10 Kuliner Halal yang Wajib Dicoba di Manado

Manado kini berbenah dan semakin menarik wisatawan untuk mengunjunginya. Ambisi Pemerintah Sulawesi Utara untuk mendatangkan turis Tiongkok hingga 1 juta orang mampu membuat pariwisata di Manado dan sekitarnya bergeliat.

Tak afdol rasanya jika datang ke Manado hanya untuk menikmati alam, budaya dan kerahaman warganya tanpa mencicipi kuliner khasnya. Berikut  10 kuliner yang wajib Anda cicipi saat bertandang ke Manado. Tentu, makanan dalam daftar ini adalah kuliner halal.

1. Tinutuan

Ini yang pertama, masakan khas Manado yang sudah sangat tersohor. Tinutuan merupakan makanan yang dibuat dari campuran berbagai sayuran hijau, dimasak dengan bubur beras dan labu kuning. Sangat cocok disantap sebagai sarapan.

Kompas.com/Ronny Adolof Buol Kuliner khas Manado, Tinutuan atau dikenal juga dengan sebutan Bubur Manado.

Di hotel-hotel bintang 3 ke atas, biasanya tinutuan menjadi salah satu menu untuk breakfast. Di Manado ada pusat kuliner tinutuan. Datangilah wakeke, ada puluhan warung makan mulai dari yang sederhana sampai mewah menawarkan menu tinutuan.

BACA: Menikmati Manado dengan 4 “B” nya.

Lanjutkan membaca “10 Kuliner Halal yang Wajib Dicoba di Manado”

Berpeluh Asap Demi Cakalang Fufu

cakalang-fufu-01

Salma bersama suaminya Jefry sore itu berpeluh di antara asap yang dihasilkan dari pemanggangan di Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Ini adalah rutinitas yang telah mereka jalani selama lebih kurang 30 tahun terakhir.

Saban hari suami istri ini mengolah cakalang fufu. Penganan ini menjadi salah satu menu wajib yang dianjurkan untuk dicicipi kala bertualang di Sulut.

“Ini lagi fufu cakalang, besok subuh harus dibawa ke pasar, tiap hari begini dengan asap terus,” ujar Salma beberapa waktu lalu saat ditemui Kompas.com.

Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) atau tongkol putih memang hasil tangkap laut yang melimpah di Sulut yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan laut.

Masyarakat yang tinggal di pesisir pantai diuntungkan dengan hal itu karena menjadikan hasil laut sebagai salah satu mata pencarian. Belang berada di wilayah pesisir pantai sebelah selatan Minahasa. Ratusan perahu nelayan dan puluhan kapal ikan berbagai tipe terparkir di perairan Belang setiap hari. Lanjutkan membaca “Berpeluh Asap Demi Cakalang Fufu”

Menikmati Menu Ikan Bakar “Sekali Mati” di Manado

ikan-bakar-1 Ada hal menarik dalam dunia kuliner di Manado, Sulawesi Utara, dalam beberapa waktu terakhir ini. Sajian menu ikan bakar lagi populer.

Walau sebenarnya Manado adalah kota tepi pantai yang sejatinya mudah mendapatkan ikan. Hampir di seantero sudut Kota Manado kini bertebaran rumah makan yang menawarkan menu utama ikan bakar berbagai jenis.

Kesegaran daging ikan menjadi andalan rumah makan-rumah makan ini. Orang Manado menyebutnya “ikan sekali mati” untuk mewakili rasa segar dan gurihnya daging ikan bakar di Manado.

Lanjutkan membaca “Menikmati Menu Ikan Bakar “Sekali Mati” di Manado”

UJANG-UJANG

tinu

#4~365

Hujan (ujang, orang Manado bilang) terus menguyur sejak semalam dari Manado hingga ke lokasi pemotretan di Mahawu, Tomohon.

Tapi karena harus tetap motret, dinginpun datang menyerang. Jeda waktu siang mampir di warung makan di Tomohon. Saya pun memesan dua porsi: Tinutuan dan Mie Brenebon. Lanjutkan membaca “UJANG-UJANG”

Ingin Kuliner Ekstrem? Mampirlah ke Pasar Tomohon

Pasar Tomohon

Jika sedang berada di Manado, Sulawesi Utara dan ingin mendapatkan pengalaman kuliner yang tidak biasanya serta cenderung sedikit ekstrem, jangan ragu untuk sempatkan diri ke Pasar Tomohon. Dari Kota Manado, pasar Tomohon dapat ditempuh selama 45 menit berkendara.

Dengan menumpang bus rute Manado – Tomohon yang bertarif Rp 5.000 per orang, kita akan diantar hingga ke Terminal Tomohon. Dari terminal kita cukup berjalan kaki saja ke Pasar Beriman Tomohon yang terdapat di Kelurahan Paslaten, Tomohon Timur.

Siapkan mental ya, bila Anda memang tidak biasa melihat aneka kuliner aneh yang sebelumnya tidak terbayangkan. Apalagi jika datang waktu warga Tomohon menghadapi hari raya besar, semisal Natal dan Tahun Baru.

Lanjutkan membaca “Ingin Kuliner Ekstrem? Mampirlah ke Pasar Tomohon”

"Nimbole Makan Kalo Ndak ada Rica"

Makanan Pedas

Tidak ada cabai di atas meja makan, bagi orang Manado akan menjadi masalah besar. Selera makan akan berkurang, dan sajian makanan utama selezat apapun akan terasa hambar jika tak ada rasa pedas dalam bumbunya.

Rica“, demikian orang Manado menyebut bumbu masakan yang satu itu, adalah keniscayaan yang harus selalu hadir dalam setiap aktivitas kuliner. Dan percaya atau tidak, rica bisa mempengaruhi inflasi di Sulawesi Utara.

“Jika harga cabai rawit stabil, Manado akan deflasi,” ujar Kepala BPS Sulut Dantes Simbolon beberapa waktu lalu.

Sudah sangat sering cabe rawit mempengaruhi inflasi Manado. Bahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut menyebutkan, 2.500 hingga 3.000 ton cabai rawit dikonsumsi setiap bulannya di Sulawesi Utara. Lanjutkan membaca “"Nimbole Makan Kalo Ndak ada Rica"”