Biar Bisa Merasakan Indonesia

Bernandus Apa

#3~365

Bernadus Apa (22,) adalah pemuda asal Alor, Nusa Tengara Timur yang berkuliah di Sekolah Tinggi Teologia Haezar Tanjung Enim, Pelembang. Dia kami temui saat dalam perjalanan pulang dari pedalaman Mahakam Hulu, Kalimantan Timur.

Saat itu speed boat yang kami tumpangi menyinggahi kampung Mentiwa, Ujoh Bilang di batang sungai Mahakam. Bernadus sudah berada di kampung itu selama 4 bulan dari 1 tahun tugas Praktek Kerja Lapangannya untuk meraih Sarjana Teologia. Calon pendeta ini melayani para pekerja di perkebunan sawit yang ada di Mentiwa. Lanjutkan membaca “Biar Bisa Merasakan Indonesia”

Foto: “Mereka Bersyukur Masih Bisa Lihat Merah Putih”

BERGANDENGAN TANGAN. Para veteran wanita ini merasa satu hati dalam perjuangan yang telah dilalui, sehingga sepanjang jalan menuju lokasi Upacara Bendera memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-68, mereka bergandengan tangan.
BERGANDENGAN TANGAN. Para veteran wanita ini merasa satu hati dalam perjuangan yang telah dilalui, sehingga sepanjang jalan menuju lokasi Upacara Bendera memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-68, mereka bergandengan tangan.

Veteran, demikian kita menyebut mereka. Dan terbayanglah sosok-sosok orang tua yang sudah lemah fisik, terlihat payah bahkan berjalan pun tertatih. Mereka ada yang sudah kalah pendengaran, susah berbicara. Mereka kadang terlupa dari ingatan kita. Tersebut lagi ketika seremonial detik-detik proklamasi kemerdekaan dikumandangkan.
Mereka terundang karena kita merasa mereka bagian dari sejarah itu.
Padahal karena merekalah, kata MERDEKA itu bisa kita teriakkan kapan saja. Ya, mereka adalah pejuang yang dengan gagahnya dulu membebaskan kita dari penjajah. Mereka adalah para Legium Veteran RI. Dari perjuangan merekalah kita bisa mengibarkan Sang Saka Merah Putih itu.

“Oma bersyukur masih bisa melihat bendera merah putih,” ujar Sophia Sumilat, salah satu veteran Perintis Kemerdekaan yang hadari pada Upacara Bendera Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-68 di halaman Kantor Gubernur Sulut, 17 Agustus 2013.

Lanjutkan membaca “Foto: “Mereka Bersyukur Masih Bisa Lihat Merah Putih””

Foto: Sophia Berulang Tahun 1 Abad di HUT Ke-68 RI

BAWA POSTER. Sophia Sumilat membawa poster kecil yang memuat foto-foto perjalanan hidupnya. Sophia yang lahir di Desa Tolok, Tompaso, Minahasa, genap berusia 1 abad pada saat HUT Ke-68 RI.
BAWA POSTER. Sophia Sumilat membawa poster kecil yang memuat foto-foto perjalanan hidupnya. Sophia yang lahir di Desa Tolok, Tompaso, Minahasa, genap berusia 1 abad pada saat HUT Ke-68 RI.

Sophia Sumilat, veteran Perintis Kemerdekaan yang lahir pada 17 Agustus 1913 ini tepat berulang tahun yang ke-100 atau genap satu abad saat perayaan Detik-Detik Proklamasi 2013. Sophia turut hadir pada Upacara Bendera yang dilaksanakan di Halaman Kantor Gubernur Sulawesi Utara, 17 Agustus 2013.

Lanjutkan membaca “Foto: Sophia Berulang Tahun 1 Abad di HUT Ke-68 RI”