“Tak Ada Yang Tersisa”

Brian korban banjir
TAK ADA YANG TERSISA. — Brian Worang (9), bocah warga Kelurahan Tikela, Lingkungan I, Kecamatan Tombulu, Minahasa, sedang menunjuk ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Sawangan. Brian berdiri di atas lantai bekas rumahnya yang tersapu banjir bandang pada 15 Januari 2014 lalu,
Dia tidak tahu mau tinggal dimana lagi. Beberapa warga di Tikela terpaksa tinggal di kolong jembatan Ring Road.

“Melintas”

Klentenfg dan Banjir Manado
MELINTAS. Seorang wanita melintas di Klenteng Kwan Kong, Manado, 28 Januari 2014, dua hari sebelum perayaan Imlek.
Kawasan Kampung Cina, termasuk tiga klenteng yang berada di kawasan itu, ikut terendam banjir bandang yang menerjang Manado pada Rabu (15/1/2014).
Gambar

“Menanti Harapan”

Seorang warga Kelurahan Ketang Baru, Kecamatan Singkil, Manado duduk di pembatas Lapangan Ketang Baru, Selasa (28/1/2014). Dia menatap seolah berharap akan datangnya masa depan yang lebih cerah. Ketang Baru merupakan salah satu lokasi terparah yang diterjang banjir bandang pada Rabu (15/1/2014).
Di Sulawesi Utara tercatat 19 orang tewas ketika bencana banjir dan longsor itu menghantam wilayah Sulut. Ratusan rumah warga lainnya hilang terseret banjir. Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp1,87 triliun.

BERITA FOTO: Banjir Bandang Terjang Ratahan

Ribuan kayu berbagai ukuran yang ditebang di hutan Manimporok terbawa banjir bandang.

Banjir bandang menerjang beberapa desa di Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Kamis (5/12/2013). Banjir yang datang secara tiba-tiba sekitar pukul 17.30 WITA itu, membawa lumpur tebal dan ribuan kayu berbagai ukuran. Akibatnya, ratusan rumah dilaporkan terkena dampak banjir dan puluhan diantaranya rusak total dan rata dengan tanah.

Seorang bocah perempuan, Yanti Dili (11) warga Desa Rasi terseret arus, dan ditemukan tewas tiga setelah kejadian di Langowan. Selain rumah warga, banjir juga merusak bangunan ibadah gereja dan masjid. Jembatan di desa Tosuraya lenyap diterjang banjir. Puluhan hektar sawah ikut pula terendam lumpur setebal satu meter. Lanjutkan membaca “BERITA FOTO: Banjir Bandang Terjang Ratahan”

In Picture: BALAPAN RODA SAPI KALAWAT

Ternyata tidak hanya di Jawa ada Lomba Balapan sapi, di Minahasa Utara juga ada Lomba Balapan Roda Sapi. Berbeda dengan di Jawa, di Minahasa Utara, Joki yang mengendalikan sapi berdiri di atas sebuah gerobak yang mempunyai roda dari kayu.

Menurut penuturan beberapa warga yang ditemui, lomba balapan roda sapi ini sudah ada sejak dari nenek moyang mereka. Mereka mengakui ini merupakan salah satu tradisi yang masih terus terpelihara di tanah Minahasa.

Berikut beberapa foto Lomba Balapan Roda Sapi yang berlangsung di Lintasan Mega Kapuk, Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara, 5 Oktober 2013.

CEPAT - Sapi-sapi yang dilombakan adalah sapi unggulan yang memiliki kecapatan lari yang baik.
CEPAT – Sapi-sapi yang dilombakan adalah sapi unggulan yang memiliki kecapatan lari yang baik.

Lanjutkan membaca “In Picture: BALAPAN RODA SAPI KALAWAT”

In Picture: PEMAIN KOLINTANG CILIK

Pemain kolintang berusia dini ini mahir memainkan alat musik tradisional Minahasa itu ketika tampil dalam event Manado City Fest, 27 Agustus 2013 di Kawasan Pohon Kasih, Mega Mas Manado.

SERIUS - Salah satu pemain musik kolintang cilik sedang serius dan menghayati permainan instrumen musik yang terbuat dari kayu tersebut.
SERIUS – Salah satu pemain musik kolintang cilik sedang serius dan menghayati permainan instrumen musik yang terbuat dari kayu tersebut.

Lanjutkan membaca “In Picture: PEMAIN KOLINTANG CILIK”

Foto Udara: PULAU PASIGE

Pulau Pahepa - Canon 7D | 18-135 mm pada FL 18mm | ISO 200 | F/11 | Av Mode | -0.33 eV | Picture Style Landscape | Taken date: 14 September 2013
Pulau Pasige – Canon 7D | 18-135 mm pada FL 18mm | ISO 200 | F/11 | Av Mode | -0.33 eV | Picture Style Landscape | Taken date: 14 September 2013

Pulau Pasige di Tagulandang difoto dari udara ketika helikopter MI17-v5 milik TNI AD melintasi perairan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang, Sulawesi Utara.

Pulau Pasige merupakan daerah tempat hidup berbagai jenis ikan termasuk ikan Napoleon, Kima dan sebagainya. Pulau yang didominasi bakau ini juga kaya dengan beraneka macam burung. Terumbu karang yang mengelilingi pulau yang jika pasang tinggi hampir tenggelam ini terlihat dengan sangat jelas dari udara.

Foto: MENANTANG BADAI

Canon 7D | 18-135mm pada FL 18mm | ISO 100 | F/10 | AV Mode | - 0.33 eV | 12 Januari 2013
Canon 7D | 18-135mm pada FL 18mm | ISO 100 | F/10 | AV Mode | – 0.33 eV | 12 Januari 2013

Foto diambil dari Rescue Boat milik Badan SAR Manado, ketika melintasi perairan Sulawesi Utara dari Bitung menuju titik pencarian korban terapung di laut di belakang pulau Manado Tua. Kapal penyelamat ini berlayar lebih dari enam jam sebelum menemukan korban. Dalam perjalanan itu, cuaca sering berubah.

 

 

In Picture: RITUAL MASAK MINYAK KLENTENG KWANG KONG

Umat Tridharma di Klenteng Kwang Kong, Manado melaksanakan Ritual memaksa minyak ketika memperingati kelahiran Kwan Seng Ta Tie Kwan Kong, 31 Juli 2013.

Minyak panas yang sudah diberkati tersebut diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit ketika dioleskan pada tubuh, dan juga dapat mendatangkan berkat dan rejeki serta kemakmuran bagi umat yang meyakininya.

Umat Tridharma melakukan ritual masak minyak dalam peringatan kelahiran Kwan Seng Ta Tie Kwan Kong di Klenteng Kwan Kong, Manado, Sulawesi Utara, 31 Juli 2013.
Umat Tridharma melakukan ritual masak minyak dalam peringatan kelahiran Kwan Seng Ta Tie Kwan Kong di Klenteng Kwan Kong, Manado, Sulawesi Utara, 31 Juli 2013.

Lanjutkan membaca “In Picture: RITUAL MASAK MINYAK KLENTENG KWANG KONG”