apa saja,” saya mencoba memberi motivasi. Jangan dulu membebani pikiran dengan tulisan-tulisan yang berat, opini misalnya. Mulailah dari menulis apa yang dialami. Soal kisah jalan-jalan misalnya, kita bisa menulis dalam gaya bercerita. Menuangkan apa yang kita rasa selama bepergian ke suatu tempat jelas tidak perlu bahan referensi yang berta-berat. Tulis saja apa yang dialami.

Lanjutkan membaca “Lewat Blog Bisa Tampil di Metro TV”

Foto dan Data Sebagian Patung-Patung di Kota Manado

Keberadaan patung di sebuah kota selain penambah estetika, dapat pula berfungsi sebagai landmark. Pembangunan sebuah patung  jelas harus melalui kajian sejarah atau cerita dibalik objek patung tersebut. Beberapa patung di kota-kota besar bahkan menjadi ikon bagi kota tersebut. Ketika orang menyebutnya, orang pasti akan ingat kota yang dimaksud. Sebut saja Tugu Pancoran di Jakarta atau Patung Suro dan Boyo di Surabaya.

Manado juga mengoleksi beberapa patung yang menyimpan sejarah dan cerita masing-masing. Berikut beberapa yang sempat diabadikan melalui kamera saya dan teman saya Hermondo Kasiadi.

1. Patung Dotu Lolong Lasut

Dotu-Lolung-Lasut

Dotu Lolong Lasut adalah seorang tokoh perjuangan yang berhasil mengusir penjajah dari Portugis untuk menjajah Wenang pada saat itu. Oleh karena itu nama Dotu Lolong Lasut tetap dikenang sepanjang masa oleh masyarakat Sulawesi Utara lebih khusus masyarakat Manado dan Minahasa.

Di lokasi patung itu juga terdapat makam Dotu Lolong Lasut yang lahir pada bulan November 1450 dan meninggal pada tahun 1520. Pada nisan tugu tersebut tertulis : Dotu Lolong Lasut alias Ruruares Teterusan dan Kepala Agama Tombulu yang sudah merintis dan membangun TUMANI negeri WENANG kemudian berkembang menjadi Manado.

Patung Dotu Lolong Lasut dibangun pada tahun 1987, dan hingga kini masih berdiri tegak di Taman Kesatuan Bangsa, Pasar 45 Manado.

Lanjutkan membaca “Foto dan Data Sebagian Patung-Patung di Kota Manado”

Suatu Sore di Pantai Malalayang

Pantai Malalayang, nama yang tak asing bagi Warga Manado. Pantai yang sudah menjadi salah satu ikon wisata Kota Manado ini mudah dijangkau. Maklum hanya berjarak sekitar 5 KM dari pusat kota, dan dengan mudah dijangkau melalui angkutan umum. Cukup bayar Rp. 2.000, pantai ini sudah bisa dicapai.

Sekilas tidak ada yang istimewa dari pantai yang sebagian sudah masuk wilayah Kabupaten Minahasa ini. Pondok-pondok penjual pisang goreng, milu bakar dan kopi menjadi salah satu ciri khasnya. Terdapat Monumen Tugu Boboca tepat di Batas Kota, tapal yang memisahkan Kota Manado dengan Kabupaten Minahasa.

Tapi, bukan itu yang saya mau sajikan dalam postingan kali ini. Bagi pehobby foto, khususnya lansekap, Pantai Malalayang bisa menjadi lokasi favorit berburu foto, terlebih jika sunset bermurah hati menampakkan semburat warnanya.

Lanjutkan membaca “Suatu Sore di Pantai Malalayang”

Koleksi Barang Bersejarah Ratman Asrar

18 

Ditengah keprihatinan kurangnya perhatian pemerintah terhadap aset-aset bernilai sejarah, Ratman Asrar tampil dengan kepedulian merawat koleksi benda-benda bersejarah.

Benda-benda bersejarah yang sebagian besar merupakan warisan kakeknya ini terpelihara cukup baik di rumahnya di daerah Tuminting. Ratusan foto Sulawesi Utara pada zaman dulu seolah menjadi lembaran sejarah yang bercerita.

Juga masih terdapat banyak rol film yang belum sempat dicetak. Demikian pula manuskrip, uang kertas, koin, piringan hitam, majalah, koran,dan barang berharga lainnya. Semuanya bernilai sejarah.

Ratman Asrar sehari-hari bekerja sebagai Fasilitator PNPM. Dia punya kepedulian yang tinggi terhadap koleksi barang bersejarah Sulawesi Utara. Ketika didatangi di rumahnya pada Kamis (17/05), Ratman memperlihatkan ratusan koleksi keluarganya yang terpelihara dan terjaga rapi.

Lanjutkan membaca “Koleksi Barang Bersejarah Ratman Asrar”

Daftar Sebagian Objek Wisata di Manado

_MG_0946

Walaupun kecil, tetapi Kota Manado mengoleksi sejumlah tempat wisata. Mulai dari objek wisata seni, budaya, belanja, kuliner maupun wisata sejarah. Letak Kota Manado dipinggir pantai juga memberikan sebuah anugerah bagi Kota Manado dengan wisata baharinya. Sebut saja Taman Laut Nasional Bunaken yang sudah sangat terkenal. Demikian pula dengan Pantai Siladen atau Pulau Manado Tua.

Berikut daftar sebagian objek wisata Kota Manado:

Lanjutkan membaca “Daftar Sebagian Objek Wisata di Manado”