Tumpara, Semestinya Diberi Perhatian Lebih di Sitaro

Menyebut nama Tarsius, ingatan sebagian besar dari kita mungkin tertuju ke Kota Bitung. Karena di sanalah Tarsius mudah dijumpai dan selalu menjadi sajian ketika wisatawan mengunjungi Kota Cakalang itu. Terlebih jika ke Tangkoko, para pemandu pasti tidak akan melewati pohon Tarsius, dimana para wisatawan secara mudah melihat aktifitas hewan unik tersebut.

Banyak yang tak tahu bahwa di Kabupaten Kepulauan Sitaro, khususnya di pulau Siau, Tarsius juga bisa dijumpai. Bahkan dibanding dengan yang ada di Tangkoko, Tarsius Tumpara yang ada di Siau pernah masuk dalam daftar 25 satwa paling terancam punah di dunia hingga tahun 2012.

Salah satu individu Tarsius Tumpara yang difoto oleh Astrid Mangague di pulau Siau.
Salah satu individu Tarsius Tumpara yang difoto oleh Astrid Mangague di pulau Siau.

Hingga saat ini Tarsius Tumpara juga masih dalam status Critically Endangered menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), sebuah organisasi internasional yang didedikasikan untuk konservasi sumber daya alam. IUCN secara berkala merilis IUCN Red List, sebuah Daftar Merah yang bertujuan memberikan informasi dan analisis mengenai status serta ancaman terhadap spesies agar diperlukan tindakan cepat dalam upaya konservasinya.

Status Critically Endangered yang diberikan kepada Tarsius Tumpara merupakan status Kritis sebelum dinyatakan punah di alam liar, atau punah sama sekali dari muka bumi. Dengan demikian Tumpara semestinya diberikan perhatian lebih oleh stakeholder di Sitaro. Tapi sejauh ini perhatian tersebut belum terlihat, setidaknya dari sosialisasi kepada warga yang bermukim di sekitar habitat Tumpara diketahui hidup.
Lanjutkan membaca “Tumpara, Semestinya Diberi Perhatian Lebih di Sitaro”