Gambar

“Menanti Harapan”

Seorang warga Kelurahan Ketang Baru, Kecamatan Singkil, Manado duduk di pembatas Lapangan Ketang Baru, Selasa (28/1/2014). Dia menatap seolah berharap akan datangnya masa depan yang lebih cerah. Ketang Baru merupakan salah satu lokasi terparah yang diterjang banjir bandang pada Rabu (15/1/2014).
Di Sulawesi Utara tercatat 19 orang tewas ketika bencana banjir dan longsor itu menghantam wilayah Sulut. Ratusan rumah warga lainnya hilang terseret banjir. Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp1,87 triliun.

BERITA FOTO: Banjir Bandang Terjang Ratahan

Ribuan kayu berbagai ukuran yang ditebang di hutan Manimporok terbawa banjir bandang.

Banjir bandang menerjang beberapa desa di Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Kamis (5/12/2013). Banjir yang datang secara tiba-tiba sekitar pukul 17.30 WITA itu, membawa lumpur tebal dan ribuan kayu berbagai ukuran. Akibatnya, ratusan rumah dilaporkan terkena dampak banjir dan puluhan diantaranya rusak total dan rata dengan tanah.

Seorang bocah perempuan, Yanti Dili (11) warga Desa Rasi terseret arus, dan ditemukan tewas tiga setelah kejadian di Langowan. Selain rumah warga, banjir juga merusak bangunan ibadah gereja dan masjid. Jembatan di desa Tosuraya lenyap diterjang banjir. Puluhan hektar sawah ikut pula terendam lumpur setebal satu meter. Lanjutkan membaca “BERITA FOTO: Banjir Bandang Terjang Ratahan”

DIMPULUSE

IMG_9939 Daerah Nusa Utara sering diterjang dengan Tordano Kecil yang datang tiba-tiba (orang lokal menyebutnya DIMPULUSE).

Peristiwa alam itu sering datang, jika curah hujan tinggi dan tidak berhenti dalam 1-2 hari.
Biasanya Dimpuluse terjadi kalau ada awan hitam tebal yang menggantung.
Awan hitam itu berkosentrasi membentuk kekuatan angin puting beliung yang membawa volume air beribu-ribu kubik.

Jika konsentrasinya telah terbentuk maka Dimpuluse akan menghujam ke daratan, yang biasanya jatuh diatas pengunungan atau dataran tinggi.
Akibatnya bisa dibayangkan, Dimpuluse yang membawa ribuan kubik volume air itu akan memporak poranda kan apa saja yang dilaluinya. Daerah yang diterjangnya akan digulung habis.

Lanjutkan membaca “DIMPULUSE”

BANJIR BADANG KEMBALI MELANDA SITARO

Bencana Banjir Bandang Hujam Sitaro

Menelan Dua Korban Tewas Terseret Arus

Sejumlah Kampung Terisolasi

(Laporan: IVERDIXON TINUNGKI)

IMG_1164 Airmata pun terurai di langit Kabupaten Kepulauan Sitaro. Sejumlah kampung luluhlantak dihujam banjir berturut-turut. Ini sungguh membutuhkan keprihatinan semua pihak  atas bencana yang begitu meluas terjadi itu.

Kabar duka muncul dari Tagulandang. Dampak dari cuaca buruk dua hari terakhir ini, berupa angin kencang dan hujan deras menerjang Kabupaten Kepulauan Sitaro Sebelumnya banjir menerjang kampung Lumbo, di pulau Tagulandang, kemudian Kampung Kawahang, lalu Kampung Sawang. Terakhir terakhir Kampung Pangilolong di pulau Siau juga ikut porak poranda digilas banjir bandang  pada  Sabtu (29/1) lalu. Menurut laporan  warga Pangilolong Iwan Makikama, jalan yang menghubungkan kampung tersebut dengan kampung Sawang kini hancur total dan tidak bisa dilalui lagi.

Terhitung ada lima titik jalan yang menghubungkan Pangilolong dengan kampung lain termasuk jalan di dalam kampung yang hancur. “Ada lima titik jalan yang hancur, jalan raya aspal yang menghubungkan kampung ini maupun dengan Kampung Sawang hancur. Jalan aspal yang baru digulung banjir seperti kain sekitar tiga ratus meter dan dihempaskan di ujung jalan,” papar Iwan via hubungan ponsel ke media ini. Ia melanjutkan perbaikan semua jalan ini tidak bisa dikerjakan tenaga manusia saja mengingat parahnya kerusakkan yang terlihat.  “Ini sangat membutuhkan kerja alat berat, kalau cuma manusia, kami sekampung pun tidak bisa memperbaiki ini,” keluh  Iwan. Ia meminta dukungan doa dan perhatian dari berbagai pihak. “Tolong ini disampaikan ke semua pihak, kami butuh dukungan doa dan perhatian,” harap Iwan yang sebenarnya pulang liburan ke Siau.

Lanjutkan membaca “BANJIR BADANG KEMBALI MELANDA SITARO”