Tiga Agenda Gelar Budaya di Manado Awal Tahun

figura-manado

Bagi anda yang ingin mengunjungi Kota Manado, Sulawesi Utara di awal tahun 2017 ini sebaiknya mencatat tiga agenda budaya yang akan digelar pada Januari dan Februari.

1. Pawai Figura

Ada sesuatu yang unik di Manado dan sekitarnya, khususnya di beberapa daerah di Minahasa. Masyarakat di sana mengenal istilah Pesta Kunci Taong.

Kunci Taong adalah kebiasaan masyarakat saling mengunjungi dari rumah ke rumah secara rombongan lengkap dengan alat musik petik sambil bernyanyi setiap hari Minggu sepanjang bulan Januari.

Dan puncaknya adalah minggu terakhir di bulan Januari. Pada puncak Kunci Taong biasanya digelar pula Pawai Figura. Kali ini Pemerintah Kota Manado menetapkan Pawai Figura akan digelar pada 29 Januari 2017.

Lanjutkan membaca “Tiga Agenda Gelar Budaya di Manado Awal Tahun”

SUENDUMANG

Beberapa waktu lalu, saya memperoleh sebuah buku. Buku tersebut awalnya ditulis tangan, namun kemudian dirapihkan dengan ketikan mesin tik. Adalah Hans Barik (seorang pegawai di Dinas Pertanian Kab. Kepl. Sitaro) yang mengoleksi buku tersebut. Menurut Hans, Ia memperolehnya secara langsung dari keluarga penulis buku itu.

Hans Barik sangat berkeinginan untuk mempublikasikan isi buku tersebut, agar supaya banyak orang yang mengetahui isi dari buku tersebut, terisitimewa memahami apa yang dimaui oleh penulis. Sejauh ini, menurut Hans belum ada satupun usaha untuk menerbitkan secara massal buku tersebut.

Buku itu diberi judul: SANGIHE TALAUDE, SUENDUMANG disusun  oleh D. MANATAR. Dalam prakata tertera tanggal Agustus 1994 sebagai akhir dari penyusunan buku tersebut. Namun dalam pengantarnya yang singkat itu, D. Manatar menyatakan bahwa, Ia sejak 1936 sampai 1978 berusaha menghubungi sebanyak 26 orang sebagai narasumber bukunya. Salah satu narasumbernya adalah catatan tangan dari W.M.P. Mocodompis yang tak lain Raja Manganitu yang gugur dibawah kuasa pedang samurai Jepang pada 19 Januari 1945.

Usaha penyusunan kepingan-kepingan narasumber tersebut dimulai sejak Agustus 1982 ketika D. Manatar mendapat himbauan dari Prof Dr. M. Makagiansar, M.A.  Namun seperti yang diakui oleh penyusun, Ia tidak ditunjang dengan sarana yang memadai (mesin ketik, kertas dan karbon serta penulisan manual pada beberapa aksara daerah) membuat buku tersebut baru selesai disusun pada 1994.

Lanjutkan membaca “SUENDUMANG”