JENGKI

Jengki

#7~365

Sebuah perahu seolah menjadi leader bagi perahu lainnya yang tertambat di kawasan Pelabuhan Manado, yang terletak di bagian Barat Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang.

Menurut catatan, kawasan ini dulunya merupakan muara Sungai Tondano yang sebenarnya. Belanda kemudian menimbun muara ini dan memindahkan aliran muara Sungai Tondano ke lokasi sekarang di sebelah Pasar Bersehati di bagian Utara. Muara baru itu disebut Muara Jengki. Jengki bermakna penampilan baru. Muara baru.

Lanjutkan membaca “JENGKI”

TALUCCO

taluko

#2 ~ 365

Masyarakat Ternate menyebutnya Benteng Taluko, yang merupakan peninggalan Portugis. Berada di bukit Kelurahan Dufa-dufa berjarak sekitar 2 KM dari Kedaton Ternate, dari benteng ini bisa terlihat pemandangan laut yang indah dengan latar belakang pulau Halmahera, Tidore dan Maitara. Lanjutkan membaca “TALUCCO”

Foto Story: Upacara Adat Tulude Sulawesi Utara – 2016

Pemerintah Sulawesi Utara melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, menggelar Upacara Adat Tulude tingkat provinsi tahun 2016. Gelaran yang bekerjasama dengan berbagai komunitas Nusa Utara di Sulut itu, dilaksanakan di Lapangan KONI Manado, pada sabtu (6/2/2016).

Walau tidak terlalu meriah, tetapi berbagai simbol budaya seperti Kue Tamo, pakaian adat, musik bambu, tarian gunde, masamper dan sebagainya, ditampilkan pada gelaran Tulude tersebut.

Hadir pula Penjabat Gubernur Sulut Soni Soemarsono, Kapolda Sulut Wilmar Marpaung, Penjabat Walikota Manado Roy Roring dan sejumlah pejabat lainnya.

Berikut beberapa foto yang sempat saya abadikan:

Julius Kalinge (77), warga Teling, Manado, asal Tamako, Sagihe dengan alat musik Tangonggong yang akan dimainkannya dalam Gelar Upacara Adat Tulude yang diselanggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Utara yang bekerjasama dengan berbagai Komunitas Masyarakat Nusa Utara, Sabtu (6/2/2016) di Lapangan KONI Manado.
Julius Kalinge (77), warga Teling, Manado, asal Tamako, Sagihe dengan alat musik Tangonggong yang akan dimainkannya dalam Gelar Upacara Adat Tulude yang diselanggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Utara yang bekerjasama dengan berbagai Komunitas Masyarakat Nusa Utara, Sabtu (6/2/2016) di Lapangan KONI Manado.
Julius Kalinge (77), warga Teling, Manado, asal Tamako, Sagihe dengan alat musik Tangonggong yang akan dimainkannya dalam Gelar Upacara Adat Tulude yang diselanggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Utara yang bekerjasama dengan berbagai Komunitas Masyarakat Nusa Utara, Sabtu (6/2/2016) di Lapangan KONI Manado.
Julius Kalinge (77), warga Teling, Manado, asal Tamako, Sagihe dengan alat musik Tangonggong yang akan dimainkannya dalam Gelar Upacara Adat Tulude yang diselanggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Utara yang bekerjasama dengan berbagai Komunitas Masyarakat Nusa Utara, Sabtu (6/2/2016) di Lapangan KONI Manado.

Lanjutkan membaca “Foto Story: Upacara Adat Tulude Sulawesi Utara – 2016”

Gambar

Foto Makam Raja-raja Siau

Di pulau Siau terdapat banyak jejak sejarah berupa benda-benda cagar budaya, termasuk makam Raja-raja Siau yang hingga kini masih bisa dibilang baik. Beberapa di antaranya telah dipugar dan diperbaiki, tetapi banyak pula yang masih dibiarkan sebagaimana adanya.

Terlepas dari komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan jejak sejarah yang tersimpan dari makam para raja tersebut, berikut saya publish beberapa foto makam Raja-raja Siau yang terdapat di Ulu. Pejelasan detilnya nanti menyusul kemudian.

RAB-Makam-Raja-Siau-1 Lanjutkan membaca “Foto Makam Raja-raja Siau”

Mengisi Waktu Dengan Motret Sunset di Mokupa

Pukul 18:02 | F/11 | 20s | ISO 100 | FL 50 mm |AV Mode | -1.00 ev
Pukul 18:02 | F/11 | 20s | ISO 100 | FL 50 mm | AV Mode | -1.00 ev

Seperti yang saya tulis dalam artikel kemarin di blog ini, sekarang adalah saat yang tepat bagi landscaper (sebutan untuk fotografer penyuka lansekap) untuk turun memotret. Alasan utamanya adalah karena cuaca di Manado dan sekitarnya lagi cerah-cerahnya. Sinar matahari tersedia dengan sangat melimpah.

Saya pun ingin sekali turun memotret, satu karena memang saya penyuka langit biru dan kedua karena sudah lama pula saya tidak memotret landscape. Namun keinginan itu harus saya pendam dulu berhubung mengejar waktu menyelesaikan my project kecil saya.

Lanjutkan membaca “Mengisi Waktu Dengan Motret Sunset di Mokupa”

Iseng Memotret Di Siang Yang Terik

Cuaca Manado dalam beberapa pekan ini cukup panas. Matahari menyinari dengan terik, dan hampir semua orang yang bekerja di luar ruangan mengeluhkan suhu yang tinggi tersebut. Bahkan yang tinggal di dalam rumah pun ikut merasakan suhu yang sangat panas.

Burung-burung itu bercengkrama di atas pohon Rambutan di halaman tetangga saya.
Burung-burung itu bercengkrama di atas pohon Rambutan di halaman tetangga saya.

Bagi fotografer landscape mungkin ini saat yang tepat untuk hunting foto, karena ketersediaan cahaya yang sangat cukup dan langit selalu biru. Pukul lima subuh hingga pukul 10 pagi merupakan saat yang sangat tepat untuk memotret lansekap.

Lebih dari itu, terik matahari terasa membakar kulit dan energi yang terkuras akibat penguapan tinggi jelas membuat tubuh menjadi ingin terus beristirahat. Tak terkecuali saya, yang memang dalam beberapa hari ini kurang fit. Enggan untuk keluar rumah, apalagi banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di komputer.

Rumah saya berada di Desa Tateli, yang dilewati jalan Trans Sulawesi. Sebuah desa di Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, tapi hanya berjarak kurang lebih 5 kilometer dari Terminal Malalayang. Di desa kami pohon-pohon masih banyak tumbuh, bahkan ada hutan-hutan kecil walau tak seberapa. Termasuk di sekitar rumah saya, walau beberapa pohon telah roboh tertiup angin.

Lanjutkan membaca “Iseng Memotret Di Siang Yang Terik”

Tumpara, Semestinya Diberi Perhatian Lebih di Sitaro

Menyebut nama Tarsius, ingatan sebagian besar dari kita mungkin tertuju ke Kota Bitung. Karena di sanalah Tarsius mudah dijumpai dan selalu menjadi sajian ketika wisatawan mengunjungi Kota Cakalang itu. Terlebih jika ke Tangkoko, para pemandu pasti tidak akan melewati pohon Tarsius, dimana para wisatawan secara mudah melihat aktifitas hewan unik tersebut.

Banyak yang tak tahu bahwa di Kabupaten Kepulauan Sitaro, khususnya di pulau Siau, Tarsius juga bisa dijumpai. Bahkan dibanding dengan yang ada di Tangkoko, Tarsius Tumpara yang ada di Siau pernah masuk dalam daftar 25 satwa paling terancam punah di dunia hingga tahun 2012.

Salah satu individu Tarsius Tumpara yang difoto oleh Astrid Mangague di pulau Siau.
Salah satu individu Tarsius Tumpara yang difoto oleh Astrid Mangague di pulau Siau.

Hingga saat ini Tarsius Tumpara juga masih dalam status Critically Endangered menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), sebuah organisasi internasional yang didedikasikan untuk konservasi sumber daya alam. IUCN secara berkala merilis IUCN Red List, sebuah Daftar Merah yang bertujuan memberikan informasi dan analisis mengenai status serta ancaman terhadap spesies agar diperlukan tindakan cepat dalam upaya konservasinya.

Status Critically Endangered yang diberikan kepada Tarsius Tumpara merupakan status Kritis sebelum dinyatakan punah di alam liar, atau punah sama sekali dari muka bumi. Dengan demikian Tumpara semestinya diberikan perhatian lebih oleh stakeholder di Sitaro. Tapi sejauh ini perhatian tersebut belum terlihat, setidaknya dari sosialisasi kepada warga yang bermukim di sekitar habitat Tumpara diketahui hidup.
Lanjutkan membaca “Tumpara, Semestinya Diberi Perhatian Lebih di Sitaro”

Gambar

Banjir Kembali Rendam Manado, 11 Januari 2015

Januari tiba, khawatir pun menyapa. Mungkin suasana hati itu yang dirasakan dalam beberapa tahun terakhir oleh warga Kota Manado, khususnya yang tinggal di pemukiman rawan banjir dan longsor.

Januari 2014 tahun lalu, banjir bandang besar melumpuhkan kota Manado saat air melupa dahsyat pada 15 Januari. Setahun sebelumnya banjir juga membuat pemerintah kota kelimpungan menangani warganya yang menjadi korban. Tahun-tahun sebelumnya banjir juga kerap menyapa warga Manado. Selalu di awal tahun.

Banjir kini telah menjadi momok dan penyapa geliat kota di awal tahun. Jika hujan turun dan tak berhenti lebih dari 6 jam, warga yang tinggal di bentaran Kali Jengki dan Daerah Aliran Sungai Tondano (DAS) serta DAS Sawangan dipenuhi rasa khawatir, luapan air bercampur lumpur pasti kembali mengenangi rumah mereka serta memaksa mereka menyingkir ke tempat lebih aman.

11 Januari 2015, hujan yang turun seharian sehari sebelumnya, membuat air di DAS Tondano meninggi, lalu merembes ke pemukiman warga seperti Komo Luar, Ternate Tanjung, Kampung Tubir, Paal Dua dan beberapa wilayah lainnya. Tanah yang longsor ikut pula menambah penderitaan warga. Wali Kota Manado  Vecky Lumentut pun bahkan menetapkan Manado dalam status Darurat Bencana hingga 18 Januari 2015.

Berikut beberapa foto-foto yang sempat diabadikan oleh kontibutor F21STOCK.com. Foto-foto lengkapnya bisa diakses di website stock foto yang dikelola oleh LPM F/21 tersebut.

20150111_113528 Lanjutkan membaca “Banjir Kembali Rendam Manado, 11 Januari 2015”

Karangetang Meletus Lagi

KARANGETANG VOLCANO -- Gunung Api Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara menunjukkan aktivitas yang tinggi sejak Sabtu (19/7/2014) malam. Dari puncak kawahnya terlihat luncuran lava pijar, dari informasi terakhir, luncuran lava pijar kini sudah mencapai kaki gunung pada Minggu (20/7/2014). FOTO: Ketika Karangetang meletus pada September 2010. Foto-foto lainnya dapat dilihat di www.f21stock.com
KARANGETANG VOLCANO — Gunung Api Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara menunjukkan aktivitas yang tinggi sejak Sabtu (19/7/2014) malam. Dari puncak kawahnya terlihat luncuran lava pijar, dari informasi terakhir, luncuran lava pijar kini sudah mencapai kaki gunung pada Minggu (20/7/2014).
FOTO: Ketika Karangetang meletus pada September 2010.
Foto-foto lainnya dapat dilihat di http://www.f21stock.com