LETER C

leter-e

#39~365

Tahun 1884 Belanda mengreorganisasi Wijk di Manado menjadi 3: Wijk Leter A dan Leter B khusus orang Belanda, dan Wijk Leter C sebagai Kampung Cina.

Pemerintah kolonial Belanda ketika menjajah Indonesia, suka membagi-bagi klas masyarakat. Klas dan keistimewaan ini pun berlaku di Manado, pusat Keresidenan Manado. Orang Belanda dan penduduk istimewa memiliki pemukiman khusus di pusat Kota Manado, yang telah mulai dirintis sejak awal penjajahan, masa Kompeni (VOC, sebelum berganti pemerintah Hindia-Belanda).

Kampung-kampung istimewa tumbuh di Bendar Manado, sekarang masuk Kecamatan Wenang, lokasi yang di masa lalu disebut ‘distrik’ hoofdplaats Manado, pusat pemerintahan dan perdagangan. Hunian orang Belanda terdiri 6 kampung, tersebar di utara dan selatan Benteng Nieuwe Amsterdam. Di dekatnya, Kampung Cina di Calaca sekarang, dan kemudian Kampung Arab di Istiqlal sekarang. Berikut Kampung Borgo, sekarang di Kecamatan Tuminting, Kampung Borgo Kristen di Sindulang dan Kampung Borgo Islam di Kampung Islam. Lanjutkan membaca “LETER C”

CALENDER EVENT MANADO 2017

maengket

Bagi anda yang ingin mengetahui jadwal gelar event kepariwisataan di Manado sepanjang tahun 2017, berikut kami sajikan Calender Event Wisata Manado yang dihimpun dari berbagai sumber:

1. BENDI Weekend on Boulevard, Setiap Akhir Pekan di Boulevard.

2. PENTAS BUDAYA di Taman Kesatuan Bangsa, setiap Senin – Sabtu
pukul 18.30 – 20.00 WITA.

3. Gelar Pesta Adat TULUDE, 31 Januari – 3 Februari di Tugu Lilin.

4. CAP GO MEH, 12 Februari di kawasan Pecinan.

5. SELENDANG BIRU, 24-25 Maret di Gereja Katolik Santa Theresia Malalayang.

6. FESTIVAL OGOH-OGOH, 27 Maret di Lapangan Sparta Tikala.

7. MANADO EASTER SHOW, 10-16 April di seluruh wilayah Manado.

8. PAWAI OBOR ISRA’ MI’RAJ, 23 April di seluruh wilayah Manado.

Lanjutkan membaca “CALENDER EVENT MANADO 2017”

SIAGA

img-20170126-wa0068

#26~365

Pukul 17.30 WITA, permukaan air Sungai Tondano perlahan mulai turun, namun hujan masih mengguyur Kota Manado dan sekitarnya walau dalam intensitas ringan.

Beberapa posko penanganan bencana telah didirikan. Salah satunya di Lapangan Tikala, Manado yang menjadi Posko bersama Basarnas, RAPI, Core, PMI, dan Tagana.
Warga yang mengungsi di Ketang Baru juga sudah mendapat penanganan. Dapur umum segera didirikan. Pihak-pihak terkait terus berkoordinasi melakukan penanganan bencana.

Diperkirakan hujan masih akan terus turun hingga Jumat (27/1) besok. Jika intensitas hujan di bagian hulu sungai Tondano cukup lebat, kesiagaan perlu ditingkatkan.

Manado merupakan wilayah rawan bencana banjir saat hujan turun dalam waktu yang cukup banyak. Semestinya warga dan pemerintah lebih serius mempersiapkan upaya-upaya menghadapi dampak cuaca ekstrem.

Selain di Manado banjir juga terjadi di Bitung, Likupang serta longsor di beberapa lokasi.

Photo equipment: dji 3, @joeysecret
#jurnal_rb #banjir #bencana #cuacaekstrem #hujan #siagabencana #sar #rapi #rapimanado

WASPADA

img_20170126_141810

#25~365

Awan hitam masih menggantung di bagian hulu Sungai Tondano, sementara hujan ringan masih terus turun di sebagian besar wilayah Manado dan sekitarnya.

Hujan yang turun sejak Rabu (25/1) hingga Kamis (26/1) sore ini telah menyebabkan banjir di beberapa wilayah Sulawesi Utara. Yang terparah berada di Bitung. Selain banjir, terjadi pula longsor.

Masyarakat yang tinggal di tepi sungai diminta terus meningkatkan kewaspadaan mengantisipasi kenaikan debit air. Pos pemantauan tinggi permukan air di kampung Malvinas, Dendengan Luar mendekati angka 3 meter sebagai ambang bahaya.

Manado pada 15 Januari 2014 pernah dihajar banjir bandang yang menenggelamkan ribuan rumah dan puluhan warga meninggal.

#jurnal_rb #banjir #cuaca #manado #hujan #siagabencana #sar

Cerita Opa Yem dan Pisang Gorohonya..

opa-yem

Meski usianya sudah 87 tahun, Jemyy Albert Polii, yang biasa disapa Opa Yem masih terlihat kuat mengurus kebun pisangnya di Aer Panas, Malalayang, Manado.

Saat ditemui di kebunnya, Senin (16/1/2017), Opa Yem masih terlihat gagah, dan berpenampilan rapih. Ditemani istrinya, Opa Yem sedang memilin jagung yang juga merupakan hasil dari kebunnya.

“Saya mulai menanam pisang sejak tahun 60an. Dulu lahan kebun sekitar dua hektar,” kata Opa Yem.

Dengan luas lahan sebesar itu, Opa Yem mengaku bisa menanam pisang dari jenis goroho (Musa acuminafe,sp) hampir 1.000 pohon.

“Sudah beberapa jenis pisang yang dicoba, tetapi goroho yang terbaik. Tapi sekarang kebunnya sudah kecil, karena sudah dibagi ke anak-anak, dan sebagian sudah dibeli orang untuk dibangun rumah,” ujar Opa Yem. Lanjutkan membaca “Cerita Opa Yem dan Pisang Gorohonya..”

Mereka yang Mencari Tiket ke Surga

giat-rapi-rescue-manadoUpaya menyingkirkan pohon tumbang yang dilakukan RAPI Rescue Wilayah 01 Manado saat terjadi angin kencang pada 8 Januari 2017. (Foto: RAPI Rescue Manado)

 

Tjandra Theyono (65), Suleman (41) dan Pengky (46) nampak bangga dengan seragam yang mereka gunakan, kala ditemui Kompas.com, Kamis (12/1/2017) malam.

Mereka bertiga adalah sebagian dari anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Rescue Wilayah 01 Manado.

Kopi hangat yang tersaji malam itu di sebuah resto di kawasan Mega Mas, tidak mampu menepis kegelisahan mereka. Angin tiba-tiba kembali bertiup kencang. Itu pangkal kegelisahan mereka.

RAPI memang sejatinya adalah wadah berkumpul orang-orang yang punya hobi melakukan komunikasi dengan radio. Lanjutkan membaca “Mereka yang Mencari Tiket ke Surga”

HOYA

hoya

#8~365

Dua bocah ini sedang menaiki permainan yang meniru bentuk kapal dengan penggerak dari listrik di area bermain anak di lantai 2 Jumbo Swalayan, Manado.

Berbeda dari lokasi permainan di mall seperti Time Zone dan Amazone, di area bermain Jumbo Swalayan, kebanyakan yang datang adalah orang tua yang membawa anak-anak mereka yang masih kecil. Sementara di mall kebanyakan diisi oleh anak muda bahkan orang tua. Lanjutkan membaca “HOYA”

Tiga Agenda Gelar Budaya di Manado Awal Tahun

figura-manado

Bagi anda yang ingin mengunjungi Kota Manado, Sulawesi Utara di awal tahun 2017 ini sebaiknya mencatat tiga agenda budaya yang akan digelar pada Januari dan Februari.

1. Pawai Figura

Ada sesuatu yang unik di Manado dan sekitarnya, khususnya di beberapa daerah di Minahasa. Masyarakat di sana mengenal istilah Pesta Kunci Taong.

Kunci Taong adalah kebiasaan masyarakat saling mengunjungi dari rumah ke rumah secara rombongan lengkap dengan alat musik petik sambil bernyanyi setiap hari Minggu sepanjang bulan Januari.

Dan puncaknya adalah minggu terakhir di bulan Januari. Pada puncak Kunci Taong biasanya digelar pula Pawai Figura. Kali ini Pemerintah Kota Manado menetapkan Pawai Figura akan digelar pada 29 Januari 2017.

Lanjutkan membaca “Tiga Agenda Gelar Budaya di Manado Awal Tahun”

JENGKI

Jengki

#7~365

Sebuah perahu seolah menjadi leader bagi perahu lainnya yang tertambat di kawasan Pelabuhan Manado, yang terletak di bagian Barat Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang.

Menurut catatan, kawasan ini dulunya merupakan muara Sungai Tondano yang sebenarnya. Belanda kemudian menimbun muara ini dan memindahkan aliran muara Sungai Tondano ke lokasi sekarang di sebelah Pasar Bersehati di bagian Utara. Muara baru itu disebut Muara Jengki. Jengki bermakna penampilan baru. Muara baru.

Lanjutkan membaca “JENGKI”

Ingin Ke Manado Sendirian? Ini Kami Buatkan Itenerarynya Selama 3 Hari

Patung-Yesus

Bagi anda pejalan yang ingin bepergian secara solo atau sendiri ke Manado, Sulawesi Utara, kami mencoba menyusun itinerary sebagai panduan selama tiga hari di Manado.

Hari Ke-1

Berusahalah untuk mengambil penerbangan yang tiba tengah malam atau pagi di Manado. Terdapat cukup banyak penerbangan langsung dari kota-kota besar ke Bandara Sam Ratulangi di Manado. Maskapai utama seperti Garuda Indonesia, Lion Air, Citilink, Batik Air, Sriwijaya Air semuanya menyediakan rute ke Manado.

Hari pertama ini pergilah ke lokasi wisata kuliner, Wakeke yang berada di pusat kota. Anda harus datang pagi-pagi agar bisa menikmati kesegaran makanankhas Manado, Tinutuan yang terbuat dari berbagai sayur hijau dan bubur labu kuning itu. Lanjutkan membaca “Ingin Ke Manado Sendirian? Ini Kami Buatkan Itenerarynya Selama 3 Hari”

Gambar

FOTO: “Bermain Sampah Bersama Ayah”

BERMAIN SAMPAH BERSAMA AYAHBocah ini menemani ayahnya yang memulung botol-botol plastik bekas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo, Kota Manado. Dari mengais barang-barang bekas dari produksi sampah warga Kota Manado yang dibuang di TPA Sumompo itu, ratusan orang menggantungkan hidup mereka dengan cara berjuang melawan beraneka kuman dan bibit penyakit yang ikut terbawa sampah. Tapi seperti wajah sang bocah dan ayahnya yang seakan sudah kebal dari ancaman berbagai penyakit tersebut, mereka telah mampu beradaptasi dengan sampah yang semakin menggunung dan bau menyengat yang menusuk hidung.

Kapasitas TPA Sumompo kini telah melebihi daya tampungnya seiring dengan laju pertumbuhan penduduk Kota Manado. Dari catatan yang ada, setiap tahun volume produksi sampah di Manado terus meningkat. Jika pada tahun 2011 volume sampah sebanyak 828.812 meter kubik (m3), maka pada tahun 2012 meningkat menjadi 840.960 m3 dan di 2013 menyentuh angka 940.703 m3, sedangkan di 2014 mencapai 980.865 m3. Tahun ini diperkirakan produksi volume sampah warga Manado terus meningkat secara signifikan. Lanjutkan membaca “FOTO: “Bermain Sampah Bersama Ayah””