KETIDAKPASTIAN YANG TERUS DIGANTUNG

Editorial-5-Mei

Kamis 3 Mei 2012, kembali Jero Wacik selaku wakil Pemerintah mengumumkan lima kebijakan untuk menjaga ku0ta BBM bersubsidi 2012 tetap 40 juta kiloliter. Dalam kebijakan itu disebutkan pula kenderaan operasional pertambangan dan perkebunan dilarang menggunakan BBM bersubsidi. Pemerintah daerah diminta untuk mengawasi kebijakan tersebut.

Kebijakan tersebut menjawab pertanyaan yang mengantung beberapa bulan ini. Kebijakan pembatasan penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi berdasarkan kapasitas mesin kenderaan seperti yang selama ini diwacanakan menjadi batal. Lobi politik, perdebatan, dan diskusi berbulan-bulan menjadi sia-sia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral berkilah, bahwa sulit dilakukan pembatasan dilapangan. Infrastukturnya belum tersedia secara memadai, demikian alasan yang dikemukakan. Kebijakan lain yang mengikuti adalah kewajiban bagi kenderaan mobil berplat merah untuk beralih ke BBM non subsidi atau menggunakan Pertamax.

Tujuan untuk menjaga kuota ketersediaan premium memang tercermin pada kebijakan baru tersebut. Tetapi jika yang dituju adalah penghematan anggaran, mungkin masih bisa dikaji lebih dalam lagi.

Lanjutkan membaca “KETIDAKPASTIAN YANG TERUS DIGANTUNG”