Sungai Kampung Laine, Sebuah Sajian Eksotisme Alam.

Kampung Laine berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Manganitu Selatan, Kabupaten Sangihe. Kampung ini termasuk perkampungan tua. Terdapat beberapa rumah peninggalan masa lalu yang keasliannya masih terjaga.

Kampung Laine dapat ditempuh dengan berkendara dari Tahuna selama kurang lebih 2 jam. Laine, menjadi isu penting ketika Penambagan Emas Tanpa Ijin, di kampung ini berlangsung bertahun-tahun hingga sekarang tanpa penanangan yang serius. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya tak dapat dihindarkan.

Namun, Kampung Laine menyimpan potensi wisata alam yang sungguh luar biasa. Memiliki sungai yang sangat indah. Sungai yang mengalir dari arah Timur menuju muaranya di Barat ini, sungguh merupakan sajian alam yang luar biasa. Sangat ideal bagi pemburu foto landscape.

Menelusuri Sungai Kampung Laine dapat dilakukan dengan menyewa perahu penduduk setempat. Berangkatlah menjelang matahari terbit. Bertolak dari dermaga kecil dibelakang Pasar Laine, pemandangan hutan bakau yang masih asli telah tersaji di depan mata. Air sungai di dekat kampung masih terlihat keruh, berwarna cokelat. Maklum, residu lumpur dari daerah penambangan dibuang sembarang ke sungai ini.

Lanjutkan membaca “Sungai Kampung Laine, Sebuah Sajian Eksotisme Alam.”

Orgasme Bersama di Laine

Dingin subuh itu menusuk tulang. Tak pelak, tubuh yang terperangkap dalam kelelahan siang sebelumnya enggan beranjak dari tidur. Keengganan bertambah karena malam sebelum subuh itu, mereka tidur pukul 24.00. Berbagi cerita dalam canda tentang apa yang telah dilalui dan ditemui, menjadi bumbu penghilang kantuk.

Tetapi komando dari Koordinator Tim 12 Days Exploratory Photo Expedition subuh itu mengharuskan ke-12 anggota tim untuk segera bangun. Bersiap, sarapan secangkir teh hangat dan sepotong kue lalu mengantungkan tas kamera di pundak. Berangkat berjalan kaki menuju Sungai Laine. Disana telah menanti sebuah perahu, dengan Jokinya Opo Lao (sebutan Kepala Desa di daerah Sangihe). Dibantu Sekretaris Desanya, perahu yang semestinya hanya berkapasitas 8 orang itu, dijejali 14 orang sekaligus. Nyaris tak ada ruang bebas bergerak, apalagi untuk posisi memotret. Dengan mesin tempel melajulah perahu membelah gelapnya subuh Minggu 13 November 2011. Maklum jam baru menunjukkan pukul 4 dini hari.

Wajah kelelahan masih tersirat hampir di semua anggota tim. Kemarin mereka baru saja melakukan perjalanan nekat, memotret di lokasi pendulangan emas tanpa ijin. Dan malamnya, mereka naik perahu yang sama, menelusuri dalam senyap dan gulita, berusaha mencari dan memotret kehidupan buaya liar. Ekspedisi yang tak pernah akan terlupakan.

Lanjutkan membaca “Orgasme Bersama di Laine”

Pelajaran Ekstrakurikuler Mereka Menanam Padi

Nampak dari kejauhan serombongan anak-anak belia itu sedang asyik bermain lumpur. Sambil bercanda, mereka membungkukkan badan dalam barisan teratur. Setelah Tim 12 Days Exploratory Photo Expedition mendekat, baru ketahuan, ternyata mereka sedang menanam padi.

Anak-anak itu merupakan murid kelas 2 SMP Negeri 2 Manganitu Selatan. Tepatnya berada di Desa Laine. Sebuah kampung tua di Kabupaten Sangihe. Mereka tidak sedang bermain, tetapi sedang belajar. Ya, sore itu mereka sedang belajar mata pelajaran pembudidayaan tanaman yang masuk dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Setiap hari Sabtu, guru mereka mewajibkan anak-anak ini turun ke sawah. Belajar memanfaatkan lahan serta mengolahnya menjadi sawah. Daerah Nusa Utara (Kab. Sangihe, Kab. Talaud dan Kab. Sitaro) di Sulawesi Utara memang tidak terlalu akrab dengan areal persawahan. Kontur tanah yang berbukit-bukit serta pasokan air yang kurang, membuat penduduk kesulitan mengolah lahan kosong menjadi sawah.

Lanjutkan membaca “Pelajaran Ekstrakurikuler Mereka Menanam Padi”

Dengan Camera Mereka Nekat Menerobos Tambang Emas Liar

Tim 12 Days Exploratory Photo Expedition Rute Pertama menginjakkan kakinya di Desa Laine setelah dua jam berkendara dari Kota Tahuna. Sesuai jadwal, Tim yang terdiri dari 12 orang ini akan berada selama dua hari di kampung tua yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Manganitu Selatan. Dari arahan, terdapat beberapa objek foto yang harus diburu, antara lain Air Terjun Kadadima, Hutan Bakau, Kehidupan Buaya Liar, Kehidupan Penduduk Desa, dan yang terakhir Lokasi PETI (Penambangan Emas Tanpa Ijin).

Setelah mengambil gambar anak-anak SMP Laine yang berpraktek menanam padi tak jauh dari sekolah mereka, Tim beristirahat sambil makan siang. Kesempatan itu dipergunakan Opo Lao (sebutan untuk Kepala Desa di Sangihe) memberi sedikit gambaran mengenai desanya.

Kampung Laine berada di Kecamatan Manganitu Selatan. Termasuk salah satu kampung tua yang ada di Kabupaten Sangihe. Kampung Laine terkenal karena merupakan satu-satunya kampung yang ada satwa buayanya, dengan hutan bakau yang lebat. Serta terdapat pendulangan emas rakyat tanpa ijin.

Lanjutkan membaca “Dengan Camera Mereka Nekat Menerobos Tambang Emas Liar”