AMBIVALEN

HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFI

TOLAK KENAIKAN BBM-- Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Pergerakan Islam Indonesia melakukan do'a bersama dan teatrikal di Pertigaan UIN, Jl. Laksda Adisucipto, Sleman, Jumat (16/3). Mereka menolak rencana kenaikan BBM serta meminta pemerintah menghapus subsidi yang di nikmati golongan atas.

Pro kontra mengenai rencana kenaikan BBM pada 1 April mendatang terus berlangsung. Sikap setuju dan tidak setuju bukan hanya datang dari praktisi ekonomi, tetapi juga ditunjukkan oleh partai politik. Baik yang menjadi koalisi pemerintah maupun parpol oposisi.

Dalam jajaran partai politik pendukung pemerintah masih juga belum terdapat pandangan yang sama. PKS masih tetap pada sikapnya yang menentang keras kebijakan kenaikan BBM tersebut. Sementara Golkar dan PPP juga belum menentukan sikap yang pasti. Terhitung hanya Demokrat, PAN dan PKB yang sudah bulat menyatakan dukungannya.

Beberapa partai politik ternyata bermuka dua. Contohnya, sikap menentang PKS atas kenaikan harga BBM tersebut ternyata hanya sebatas pernyataan saja. Terbukti, hingga saat ini, PKS yang menyatakan akan menarik semua menterinya di jajaran pemerintahan tidak juga melakukan hal tersebut.

Disatu sisi PKS ingin mencitrakan sebagai partai yang membela rakyat, tetapi disisi lainnya PKS tetap mencari aman untuk tetap berada dalam barisan koalisi. Hal ini mungkin dilakukan PKS untuk tetap mempersiapkan modal menghadapi 2014 nanti.

Demikian pula yang terjadi dengan PPP dan Golkar, walau sering menyuarakan secara verbal diberbagai media tidak setuju dengan rencana kenaikan BBM, tetapi kedua partai dalam koalisi tersebut tetap aman dalam jajaran pemerintahan.

Lanjutkan membaca “AMBIVALEN”