Tren Fotografi di Mata Arbain Rambey

Taufan Wijaya seorang Vloger berhasil mewawancarai Arbain Rambey, fotografer senior Indonesia. Arbain mengulas mengenai tren fotografi yang menurutnya selalu mengikuti perkembangan dari masa ke masa.

Simak selengkapnya pandangan Arbain dalam vlog karya Taufan Wijaya ini.

 

INDONESIA, A WORLD OF TREASURES

buku-ebbie

#30~365

Buku foto ketiga yang saya terima bulan ini. Terasa istimewa karena dibawa langsung oleh penulis dan fotografernya @ebbie.vebriadrian .

Salah satu buku foto terbaik yang pernah diterbitkan di Indonesia. Memuat lengkap semua provinsi. Setebal 605 halaman dengan berat 3,5 kg. Dicetak dengan kualitas tinggi dan menyajikan foto-foto yang luar biasa dari hasil perjalanan penuh dedikasinya selama 9 tahun memotret Indonesia tanpa henti.

Bersyukur beberapa destinasi yang ada di buku yang sangat menginspirasi ini sempat trip bersama

Buku yang sudah merupakan edisi kedua ini ditulis dalam bahasa Inggris. (Dua buku sebelumnya yang saya terima adalah Telinga Panjang karya Ati Bachtiar dan Nusa Nipa karya Deni Sugandi)

#book #photobook #photography #jurnal_rb #buku #bukufoto

Duel Foto ala Pixoto

Image-1 

Satu lagi situs berbasis foto bagi komunitas online. Pixoto, namanya. Situs yang masih dalam versi beta ini menarik untuk diikuti. Pixoto mengusung konsep ImageDuel, yang diklaim sebagai system mereka. Tiga hari lalu saya mencoba menjajal pixoto. Account saya dapat diakses disini: http://www.pixoto.com/ronnybuol

Jika pada beberapa situs komunitas foto online, pemberian nilai pada sebuah foto dilakukan ketika user melihat foto yang sedang terbuka, di Pixoto pemberian nilai sangat fair. User hanya dapat memberikan nilai melalui fasilitas ImageDuel.

Menariknya, ImageDuel mengusung konsep blind description.  Artinya, foto ditampilkan tanpa informasi tambahan apapun, termasuk nama fotografer. Ketika menu ImageDuel diklik, system akan menampilkan secara acak dua foto yang disandingkan secara berdampingan. User dapat memilih foto mana yang menurutnya lebih unggul dari foto lain. Setelah itu, secara acak ditampilkan lagi dua foto untuk diduelkan. Begitu seterusnya.

Foto yang dipilih oleh user dianggap sebagai pemenang (win), dan foto yang tidak dipilih dianggap kalah (lose). Pada halaman profile pemilik foto, di setiap foto yang diupload, tertera akumulasi nilai (image score) dan angka win-lose hasil dari duel yang telah dilewati oleh foto tersebut.

Lanjutkan membaca “Duel Foto ala Pixoto”

Mempertajam Subjek Foto

Kadangkala foto yang kita hasilkan melalui camera terasa kurang tajam. Dengan kutak-katik di Photoshop, foto dapat tertolong sedikit dengan mempertajam subjeknya.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Buka Foto yang ingin dipertajam, lalu copy layer aslinya menjadi Background copy.

1

2 2. Smart Objek. Klik kanan layer Background copy, dan dari menu yang muncul pilih Convert to Smart Object untuk menjadikan layer backgroud copy menjadi Smart Objek.

 

 

 

Lanjutkan membaca “Mempertajam Subjek Foto”

Mereka Bilang, Memotret Itu Seperti Memasak

Kali ini saya memasak menu “Landscape di Danau Limboto”

 

_MG_6489 Memotret itu adalah seni, layaknya kegiatan memasak. Urusan dapur yang satu itu, bisa dilakukan oleh siapa saja, tetapi jika tidak dilakukan dengan “seni” maka sajian menunya biasa-biasa saja. Sebuah menu tradisional akan terasa sangat istimewa ketika diolah dan diberi improvisasi yang kreatif oleh seorang master chef.

Begitupula fotografi. Siapa saja bisa memotret, apalagi dengan kemajuan bidang fotografi saat sekarang, handset paling murah pun sudah dilengkapi dengan camera. Tetapi untuk menghasilkan foto yang “tidak biasa” diperlukan seni mengolahnya.

Layaknya memasak, kita harus mempersiapkan segala sesuatun agar sajian kita terasa “gurih dan garing.” Kali ini saya berkesempatan mengunjungi Gorontalo, provinsi yang memisahkan diri dari Sulawesi Utara ini punya bentangan lansekap yang indah. Gorontalo yang sebagian besar daerahnya merupakan dataran rendah menyimpan begitu banyak spot pemotretan. Hamparan luas persawahan yang rata merupakan satu pemandangan yang sangat menarik.

Lanjutkan membaca “Mereka Bilang, Memotret Itu Seperti Memasak”

RETRO Color Style

Capture-7 Kali ini saya mencoba belajar me-retouch sebuah foto dengan gaya Retro. Foto saya capture menggunakan EOS 20D dengan lensa 18-55mm dan hanya memanfaatkan lampu TL yang ada disebuah ruangan. Talent Linda L, kebetulan waktu itu hadir pada sebuah diskusi kelompok kami. Disela-sela menunggu diskusi mulai, kami iseng berfoto. Latarnya merupakan sebuah tembok.

 

1. File aslinya seperti ini:

Capture-1

2. Saya menggunakan Photoshop CS4. Membuka file lalu menambahkan sebuah layer kosong. Memilih layer baru tersebut dan membuat seleksi setengah dari ukuran layer tersebut dengan Rectangular Marquee Tool.

Capture-2

Lanjutkan membaca “RETRO Color Style”

Tips for taking pictures of Jasminder Oberoi

Jasminder OberoiJasmiender Oberoi: http://www.facebook.com/jassioberai and http://www.facebook.com/jasfotographypage

 

 

 

 

Thank you for Jasminder Oberoi who has allowed his writing to be share.  All photo by: ronnybuol exp #6 and #8

—————————————————————————————————————–

#1

Don’t let telephone poles or trees sprout out of your subject’s head. Check the background carefully. Look over your subject’s shoulder to see whether any poles, trees or even cars are in the background. Sometimes simply moving a step to the left or right a few feet can make your picture much better.

—————————————————————————————————————-

#2

#2 Use a long exposure to soften streams and waterfalls. Place your camera on a tripod and use a small aperture (f/11or f/22) to drive down your shutter speed to 2 seconds or longer. This will give flowing water the milky look you want. Make sure the camera is steady, then shoot a lot.

 

 

—————————————————————————————————————–

#3

Look up and down when walking around. The best picture may not be at eye level. Sometimes pointing the camera straight down on flowers or patterns in the sidewalk will give you impressive results. Looking up at buildings or the sky will also give you an interesting viewpoint.

—————————————————————————————————————–

#4

#4Use depth of field in nature photography to get everything in focus. If you are placing an object in the foreground to create depth, use a maximum (high number) f/stop. This will get more of the scene in focus, front to back. If using a compact camera, set the camera to landscape scene mode.

 

 

—————————————————————————————————————–

Lanjutkan membaca “Tips for taking pictures of Jasminder Oberoi”

Tips Metering

(Tulisan ini di copy paste dari http://kamera-gue.web.id sebagai arsip materi belajar mengenai Fotografi)

Banyak dari kita yang masih belum mantap dalam memilih mode metering yang digunakannya saat memotret. Padahal mode metering adalah fitur standar kamera digital, bahkan hingga kamera ponsel modern pun kini sudah menyediakan fitur ini. Kali ini saya coba membuat tulisan soal tips memilih mode metering yang tepat, dengan harapan kita bisa mendapat foto dengan eksposure yang baik di setiap kondisi pencahayaan.

Fotografi adalah bermain dengan cahaya, dimana kendali akan cahaya ditentukan dari tiga komponen eksposure yaitu shutter, aperture dan ISO. Dalam menentukan nilai eksposure ini, kamera mengukur intensitas cahaya yang masuk melalui lensa dan proses ini dinamakan dengan istilah metering. Pada prinsipnya kamera akan berupaya menjaga eksposure yang pas dimana foto yang dihasilkan memiliki area gelap (shadow), area tengah/grey (midtone) dan area terang (highlight) yang berimbang. Tidak seperti mata manusia, sensor pada kamera digital (atau film pada kamera analog) punya rentang sensitivitas terhadap cahaya yang tidak terlalu lebar sehingga ada saja kasus dimana kamera gagal mereproduksi kondisi aktual di lapangan dalam sebuah foto. Contoh yang paling mudah ditemui adalah terjadinya highlight clipping atau area terang yang detailnya sudah hilang dan ini sering dijumpai pada foto dengan kontras tinggi. Sebaliknya, sebuah foto bisa dikatakan tidak tepat eksposurenya bila banyak area shadow yang terlalu gelap sehingga bisa dibilang under-eksposure.

metering_1

Lanjutkan membaca “Tips Metering”

High Key Tutorial

Kolase High Key merupakan salah satu cara penggunaan cahaya berlebihan dalam pemotretan. Pada teknik high key kita cenderung melebihkan warna putih (mayoritas) dan meninggikan kontras. Kebalikannya adalah Low Key, warna hitam (gelap)  yang menjadi mayoritas dan kontras rendah.

Untuk mendapatkan kondisi High Key, kita cenderung menipu metering. Jadi pengukurannya biasanya melalui Flash Meter dan itupun masih memerlukan bracketing. Pengalaman saya sampai 2 stop.

Jadi teknik high key sebenarnya merupakan sebuah konsep pemotretan, pengolahan melalui software hanyalah untuk fine tuning saja.

Pada praktek kali ini, saya memotret dalam ruangan sempit (kurang lebih 3×4 meter). Menggunakan lensa fix 50mm. Setting parameter kecepatan pada 1/200 sec, bukaan F5, ISO 100. Bracketing +2 stop. Sebenarnya dengan paramter ini, tidak cukup untuk menghasilkan foto High Key, tetapi saya mengukurnya melalui Flash 580EX II. Flash saya setting pada mode Manual pada kekuatan 1/16 dan head zoom di 105mm (agar cahaya bisa terkosentrasi pada objek).

Lanjutkan membaca “High Key Tutorial”

Tutorial Effect Foto Vintage

Untitled-1 Foto dengan efect vintage adalah sebuah foto dengan tone klasik (seperti foto kusam yang sudah lama). Vintage sempat populer ketika pengemar foto merindukan tone polaroid diterapkan dalam era foto digital.

Foto yang diberikan akses tone vintage akan terlihat unik karena ciri klasiknya dan mood memorialnya. Kali ini, saya mencoba membuat tutorialnya. Tapi efect yg saya hadirkan tidak terlalu klasik, saya hanya bermain di tone saja.

Tutorial ini dikerjakan dengan Adobe Photoshop versi 8 (CS).

 

IMG_7266Langkah 1:

Buka Foto yang mau dijadikan Vintage. Saya mencoba membuka sebuah file foto dari istri saya yang saya ambil dengan camera 1000D.

Capture-1 Langkah 2:

Buat copy layer, dan hidden backgroud layernya, agar foto aslinya tidak ikut di retouch, gunanya, kalau ada kesalahan bisa ambil kembali dari background layer.

 

 

Langkah 3: Seleksi Lower contrast dari Foto

Capture-2 Lower Contrast akan lebih memberi detil pada foto, dan juga pengurangan shadow akan membuat “emosi” foto lebih soft. Kita akan menyeleksi contrastnya, dengan menggunakan tool seleksi color.  Klik pada simbol Layer Adjusment pada window layers, lalu pilih Selective Color, dan pilih Black pada colom Colors, dan beri nilai –10 pada slider black.

Lanjutkan membaca “Tutorial Effect Foto Vintage”

Canon PICTURE STYLE Tutorial

Picture style merupakan preset yang disediakan olah Canon pada camera digitalnya. Preset picture style ini adalah settingan dari paramater yang disesuiakan dengan kondisi waktu pemotretan. Pada Canon DSLR, terdapat beberapa picture style yang telah diatur settingannya, misalnya pada Canon 1000D (karena saya memakai seri ini) terdapat settingan Standard, Portrait, Landscape, Neutral, Faithful dan Monochrome.

Picture Style Portrait misal digunakan jika kita ingin mendapatkan kulit model tampil lebih warm. Landscape jika ingin memotret pemandangan dengan menonjolkan tone hijaunya. Faithful dipakai untuk menampilkan warna yang menyamai apa yang dilihat mata, dan Monochrome jika kita ingin mendapatkan BW style (foto hitam putih).

Disamping 6 preset picture style diatas, Canon masih menyediakan 3 slot picture style (dinamakan User Def. 1, 2 dan 3). Slot ini disediakan untuk kita isi dengan picture style sesuai dengan sebaran tone yang kita inginkan. Disinilah kebebasan kreatif kita memberi definisi paramater terhadap tone color yang kita inginkan.

Terdapat ratusan picture style tersebar di internet yang siap anda download dan masukan ke 3 slot yang tersedia. Kevin Wang merupakan salah satu pungawa dalam meracik settingan picture style, anda dapat mengexplore hasil-hasilnya di blog pribadinya: http://tinyurl.com/yd8mpx6

Contoh hasil dari capturing menggunakan picture style IBOv.Hard2:

IMG_6206

IMG_6197

Foto diambil sewaktu MASH3 (Manado Street Hunting), lokasi Kolam di depan Bahu Mall.

Lanjutkan membaca “Canon PICTURE STYLE Tutorial”