Luangkan Waktu Menenggok Taman Purbakala Waruga di Sawangan

waruga

Jika anda ke Sulawesi Utara, sempatkanlah mengunjungi Taman Purbakala Waruga Sawangan yang berada di Desa Sawangan, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Hanya butuh waktu sekitar satu jam berkendara dari Manado untuk menuju ke Sawangan. Angkutan umum juga tersedia. Pergilah ke Terminal Paal Dua, dan carilah trayek Airmadidi. Begitu turun di Terminal Airmadidi, lanjutkan perjalanan menggunakan ojek.

Di Taman Purbakala Waruga Sawangan terdapat 144 kuburan tua orang Minahasa kuno yang disebut Waruga. Bentuknya adalah peti-peti besi dari masa Megalitikum yang telah berusia berabad-abad. Lanjutkan membaca “Luangkan Waktu Menenggok Taman Purbakala Waruga di Sawangan”

Ratman Asrar, Merawat Sejarah Lewat Koleksi Pribadi Kakek dan Ayah

ratman-asrar-1

Ratman Asrar (51) bergantian menunjuk Koran Tjahja Siang terbitan tahun 1894, Koran Sinar Harapan edisi Selasa 8 Februari 1965, dan beberapa koran yang terbit pada tahun 1937 sebagai koleksi berharganya.

Dia merawat koleksi benda-benda bernilai historis yang sebagian besar merupakan warisan kakeknya di rumahnya di Kecamatan Tuminting, Manado, Sulawesi Utara.

“Saya merasa terpanggil untuk terus memelihara barang-barang ini, sebagai saksi sejarah Sulawesi Utara,” ungkap Ratman, Senin (9/1/2017). Lanjutkan membaca “Ratman Asrar, Merawat Sejarah Lewat Koleksi Pribadi Kakek dan Ayah”

JENGKI

Jengki

#7~365

Sebuah perahu seolah menjadi leader bagi perahu lainnya yang tertambat di kawasan Pelabuhan Manado, yang terletak di bagian Barat Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang.

Menurut catatan, kawasan ini dulunya merupakan muara Sungai Tondano yang sebenarnya. Belanda kemudian menimbun muara ini dan memindahkan aliran muara Sungai Tondano ke lokasi sekarang di sebelah Pasar Bersehati di bagian Utara. Muara baru itu disebut Muara Jengki. Jengki bermakna penampilan baru. Muara baru.

Lanjutkan membaca “JENGKI”

KEBUN RAYA

Kebun Raya Ratatotok

#6~365

Ini adalah sebagian dari bakal Kebun Raya di Minahasa Tenggara yang memiliki luas sekitar 300 Ha. Areal ini dulu merupakan bekas tambang yang dikelola oleh PT Newmont Minahasa Raya (NMR) di wilayah Ratatotok, Minahasa Tenggara. Di areal ini setidaknya telah tumbuh 180 ribu pohon dari 15 jenis seperti jati, mahoni, cempaka, sengon, jambu, mete, durian, mangga dan sebagainya.

Kala operasional tambang PT NMR ditutup pada 2004, kawasan ini kemudian direklamasi dan direvegetasi untuk mengembalikan hutan yang hilang saat perusahaan itu mengeruk emas sejak 1996. Lanjutkan membaca “KEBUN RAYA”

BIAPONG dan KOPI

rumah kopi kawangkoan

#5~365

Tiga orang tua ini merupakan bagian dari para lelaki Kawangkoan yang punya kebiasaan mendatangi rumah kopi kala pagi dan sore hari. Mendatangi Kawangkoan di Minahasa tak lengkap jika tak mampir mencicipi Biapong (Bakpao khas Kawangkoan) dan menyecap kopinya. Di sini terdapat beberapa kedai kopi legendaris, seperti Kedai Kopi Gembira, Kedai Kopi Sarina dan Kedai Kopi Toronata. Lanjutkan membaca “BIAPONG dan KOPI”

Ini 9 Permainan Tradisional Anak di Sulawesi Utara

LOMPAT TALI

MANADO – Libur panjang pada akhir pekan ini sangat cocok dimanfaatkan untuk mengajak anak bermain di luar rumah. Beberapa permainan tradisional dari masa tahun 1950-an hingga 1990-an masih bisa diajarkan bagi tumbuh kembang anak.

“Permainan anak zaman dulu yang dilakukan beramai-ramai secara berkelompok sudah jarang lagi ditemui. Anak-anak sekarang lebih memilih tinggal di rumah bermalas-malasan sambil bermain gadget tanpa bersosialisasi dengan teman sebayanya,” ujar Koordinator Studio dan Perfilman Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo, Rocky H Koagouw, Kamis (5/5/2016).

Padahal permainan anak-anak tradisional memberikan banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak, misalnya dalam pertumbuhan kesehatan dan motorik anak.

Belum lagi keseruan permainan yang bisa dinikmati bersama teman-teman sebaya yang secara emosi memberikan efek kesenangan dan kenangan bagi setiap anak.

Lanjutkan membaca “Ini 9 Permainan Tradisional Anak di Sulawesi Utara”

Membangun Harapan Pengelolaan Pesisir dari Pulau-Pulau di Sangihe

SOSIALISASI - Staff dari Perkumpulan Sampiri sedang memberikan pemahaman mengenai laut dan wilayah pesisir kepada Siswa SMPN 2 Satap Tabukan Selatan di Batuwingkung.
SOSIALISASI – Staff dari Perkumpulan Sampiri sedang memberikan pemahaman mengenai laut dan wilayah pesisir kepada Siswa SMPN 2 Satap Tabukan Selatan di Batuwingkung.

SANGIHE, KOMPAS.com – Raut wajah Risno Mangune (32) terlihat gembira pagi itu. Hujan yang dinanti turun juga. Bak-bak penampungan air di pulau Batuwingkung terisi lagi.

Batuwingkung merupakan desa yang berada di kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara. Risno telah menjadi kepala desa selama satu periode, bagi 423 jiwa penduduk di pulau itu.

“Hujan sudah jarang turun di sini. Sumber air berkurang, sumur warga banyak yang kering. Kemarau tahun lalu sangat berpengaruh,” keluh Risno saat menjemput Tim dari Perkumpulan Pemberdayaan Masyarakat dan Koservasi Alam (YAPEKA), Kamis (5/5/2016).

YAPEKA bersama Perkumpulan Sampiri Sangihe memilih pulau Batuwingkung menjadi salah satu target pengembangan program pengelolaan wilayah sumber daya pesisir dan laut berbasis masyarakat. Lanjutkan membaca “Membangun Harapan Pengelolaan Pesisir dari Pulau-Pulau di Sangihe”

Gambar

Foto Makam Raja-raja Siau

Di pulau Siau terdapat banyak jejak sejarah berupa benda-benda cagar budaya, termasuk makam Raja-raja Siau yang hingga kini masih bisa dibilang baik. Beberapa di antaranya telah dipugar dan diperbaiki, tetapi banyak pula yang masih dibiarkan sebagaimana adanya.

Terlepas dari komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan jejak sejarah yang tersimpan dari makam para raja tersebut, berikut saya publish beberapa foto makam Raja-raja Siau yang terdapat di Ulu. Pejelasan detilnya nanti menyusul kemudian.

RAB-Makam-Raja-Siau-1 Lanjutkan membaca “Foto Makam Raja-raja Siau”

Walau Berlantai Tanah Berdinding Bambu Beratap Rumbia, Mereka Tetap Semangat Sekolah

Sebuah ironi dari bumi Porodisa, Talaud

Noldy Lumangkiba, sedang mengajar siswanya di SMA Udamakatraya, desa Bannada, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud.
Noldy Lumangkiba, sedang mengajar siswanya di SMA Udamakatraya, desa Bannada, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud.

Tak mudah mencapai desa Bannada, sebuah desa yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Gemeh, Kabupaten Kepulauan Talaud yang merupakan kabupaten paling Utara dan berbatasan dengan Filipina. Akses jalan yang sulit dan masih jauh dari layak sebagai sarana transportasi umum membuat desa ini seperti terisolasi dari pembangunan. Setidaknya dibutuhkan perjalanan sekitar lima jam dari Melonguane ibukota Talaud.

Beberapa sarana umum memang sudah disediakan pemerintah termasuk sekolah dasar dan sekolah menengah (SMP), tapi tidak dengan sekolah menengah lanjutan atas (SLTA). Para siswa yang lulus dari SMP hanya punya pilihan melanjutkan ke Sekolah Menengah Kejuruan di Gemeh yang aksesnya juga susah, dan jika ingin ke SLTA harus ke kecamatan lain.

Melihat kondisi ini, beberapa warga yang prihatin dan dibantu oleh sebuah yayasan kemudian berinisiatif mendirikan SMA Udamakatraya di Bannada. “Sekolah ini didirikan pada tahun 2012, dananya dari kami secara swadaya warga desa,” ujar Ketua Pembangunan Sekolah Zakarias Potoboda, Kamis (9/7/2015) lalu.

Lanjutkan membaca “Walau Berlantai Tanah Berdinding Bambu Beratap Rumbia, Mereka Tetap Semangat Sekolah”

Manumpitaeng, Mengintip Burung Gosong Bertelur di Pulau Perawan

Manumpitaeng-1Kawasan Nusa Utara, yang melingkupi tiga kabupaten di ujung Utara provinsi Sulawesi Utara (Sulut) seakan menyimpan surga tersembunyi. Ketiga kabupaten itu adalah Kabupaten Kepulauan Talaud yang berada paling utara dan berbatasan dengan Filipina, Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berada di tengah dan Kabupaten Kepulauan Sitaro yang paling dekat dengan Manado, ibu kota Sulut.

Ketiga kabupaten tersebut merupakan kabupaten bahari karena potensi kebaharian yang dimilikinya. Dengan posisi itu, ketiga kabupaten ini punya sederet destinasi wisata bahari, yang sayang memang belum dikelola secara maksimal, termasuk yang ada di Kabupaten Sitaro.

Sitaro sebenarnya punya keunggulan dilihat dari jaraknya yang dekat dengan Manado, hanya butuh sekitar 4 jam perjalanan dengan kapal cepat untuk mencapai pulau Siau sebagai pusat pemerintahan Sitaro, dan hanya butuh sekitar 2 jam untuk mencapai pulau Tagulandang yang tidak kalah eksotis.

Lanjutkan membaca “Manumpitaeng, Mengintip Burung Gosong Bertelur di Pulau Perawan”