LITERASI JALANAN


#54 ~365

Sekelompok anak muda di Ternate ini memelopori gerakan literasi jalanan sebagai cara mengedukasi warga lewat ketersediaan bahan bacaan di ruang publik.

Setiap akhir pekan mereka menggelar Perpustakaan Jalanan di Taman Nukila dan mempersilahkan siapa saja membaca koleksi buku mereka tanpa dipungut bayaran. Buku-buku itu merupakan donasi berbagai pihak yang tertarik mendukung gerakan mereka.

Karmilawati (23), salah satu relawan kelompok ini menceritakan bahwa program literasi jalanan lainnya adalah mendatangi pasar-pasar tradisional dan menggelar literasi on the street. Di pasar yang mereka datangi, selain menyediakan bahan bacaan gratis, kelompok ini juga mengajar anak-anak para pedagang yang tidak berkesempatan mengenyam pendidikan formal.

Kisah Inspiratif di sela-sela Workshop Data Driven Journalism.

#literasijalanan #literasi #literal #baca #buku #book #jurnal_rb #merasakanindonesiamu #ternate #maluku_utara #inspirasi #inspiraspendidikan #pendidikan

7 Impossible Days Elements

7 - Laura Siadak

Terinspirasi dari Lord of The Ring karya J.R.R. Tolkien, Seven Impossible Days turut memperkenalkan a posteriori languages, yaitu bahasa konstruksi yang diambil dari beberapa bahasa dunia.

Terdapat dua jenis bahasa artistik dalam novel ini yakni: Bahasa Zaq, bahasa kaum Zaqtar yang memiliki ciri khas pengucapan menggeram dan merupakan bahasa yang mencerminkan tinggi rendahnya status pembicara dalam kaum Zaqtar dan kuat atau lemahnya seorang Zaqtar.

Bahasa lainnya adalah rima mahluk Uhrsyhmnahri yakni bahasa indera yang telah ada sejak awal terciptanya orang-orang Yang Ditandai. Elemen bahasa lainnya adalah bahasa Latin dan Inggris kuno. Elemen sains/pseudosains yang mendominasi cerita berbasis pada astronomi dan filosofi. Terdapat juga materi dongeng umum yaitu Snow White and Seven Dwarfs.

Lanjutkan membaca “7 Impossible Days Elements”