Mereka Bertekad Ganti BBM dengan Briket Arang

Briket Arang

Bertje Salindeho (36) begitu semangat menjelaskan apa yang sedang dikerjakan oleh kelompoknya di bangsal Kelompok Kumbang yang dipimpinnya. Siang itu, sekitar 30-an ibu yang tergabung dalam Kelompok Kumbang, Desa Lantung, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara sedang memproduksi briket arang aktif dari tempurung kelapa.

Sejak Maret 2012 mereka mendapat dana stimulus dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Lingkungan Mandiri Perdesaan (PNPM-LMP) sebagai modal pembeliaan alat produksi dan tenaga pelatih. "Kami memilih kegiatan pembuatan briket arang ini karena harga minyak tanah yang sudah sangat mahal. Di desa ini, kami harus membeli minyak tanah Rp 13.000 sebotol," jelas Bertje.

Ketersediaan bahan baku yang melimpah, berupa tempurung kelapa juga menjadi alasan Kelompok Kumbang mengembangkan briket arang. Sebagian besar warga Lantung memang punya kebun kelapa, sehingga tempurung tergolong melimpah. Tempurung kelapa yang sudah dikeringkan dibakar kemudian dihancurkan sehingga menjadi potongan-potongan yang lebih kecil.

Lanjutkan membaca “Mereka Bertekad Ganti BBM dengan Briket Arang”