Ingin Ke Manado Sendirian? Ini Kami Buatkan Itenerarynya Selama 3 Hari

Patung-Yesus

Bagi anda pejalan yang ingin bepergian secara solo atau sendiri ke Manado, Sulawesi Utara, kami mencoba menyusun itinerary sebagai panduan selama tiga hari di Manado.

Hari Ke-1

Berusahalah untuk mengambil penerbangan yang tiba tengah malam atau pagi di Manado. Terdapat cukup banyak penerbangan langsung dari kota-kota besar ke Bandara Sam Ratulangi di Manado. Maskapai utama seperti Garuda Indonesia, Lion Air, Citilink, Batik Air, Sriwijaya Air semuanya menyediakan rute ke Manado.

Hari pertama ini pergilah ke lokasi wisata kuliner, Wakeke yang berada di pusat kota. Anda harus datang pagi-pagi agar bisa menikmati kesegaran makanankhas Manado, Tinutuan yang terbuat dari berbagai sayur hijau dan bubur labu kuning itu. Lanjutkan membaca “Ingin Ke Manado Sendirian? Ini Kami Buatkan Itenerarynya Selama 3 Hari”

The Day in Picture, 21 September 2013, di CorbisImages

Corbis - Tarsius - Top of The week– Menjadi salah satu dari 50 foto di CorbisImage yang masuk dalam The Day in Picture, 21 September 2013, dan masuk pula dalam 52 foto yang terseleksi pada News Picture of the Week september 20 to September 26, 2013.

Foto aslinya:

Tarsius tarsier, the smallest monkey in the world in Bitung Bitung, Indonesia. 21st September 2013 -- A tarsier tarsier is resting on a tree branch. This animal is an animal that is active at night. -- Tarsius tarsier is a small primate species, has a reddish brown body with gray skin color, wide-eyed with ears facing forward and have a wide shape. This animal is an animal evenings. Tarsier is a protected animal.

Tarsius tarsier, the smallest monkey in the world in Bitung
Bitung, Indonesia. 21st September 2013 — A tarsier tarsier is resting on a tree branch. This animal is an animal that is active at night. — Tarsius tarsier is a small primate species, has a reddish brown body with gray skin color, wide-eyed with ears facing forward and have a wide shape. This animal is an animal evenings. Tarsier is a protected animal.

Jika menginginkan foto dalam resolusi tinggi dan seri foto lainnya dapat menghubungi: ronny.buol@yahoo.com.

Bitung Miliki Selat Lembeh dan Tangkoko

Kapal India

Wakil Wali Kota Bitung, Max J. Lomban mengatakan Kota Bitung memiliki destinasi wisata yang tak kalah dengan kota-kota wisata lainnya di Indonesia. Hal itu disampaikan Lomban ketika menerima kunjungan delegasi India yang datang berkunjung ke Bitung, tahun lalu.

Pelabuhan Bitung menjadi pelabuhan ketiga setelah Padang dan Bali yang disandari oleh Kapal Latih Negara India, INS Sudrashini yang berlabuh mengelilingi 9 negara di Asia Tenggara dalam rangkaian memperingati 20 tahun Kerja Sama Dialog ASEAN dan India.

"Selat lembeh memiliki kekayaan keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi dan menjadi salah satu obyek wisata selam utama di Sulawesi Utara," jelas Lomban di hadapan Kapten Kapal INS. Sudarshini, N. Shyam Sundar ketika bertandang ke Kantor Wali Kota Bitung.

Turut pula hadir Wakil Duta Besar India untuk Indonesia Raveesh Kumar, Konsul Jenderal India di Bali A.S. Takhi, Sekretaris Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Rahmat Pramono.

Lanjutkan membaca “Bitung Miliki Selat Lembeh dan Tangkoko”

Wisata Bahari Murah di Pintu Kota Kecil, Pulau Lembeh, Bitung

6

Selat Lembeh di Kota Bitung, Sulawesi Utara memang menyimpan segudang potensi wisata bahari yang tidak kalah dengan destinasi lainnya seperti Bunaken. Bahkan jika dilihat dari varian pulau-pulau dan kampung tepi  pantai yang ada di sepanjang Selat Lembeh, bisa dikatakan Pulau Lembeh menawarkan hal yang tidak ada di Bunaken.

Selat sepanjang 16 km dengan lebar sekitar 1-2 km ini punya 88 titik spot penyelaman yang kaya dengan tawaran keindahan bawa laut yang menakjubkan. Tak heran setiap hari dapat dijumpai wisatawan turun menikmati "menu bawa air" selat Lembeh. Selain itu perairan Selat Lembeh mempunyai peran multifungsi seperti kepelabuhanan, transportasi laut lokal, perikanan dan kelautan, kegiatan industri, perkapalan, pariwisata, basis keamanan laut, dan laboratorium alami.

Lanjutkan membaca “Wisata Bahari Murah di Pintu Kota Kecil, Pulau Lembeh, Bitung”

Mercusuar Makalehi

mercusuar

Mercusuar itu berdiri kokoh diatas bukit  Pulau Makalehi. Hanya dijagai oleh dua penjaganya yang setia dengan kegersangan bukit, menara itu lalu menjadi pertanda bahwa ditengah lautan di barat Pulau Siau ada sebuah pulau yang menjadi salah satu titik batas Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pulau Makalehi, salah satu dari sekian pulau terluar RI seolah teronggok sendiri dengan segala keterbatasannya. Kapal-kapal besar yang melewatinya hanya sekedar menyapanya karena ketika malam hari, lampu mercusuar yang mati menyala itu memberi tanda, “aku juga butuh perhatian dan sentuhan,” sebagaimana jeritan anak-anak pulau, mereka yang tidak punya kegiatan lain selain melaut itu, menjerit kapan mereka bisa menikmati pabrik es berdiri di pulau mereka. Sebab tanpa cool storage maka anak-anak pulau itu tidak bisa melaut saban hari. Mau dikemanakan hasil tangkapan ikan kalau tidak ada kapal penampung yang datang dari Bitung atau Manado?. Mercusuar, biarlah kau tetap terus menyala dan memberi signal bahwa Pulau Makalehi juga merupakan salah satu dari kekayaan kita.