Kematiaannya Bukan Merupakan Kegagalan

Catatan Sebagai Renungan di Jumat Agung

Salib-Anak Kesaksian Kitab Injil atas proses pengadilan Yesus yang berakhir dengan vonis hukuman mati oleh Pilatus, penguasa Romawi pada saat itu merupakan sebuah hasil persengkokolan. Keempat Injil memberitakan bahwa kematian Yesus pada saat itu merupakan hasil rekayasa para imam Yahudi, karena ucapan dan tindakan Yesus yang merongrong kewibawaan mereka.

Yesus harus disalibkan, dan orang Farisi mempengaruhi publik untuk membebaskan Barabas, sang penyamun. Pengadilan yang dilakukan oleh Pontius Pilatus hanyalah sebuah pengadilan sandiwara, sebab keputusan untuk membunuh Yesus sudah ditetapkan sebelumnya.

Namun ada catatan menarik dari pengadilan tersebut. Ucapan Pilatus, “aku tidak mendapati kesalahan padanya,” mensiratkan sebuah keraguan dari diri Pilatus ketika harus menjatuhkan vonis hukuman. Pilatus berdiri antara nuraninya dan desakan massa yang menginginkan kematian Yesus. Istrinya telah membisikkan peringatan untuk tidak mengikuti amukan massa.

Patutlah dipertanyakan, mengapa Pilatus ragu mengambil keputusan. Keraguan itu muncul ketika ia dihadapkan antara kepentingan pribadinya sebagai seorang pemimpin dengan kepentingan lain. Orang yang ragu menuruti kata hati, hasilnya pasti akan mempengaruhi identitas dan integritas dirinya nanti. Pilatus bergumul antara memperjuangkan kebenaran yang diketahuinya, atau mencari aman dengan mengikuti desakan massa.

Lanjutkan membaca “Kematiaannya Bukan Merupakan Kegagalan”

AMBIVALEN

HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFI

TOLAK KENAIKAN BBM-- Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Pergerakan Islam Indonesia melakukan do'a bersama dan teatrikal di Pertigaan UIN, Jl. Laksda Adisucipto, Sleman, Jumat (16/3). Mereka menolak rencana kenaikan BBM serta meminta pemerintah menghapus subsidi yang di nikmati golongan atas.

Pro kontra mengenai rencana kenaikan BBM pada 1 April mendatang terus berlangsung. Sikap setuju dan tidak setuju bukan hanya datang dari praktisi ekonomi, tetapi juga ditunjukkan oleh partai politik. Baik yang menjadi koalisi pemerintah maupun parpol oposisi.

Dalam jajaran partai politik pendukung pemerintah masih juga belum terdapat pandangan yang sama. PKS masih tetap pada sikapnya yang menentang keras kebijakan kenaikan BBM tersebut. Sementara Golkar dan PPP juga belum menentukan sikap yang pasti. Terhitung hanya Demokrat, PAN dan PKB yang sudah bulat menyatakan dukungannya.

Beberapa partai politik ternyata bermuka dua. Contohnya, sikap menentang PKS atas kenaikan harga BBM tersebut ternyata hanya sebatas pernyataan saja. Terbukti, hingga saat ini, PKS yang menyatakan akan menarik semua menterinya di jajaran pemerintahan tidak juga melakukan hal tersebut.

Disatu sisi PKS ingin mencitrakan sebagai partai yang membela rakyat, tetapi disisi lainnya PKS tetap mencari aman untuk tetap berada dalam barisan koalisi. Hal ini mungkin dilakukan PKS untuk tetap mempersiapkan modal menghadapi 2014 nanti.

Demikian pula yang terjadi dengan PPP dan Golkar, walau sering menyuarakan secara verbal diberbagai media tidak setuju dengan rencana kenaikan BBM, tetapi kedua partai dalam koalisi tersebut tetap aman dalam jajaran pemerintahan.

Lanjutkan membaca “AMBIVALEN”

IMPROVEMENT

Negeri kita ini memang sedang butuh perubahan besar. Bukan sekedar rumusan atau konsep diatas kertas. Tetapi lebih dari itu, sebuah kemauan. Kemauan mau berubah. Tentunya kearah yang lebih baik. Rasanya, dari hari ke hari kita sebagai rakyat tidak pernah merasakan perubahan yang besar, terutama dalam pelayanan publik.

Sebagai rakyat, sepertinya kita harus berpasrah dengan apa yang harus diterima. Sehingga kondisi tersebut menjadi semacam rutinitas yang memang harus dilalui. Padahal, jika kita mau, banyak perubahan yang semestinya dinikmati rakyat. Soal antrian contohnya, kadangkala kita harus pasrah terjebak dalam antrian yang panjang dan lama, yang sebenarnya bisa diatasi jika regulator mau berbenah. Menambah loket atau petugas misalnya.

Maka tidaklah heran jika pada Selasa (20/03/2012) pagi, Dahlan Iskan mengamuk di pintu toll Semanggi. Menteri BUMN pagi itu hendak menuju kantor Garuda untuk memimpin sebuah rapat. Melihat antrian yang panjang, sementara loket yang ada tidak diopearasikan sepenuhnya, Dahlan turun dari mobilnya. Melempar kursi kosong yang ada di loket itu sambil berucap, “tidak ada gunanya kursi ini.” Pak Menteripun lalu membuka pintu penghalang yang ada, lalu mempersilahkan mobil-mobil yang antre untuk melintas secara gratis.

Tindakan mantan bos Jawa Pos ini diambilnya karena kesal, pihak operator jalan toll, Jasa Marga tidak kunjung memperbaiki jasa layanannya. Padahal pada awal Maret 2012, dalam acara ulang tahun ke-34 salah satu BUMN itu, Dahlan Iskan telah mengintruksikan untuk membatasi antrian di pintu tol maksimal 5 kenderaan.

Lanjutkan membaca “IMPROVEMENT”

PROVOKASI

SBY 

Bola panas mengenai kenaikan BBM nampaknya semakin mengelinding. Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi tersebut memang sudah tidak bisa dihindari lagi. Perubahan situasi politik dan ekonomi global memaksa kenaikan harga minyak mentah di pasaran dunia. Indonesia, yang masih mengimpor sebagian besar kebutuhan konsumsi BBM, mau tidak mau harus menyesuaikan dengan gejolak harga tersebut.

Pemerintah telah mengajukan rencana kenaikan BBM bersubsidi tersebut kepada DPR. Pro dan kontra pun tak terhindarkan. Berbagai desakan menolak kebijakan tidak populer tersebut seperti menohok pemerintah yang dipimpin oleh SBY. Dalam berbagai kesempatan, SBY seperti tersudut dengan rencana tersebut. Belum lagi kasus korupsi yang menimpa beberapa petinggi Partai Demokrat, seakan menyudutkan posisi SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.

Alhasil, ditengah tekanan yang kuat tersebut, pada Minggu malam (18/03/2012), SBY mengumpulkan sejumlah kader partai Demokrat di kediaman pribadinya, Cikeas. Pertemuan SBY dengan politisi Demokrat seperti itu memang sering dilakukan. Tidak ada yang istimewa. Tetapi ceritanya menjadi lain, ketika SBY menyampaikan pidatonya.

Bola panas pun semakin kencang mengelinding. Adalah pernyataan SBY mengenai situasi politik nasional yang sedang terjadi menjadi pangkalnya. SBY mendasarkan pidatonya sebagai pembekalan kepada kader partai. Dan atas dasar pembekalan tersebut, SBY mengajak agar kader Partai Demokrat punya keberanian melawan serangan-serangan yang dilakukan lawan politik. Bahkan, secara gamblang, SBY mengatakan telah mencium gerakan aneh di masyarakat yang bertujuan menjatuhkannya dari jabatan presiden sebelum masa jabatannya berakhir pada 2014.

Lanjutkan membaca “PROVOKASI”

NAIK

 BBM

Beberapa hari terakhir ini, harga bahan pokok seperti beras, gula pasir, telur dan minyak goreng dibeberapa daerah perlahan merangkak naik. Kenaikan tersebut dipicu oleh rencana pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) eceran bersubsidi. Pembahasan alot di DPR mengenai niat pemerintah ini masih berlangsung.

Tetapi dari perkembangan yang ada, rencana penerapan harga baru terhadap BBM bersubsidi pada 1 April nanti nampaknya semakin posotif. Hal ini ditandai dengan batalnya pemerintah memberlakukan Harga Tarif Dasar Listrik yang baru. DPR pada 15 Maret 2012 menyetujui penambahan subsidi listrik sebesar Rp.24,52 triliun. Penambahan subsidi listrik tersebut mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo mengatakan, akibat kenaikan harga BBM, PLN membutuhkan tambahan subsidi Rp. 40,45 Triliun.

Kenaikan harga minyak mentah dunia yang melampaui asumsi dalam APBN 2012 menjadi faktor utama dalam rencana kenaikan harga BBM tersebut. Sebagaimana diketahui, bahwa Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan akan minyak mentah. Walaupun pada Pasal 7 Ayat (6) UU APBN 2012, pemerintah dan DPR sepakat tak menaikkan BBM eceran bersubsidi, tetapi gejolak politik yang terjadi di negara-negara utama penghasil minyak mentah dunia, tidak memberi pilihan lain kepada pemerintah.

Lanjutkan membaca “NAIK”

Arloji

time-travel Dalam beberapa hari ini ada yang tiba-tiba ingin menseragamkan zona waktu Indonesia. Cukup pakai satu zona waktu saja kata mereka. Alasannya, demi efisiensi dan agar jam kerja bisa lebih cepat.

Memang kalau mau ditilik, perbedaan 2 jam antara Papua dengan Jakarta bisa menjadi tidak efisien dalam hal bisnis dan ekonomi. Ketika bank di Papua hendak melakukan kliring pagi-pagi dengan bank di Jakarta, dia harus menunggu sampai jam 10, karena bank di Jakarta baru akan buka pada jam 8.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang terlihat ngotot dengan perubahan zona waktu ini. "Sekarang yang pertama, kita memulai kerja lebih awal, kalau sekarang kita bekerja jam 8, di daerah Singapura dan sekitarnya itu sudah berniaga, sudah bikin profit barangkali, kita baru mulai kerja, transaksi dan sebagainya, sudah ketinggalan 1 jam. Dan 1 jam itu sangat berharga," paparnya

Silang pendapat terhadap perubahan waktu, beberapa hari ini menjadi diskusi yang menarik. Para ulama memberi jaminan, perubahan waktu tidak mempengaruhi waktu shalat, karena shalat tidak tergantung pada jam, tetapi pada matahari.

Lanjutkan membaca “Arloji”

Investasi Politik (seharusnya) didasarkan pada Investasi Sosial

1VBlB9qRSBe3wWskykYYIw Reformasi di bidang politik telah membuka lebar pasar demokrasi di tanah air. Sistem pemilihan langsung menjamin setiap warga negara mempunyai kedudukan yang sama dalam demokrasi. Siapa saja bisa menjadi anggota dewan, kepala daerah bahkan presiden. Tentu, selain kapasitas yang sesuai dengan regulasi, modal finansial merupakan faktor penentu.

Untuk menjadi seorang caleg dibutuhkan puluhan,  ratusan juta rupiah bahkan ada yang harus menyediakan dana miliaran rupiah. Gamawan Fauzi pernah mengungkapkan untuk menjadi seorang calon bupati minimal harus menyediakan dana 20M, bahkan untuk di kota-kota besar biasanya bisa mencapai Rp. 150M.

Indikasi praktek pengunaan dana untuk mencapai tujuan politik, biasanya meningkat saat menjelang pilkada dan pemilu. Terlebih jika dalam tahapan pilkada, seorang incumbent akan ikut bertarung. Manipulasi kebijakan penggunaan APBD guna kepentingan menambah modal pertarungan sering menjadi jalan keluar.

Ruslan Ismail Mage dalam tulisannya yang berjudul, “Strategi Investasi Politik” memaparkan empat karakter dasar pasar demokrasi di Indonesia pasca reformasi. Pertama, pasar demokrasi selalu menganut paham klasik “suara rakyat adalah suara Tuhan”. Kedua, harus memahami budaya (kebiasaan pemilih), meliputi tingkat emosi, etika dan komunikasi yang baik dalam kehidupan sosial kemasyarakatannya. Ketiga, harus memiliki kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual. Keempat, harus memiliki setumpuk modal untuk berinvestasi dalam pasar demokrasi.

Menjelang pilkada, biasanya bermunculan calon-calon yang langsung mengusung karakter keempat. Mengandalkan kapitalisme demi mencapai tujuan politiknya. Hal ini sebenarnya tidak mengherankan, sebab kecenderungan industri politik dalam pasar demokrasi di Indonesia selalu berpihak kepada individu atau kelompok yang memiliki modal besar. Maka, jangan kaget jika tiba-tiba saja, muncul kandidat yang datang tak diundang, pergi tak diantar. Modal finansial merupakan dewa.

Lanjutkan membaca “Investasi Politik (seharusnya) didasarkan pada Investasi Sosial”

Hybrid Journalism, Sebuah Penghargaan bagi Jurnalisme Warga.

Ronny-5

Beberapa hari lalu, saya diajak bertemu dengan pemilik salah satu media online di Sulawesi Utara. Diskusi sudah berlagsung dua kali. Dalam diskusi yang encer itu, saya diajak untuk bergabung bersama mereka. Saya akan diberi ruang sendiri pada website mereka.

Seperti media online lainnya, kontent news masih mendominasi halaman mereka. Baik reportase wartawan mereka sendiri, maupun hasil kolaborasi dengan media online lainnya. (baca: republish).

Namun satu hal yang membuat saya tertarik dalam diskusi kedua itu, ketika salah satu Redakturnya menyampaikan keinginan untuk merubah porsi kontent mereka. Dari 70 persen news menjadi 70 persen kontent komuniti.

Jurnalisme Warga

Selama beberapa tahun ini saya memang intens bergerak sebagai seorang citizen reporter. Melakukan kegiatan jurnalistik, tetapi tidak sebagai seorang wartawan resmi dari media. Saya punya Kartu Pers, dari sebuah majalah cetak nasional. Tetapi saya lebih senang menggunakan Citizen Reporter Card yang dikeluarkan oleh PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia), sebuah organisasi yang memayungi aktivitas pewarta warga di Indonesia.

Beberapa kali juga, saya ditawarkan oleh media mainstream di Sulawesi Utara menjadi kontributor bahkan redaktur mereka. Saya menampiknya, dan tetap senang menjadi seorang pewarta warga.

Shayne Bowman dan Chris Willis  mendefinisikan citizen journalism sebagai ‘…the act of citizens playing an active role in the process of collecting, reporting, analyzing, and disseminating news and information”. Dan itulah yang saya lakukan selama ini, tanpa harus jadi seorang wartawan resmi.

Lanjutkan membaca “Hybrid Journalism, Sebuah Penghargaan bagi Jurnalisme Warga.”

PEWARTA FOTO WARGA: Menjadi seorang Citizen Photographer Journalist

Logo PF Tak dapat dipungkiri, kini Kamera dan aktivitas mengabadikan moment telah menjadi salah satu kebutuhan dalam kehidupan sosial masyarakat modern. Ketersediaan sarana untuk memotret yang telah terintegrasi sampai pada handset, sangat membantu dalam aktivitas ini. Tak heran disana-sini kita melihat dan terlibat secara langsung dalam mengabadikan setiap kejadian. Perkembangan teknologi Kamera Digital yang sangat pesat, juga memungkinkan orang dengan mudah memperoleh camera dengan beragam fitur dengan harga yang terjangkau.

Alhasil, hampir disetiap kesempatan kita melihat semakin banyak orang menenteng kamera kemana-mana. Dan, mengabadikan momentpun menjadi salah satu keharusan yang tak boleh terlewatkan.

Penetrasi jaringan internet yang berkembang sangat pesat dan dengan intensitas yang sangat masif, telah memungkinkan setiap orang dengan biaya yang sangat murah untuk berbagi apa saja dalam jaringan sosialnya. Kini, kejadian dalam skala rumah tanggapun bisa diketahui secepat kilat oleh seluruh jaringan sosial. Dalam dunia tanpa batas ini, semangat berbagi itu telah menempatkan setiap individu menjadi titik yang penting dalam menambahkan informasi terbaharu. Dan kegiatan motret-memotret berhasil menempatkan foto sebagai simpul utama dalam mensejarahkan kejadian.

Dengan hanya melihat sebuah foto, seribu satu deskripsi kejadian terwakili. Orang lebih suka melihat sebuah foto daripada membaca informasi yang panjang. Oleh sebab itu, tak heran beban terbesar lalu lintas jaringan internet sekarang, ada pada postingan foto.

Lanjutkan membaca “PEWARTA FOTO WARGA: Menjadi seorang Citizen Photographer Journalist”

KU TATIH MERDEKAKU

Ku-tatih-merdeka-ku

Biarlah aku menikmati medekaku
dengan peluh yang menetes
dalam cengkeraman keterbatasan
dan dalam sindiran lalulalang yang sinis

daripada membual pada sejuta kobohongan
yang dibela mati matian
pada kenikmatan jarahan terkutuk
lalu membawa kabur ke negeri orang
meninggalkan pertiwi
tergerus air matanya
bagaikan wanita miskram

ku kan kibarkan benderaku
di lapang hati
yang tak riuh dengan sorak sorai
sebab dari bangku rodaku ini
akan ku rebut pekik itu
walau harus tertatih sekalipun

bukankah negeri ini punyaku juga?