Mereka Bertekad Ganti BBM dengan Briket Arang

Briket Arang

Bertje Salindeho (36) begitu semangat menjelaskan apa yang sedang dikerjakan oleh kelompoknya di bangsal Kelompok Kumbang yang dipimpinnya. Siang itu, sekitar 30-an ibu yang tergabung dalam Kelompok Kumbang, Desa Lantung, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara sedang memproduksi briket arang aktif dari tempurung kelapa.

Sejak Maret 2012 mereka mendapat dana stimulus dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Lingkungan Mandiri Perdesaan (PNPM-LMP) sebagai modal pembeliaan alat produksi dan tenaga pelatih. "Kami memilih kegiatan pembuatan briket arang ini karena harga minyak tanah yang sudah sangat mahal. Di desa ini, kami harus membeli minyak tanah Rp 13.000 sebotol," jelas Bertje.

Ketersediaan bahan baku yang melimpah, berupa tempurung kelapa juga menjadi alasan Kelompok Kumbang mengembangkan briket arang. Sebagian besar warga Lantung memang punya kebun kelapa, sehingga tempurung tergolong melimpah. Tempurung kelapa yang sudah dikeringkan dibakar kemudian dihancurkan sehingga menjadi potongan-potongan yang lebih kecil.

Lanjutkan membaca “Mereka Bertekad Ganti BBM dengan Briket Arang”

KETIDAKPASTIAN YANG TERUS DIGANTUNG

Editorial-5-Mei

Kamis 3 Mei 2012, kembali Jero Wacik selaku wakil Pemerintah mengumumkan lima kebijakan untuk menjaga ku0ta BBM bersubsidi 2012 tetap 40 juta kiloliter. Dalam kebijakan itu disebutkan pula kenderaan operasional pertambangan dan perkebunan dilarang menggunakan BBM bersubsidi. Pemerintah daerah diminta untuk mengawasi kebijakan tersebut.

Kebijakan tersebut menjawab pertanyaan yang mengantung beberapa bulan ini. Kebijakan pembatasan penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi berdasarkan kapasitas mesin kenderaan seperti yang selama ini diwacanakan menjadi batal. Lobi politik, perdebatan, dan diskusi berbulan-bulan menjadi sia-sia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral berkilah, bahwa sulit dilakukan pembatasan dilapangan. Infrastukturnya belum tersedia secara memadai, demikian alasan yang dikemukakan. Kebijakan lain yang mengikuti adalah kewajiban bagi kenderaan mobil berplat merah untuk beralih ke BBM non subsidi atau menggunakan Pertamax.

Tujuan untuk menjaga kuota ketersediaan premium memang tercermin pada kebijakan baru tersebut. Tetapi jika yang dituju adalah penghematan anggaran, mungkin masih bisa dikaji lebih dalam lagi.

Lanjutkan membaca “KETIDAKPASTIAN YANG TERUS DIGANTUNG”

PROSPEK DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN DI KAB. KEPL. SITARO

(Diolah dari Bahan Pemaparan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Kepl. Sitaro pada Forum Temu Pemerintah Kab. Kepl. Sitaro dengan Kalangan Pelaku Ekonomi di Hotel Quality Manado, 11 Oktober 2008)

 

A.     PENDAHULUAN

Sebuah usaha dipandang prospektif ketika usaha tersebut memiliki dua aspek potensi yang signifikan, yaitu adanya permintaan disatu sisi dan penawaran disisi lainnya. Sebagai daerah kepulauan, Kabupaten Kepl. Sitaro memiliki potensi sumberdaya kelautan dan perikanan (SDKP) yang melimpah. Hal ini membuka peluang bagi kegiatan ekonomi berupa ekspor produk hasil perikanan baik segar maupun olahan serta wisata bahari. Meskipun disadari Kab. Kepl. Sitaro masih terbatas dalam hal akses SDM, IT, Transportasi dan Permodalan. Sehingga tergolong sebagai daerah tertinggal, rawan bencana dan rawan illegal fishing.

Secara umum, usaha bidang kelautan dan perikanan di Kab. Kepl. Sitaro masih tergolong usaha kecil yang tradisional. Oleh sebab itu, dibutuhkan semangat dan aksi nyata dari Pemerintah Daerah untuk membangun daerah ini menjadi Daerah yang maju di “Kawasan Segi Tiga Emas Nusa Utara’ dengan mempertimbangkan 3 (tiga) aspek penting yaitu pro job, pro poor and pro growth.

B.      POTENSI SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN

·           Memiliki 47 buah pulau (39 diantaranya belum berpenghuni , 8 pulau berpenduduk)

·           Memiliki 154 km garis pantai dan 4.500 km2 luas laut.

·           80% penduduk tinggal dan berada di wilayah pesisir.

·           Memiliki potensi Wisata Bahari.

·           Terdapat tempat pemijahan Ikau Paus (di Pulau Biaro).

·           Terletak di antara perairan laut strategis yaitu Samudera Pasifik, Laut Maluku dan Laut Sulawesi.

·           Potensi Jasa Kelautan berupa: transportasi laut, industri maritim.

·           BMKT.

·           Memiliki energy alternative: ombak dan angin.

·           Potensi perikanan tangkap kurang lebih 32.460 ton ikan.

·           Potensi lahan budidaya tambak seluas 1500 ha.

 

C.    ESTIMASI POTENSI SDKP SITARO

SEKTOR USAHA

LUAS LAHAN

PEMANFAATAN

PRODUKSI (TON)

KOMDITAS UNGGULAN

PERIKANAN LAUT

a. Penangkapan

4500 Km2

1500 km2

32.460

Tuna, Layang, Cakalang

b. Budidaya

500 ha

50 ha

250

Rumput Laut, Kerapu, Kuwe

PERIKANAN DARAT

a.      Danau

8 ha

0,5 ha

1,2

Nila, Mas, Mujair dan Gurae

b.      Telaga/Kolam

4 ha

0,4 ha

0,3

c.      Perairan Umum

1 ha

 

D.     PROSPEK USAHA PERIKANAN KAB. SITARO

JENIS USAHA

PRODUKSI (TON)

ESTIMASI NILAI PRODUKSI (Rp.)

KOMODITAS UNGGULAN

PERIKANAN TANGKAP

a. Pancing Tuna

8.802

176 M

Tuna

b. Huhate

5.513

27,5 M

Cakalang

c.Purse seine

11.905

148,8 M

Layang,Tongkol

d.Pancing Ulur

5.240

26,2 M

Selar,Tongkol

e.Pancing Dasar

618

6,18 M

Kerapu,Ikan Merah

f.Bagan, dll

385

3,85 M

Ikan Putih, Kuwe dll

BUDIDAYA LAUT

a.Rumput Laut

220

550 jt

Euchema spp

b.Karamba Jaring Apung

29

290 jt

Kerapu, Kuwe

c.Mentimun Laut/Teripang

1

100 jt

Teripang pasir

 

E.      STRATEGI PENGEMBANGAN

Sebagai daerah kepulauan yang baru dimekarkan, Kabupaten Kepl. Sitaro masih terbatas dalam hal pembangunan bidang kelautan dan perikanan terutama infrastruktur penunjang di bidang tersebut. Oleh sebab itu untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan, maka Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepl. Sitaro di tahun 2009 telah menyiapkan strategi khusus yang meliputi:

·         Program Revitalisasi Bidang Kelautan dn Perikanan yang bertumpu pada sector perikanan tangkap dan budidaya laut.

·         Kemudahan investasi di bidang kelautan dan perikanan.

·         Mengembangkan jaringan usaha yang kompetitif.

·         Menyiapkan regulasi yang menguntungkan semua pihak.

·         Meningkatkan infrastruktur penunjang.

 

F.       RENCANA PROGRAM TAHUN 2009

KEBUTUHAN

RENCANA ALOKASI

PAGU (Rp.)

SUMBER DANA

ASPEK EKONOMI

a.Pabrik Es

Siau,Tagulandang, Biaro

6 M

DAK/Investasi

b.SPDN

Ulu,Tagulandang

2 M

DAK/Investasi

C.Armada semut perikanan

Makalehi,Biaro,Siau

2 M

DAK/Investasi

d.Kapal Penampung serbaguna

Makalehi,Biaro,Siau

3 M

DAK/Investasi

e.Kedai Pesisir

Makalehi,Biaro,Ulu, Pahepa,Tagulandang

1 m

PEMP

ASPEK INFRASTRUKTUR

a.Alat Komunikasi

Biaro,Siau,Buhias, Makalehi, Tagulandang

500 jt

DAK

b.PPI

Sawang dan Pehe

10 M

DAK

c.PLTS

Makalehi,Biaro

500 jt

DAK

d.Sarana Air Bersih

Makalehi,Biaro, Buhias, Pahepa

300 jt

APBD

e.Jalan Antar Kampung

Makalehi, Biaro, Buhias, Pahepa

900 jt

DAK/APBD

f.Home Stay

Mahoro, Biaro

200 jt

APBD