NAIN (NAENG, NAEN)

nain

#1 ~ 365

Desa (Kampung) Nain termasuk dalam wilayah Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, Propinsi Sulawesi utara. Desa Nain merupakan suatu pulau. Terdapat 3 perkampungan utama, yaitu Kampung Nain (Bajo-Siau), Kampung Tampi, dan Kampumg Tarente.
Pulau Nain masuk dalam wilayah Bagian Utara (Northen Sections) dari kawasan Taman Laut Nasional Bunaken bersama dengan 4 pulau lainnya (Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Siladen dan pesisir Molas-Wori). Pulau Nain merupakan pulau terjauh dalam kawasan TLN Bunaken. Bisa ditempuh melalui laut dari Manado selama 1,5 jam dengan speedboad, atau selama 2,5 jam dengan perahu motor kecil 2 mesin 40 PK. Lanjutkan membaca “NAIN (NAENG, NAEN)”

Manado Fashion Carnaval – Januari 2016

Event Fashion Carnaval pada 29 Januari 2016 yang digelar oleh MTC cukup menarik perhatian warga Manado. Walau masih sedikit peserta yang mengikuti fashion on the street tersebut, namun event ini perlu diberi apresiasi dan didorong untuk terus dilakukan dengan konsep penyelanggaraan yang lebih baik.

Mengambil start dari Pohon Kasih, Kawasan Mega Mas, peserta yang datang dari berbagai kalangan usia mempertontonkan beraneka kreasi busana. Ikut pula meramaikan beberapa komunitas seperti pecintan satwa anjing dan kucing, penggemar busana tokoh film, serta komunitas otomotif.

Event ini juga dibarengi dengan kampanye anti narkoba. Peserta kemudian finish di MTC.

Berikut beberapa foto yang sempat saya abadikan:

Peserta Fashion Carnaval dari berbagai kalangan usia tampil dengan kreasi busana mereka saat berparade di jalan Kawasan Mega Mas Manado, Sabtu, 29 Januari 2016.
Peserta Fashion Carnaval dari berbagai kalangan usia tampil dengan kreasi busana mereka saat berparade di jalan Kawasan Mega Mas Manado, Sabtu, 29 Januari 2016.

Lanjutkan membaca “Manado Fashion Carnaval – Januari 2016”

Gambar

FOTO: “Bermain Sampah Bersama Ayah”

BERMAIN SAMPAH BERSAMA AYAHBocah ini menemani ayahnya yang memulung botol-botol plastik bekas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo, Kota Manado. Dari mengais barang-barang bekas dari produksi sampah warga Kota Manado yang dibuang di TPA Sumompo itu, ratusan orang menggantungkan hidup mereka dengan cara berjuang melawan beraneka kuman dan bibit penyakit yang ikut terbawa sampah. Tapi seperti wajah sang bocah dan ayahnya yang seakan sudah kebal dari ancaman berbagai penyakit tersebut, mereka telah mampu beradaptasi dengan sampah yang semakin menggunung dan bau menyengat yang menusuk hidung.

Kapasitas TPA Sumompo kini telah melebihi daya tampungnya seiring dengan laju pertumbuhan penduduk Kota Manado. Dari catatan yang ada, setiap tahun volume produksi sampah di Manado terus meningkat. Jika pada tahun 2011 volume sampah sebanyak 828.812 meter kubik (m3), maka pada tahun 2012 meningkat menjadi 840.960 m3 dan di 2013 menyentuh angka 940.703 m3, sedangkan di 2014 mencapai 980.865 m3. Tahun ini diperkirakan produksi volume sampah warga Manado terus meningkat secara signifikan. Lanjutkan membaca “FOTO: “Bermain Sampah Bersama Ayah””

Gambar

Foto Makam Raja-raja Siau

Di pulau Siau terdapat banyak jejak sejarah berupa benda-benda cagar budaya, termasuk makam Raja-raja Siau yang hingga kini masih bisa dibilang baik. Beberapa di antaranya telah dipugar dan diperbaiki, tetapi banyak pula yang masih dibiarkan sebagaimana adanya.

Terlepas dari komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan jejak sejarah yang tersimpan dari makam para raja tersebut, berikut saya publish beberapa foto makam Raja-raja Siau yang terdapat di Ulu. Pejelasan detilnya nanti menyusul kemudian.

RAB-Makam-Raja-Siau-1 Lanjutkan membaca “Foto Makam Raja-raja Siau”

Iseng Memotret Di Siang Yang Terik

Cuaca Manado dalam beberapa pekan ini cukup panas. Matahari menyinari dengan terik, dan hampir semua orang yang bekerja di luar ruangan mengeluhkan suhu yang tinggi tersebut. Bahkan yang tinggal di dalam rumah pun ikut merasakan suhu yang sangat panas.

Burung-burung itu bercengkrama di atas pohon Rambutan di halaman tetangga saya.
Burung-burung itu bercengkrama di atas pohon Rambutan di halaman tetangga saya.

Bagi fotografer landscape mungkin ini saat yang tepat untuk hunting foto, karena ketersediaan cahaya yang sangat cukup dan langit selalu biru. Pukul lima subuh hingga pukul 10 pagi merupakan saat yang sangat tepat untuk memotret lansekap.

Lebih dari itu, terik matahari terasa membakar kulit dan energi yang terkuras akibat penguapan tinggi jelas membuat tubuh menjadi ingin terus beristirahat. Tak terkecuali saya, yang memang dalam beberapa hari ini kurang fit. Enggan untuk keluar rumah, apalagi banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di komputer.

Rumah saya berada di Desa Tateli, yang dilewati jalan Trans Sulawesi. Sebuah desa di Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, tapi hanya berjarak kurang lebih 5 kilometer dari Terminal Malalayang. Di desa kami pohon-pohon masih banyak tumbuh, bahkan ada hutan-hutan kecil walau tak seberapa. Termasuk di sekitar rumah saya, walau beberapa pohon telah roboh tertiup angin.

Lanjutkan membaca “Iseng Memotret Di Siang Yang Terik”

Tumpara, Semestinya Diberi Perhatian Lebih di Sitaro

Menyebut nama Tarsius, ingatan sebagian besar dari kita mungkin tertuju ke Kota Bitung. Karena di sanalah Tarsius mudah dijumpai dan selalu menjadi sajian ketika wisatawan mengunjungi Kota Cakalang itu. Terlebih jika ke Tangkoko, para pemandu pasti tidak akan melewati pohon Tarsius, dimana para wisatawan secara mudah melihat aktifitas hewan unik tersebut.

Banyak yang tak tahu bahwa di Kabupaten Kepulauan Sitaro, khususnya di pulau Siau, Tarsius juga bisa dijumpai. Bahkan dibanding dengan yang ada di Tangkoko, Tarsius Tumpara yang ada di Siau pernah masuk dalam daftar 25 satwa paling terancam punah di dunia hingga tahun 2012.

Salah satu individu Tarsius Tumpara yang difoto oleh Astrid Mangague di pulau Siau.
Salah satu individu Tarsius Tumpara yang difoto oleh Astrid Mangague di pulau Siau.

Hingga saat ini Tarsius Tumpara juga masih dalam status Critically Endangered menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), sebuah organisasi internasional yang didedikasikan untuk konservasi sumber daya alam. IUCN secara berkala merilis IUCN Red List, sebuah Daftar Merah yang bertujuan memberikan informasi dan analisis mengenai status serta ancaman terhadap spesies agar diperlukan tindakan cepat dalam upaya konservasinya.

Status Critically Endangered yang diberikan kepada Tarsius Tumpara merupakan status Kritis sebelum dinyatakan punah di alam liar, atau punah sama sekali dari muka bumi. Dengan demikian Tumpara semestinya diberikan perhatian lebih oleh stakeholder di Sitaro. Tapi sejauh ini perhatian tersebut belum terlihat, setidaknya dari sosialisasi kepada warga yang bermukim di sekitar habitat Tumpara diketahui hidup.
Lanjutkan membaca “Tumpara, Semestinya Diberi Perhatian Lebih di Sitaro”

Gambar

Banjir Kembali Rendam Manado, 11 Januari 2015

Januari tiba, khawatir pun menyapa. Mungkin suasana hati itu yang dirasakan dalam beberapa tahun terakhir oleh warga Kota Manado, khususnya yang tinggal di pemukiman rawan banjir dan longsor.

Januari 2014 tahun lalu, banjir bandang besar melumpuhkan kota Manado saat air melupa dahsyat pada 15 Januari. Setahun sebelumnya banjir juga membuat pemerintah kota kelimpungan menangani warganya yang menjadi korban. Tahun-tahun sebelumnya banjir juga kerap menyapa warga Manado. Selalu di awal tahun.

Banjir kini telah menjadi momok dan penyapa geliat kota di awal tahun. Jika hujan turun dan tak berhenti lebih dari 6 jam, warga yang tinggal di bentaran Kali Jengki dan Daerah Aliran Sungai Tondano (DAS) serta DAS Sawangan dipenuhi rasa khawatir, luapan air bercampur lumpur pasti kembali mengenangi rumah mereka serta memaksa mereka menyingkir ke tempat lebih aman.

11 Januari 2015, hujan yang turun seharian sehari sebelumnya, membuat air di DAS Tondano meninggi, lalu merembes ke pemukiman warga seperti Komo Luar, Ternate Tanjung, Kampung Tubir, Paal Dua dan beberapa wilayah lainnya. Tanah yang longsor ikut pula menambah penderitaan warga. Wali Kota Manado  Vecky Lumentut pun bahkan menetapkan Manado dalam status Darurat Bencana hingga 18 Januari 2015.

Berikut beberapa foto-foto yang sempat diabadikan oleh kontibutor F21STOCK.com. Foto-foto lengkapnya bisa diakses di website stock foto yang dikelola oleh LPM F/21 tersebut.

20150111_113528 Lanjutkan membaca “Banjir Kembali Rendam Manado, 11 Januari 2015”

Pesta Kembang Api Sambut Tahun Baru 2015 di Manado

Ribuan kembang api dilesatkan warga Kota Manado, Sulawesi Utara menyambut malam pergantian tahun dari 2014 ke 2015. Berbagai bentuk kembang api sudah dipasang sejak Rabu, 31 Desember 2014, petang.

Kembang api itu juga disertai dengan bunyi ledakan petasan beraneka ukuran. Tak hanya di satu tempat, bahkan di seantero sudut Kota Manado, petasan dan kembang api seakan bersahut-sahutan. Warga Manado terlihat enjoy dan menikmati malam itu. Padahal dua hari sebelumnya mereka dikwahatirkan dengan datangnya banjir saat cuaca buruk melanda Manado.

Walau tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, namun jelang pukul 00.00 WITA, seiiring dipadamkannya lampu-lampu jalan, langit Manado menggelegar dan diriuhkan kerlapan kembang api yang dahsyat. Ritual ini jadi seolah jadi kewajiban saban akhir tahun. Dan kota ini pun menenggelamkan doa-doa umat yang dipanjatkan beberapa jam sebelum bunyi “teng” tanda tahun 2015 dimulai.

Berikut saya sajikan beberapa foto kembang api yang dilesatkan itu, yang saya ambil dari lantai 11 Hotel Arya Duta yang terletdak di ruas jalan Piere Tendean (Boulevard).

MG_5928

Lanjutkan membaca “Pesta Kembang Api Sambut Tahun Baru 2015 di Manado”

TERJEBAK

TERJEBAK -- Beberapa kenderaan roda empat yang terparkir di area parkir Manado Town Square tidak luput dari terjangan ombak yang melanda Manado pada 14 Januari 2014. Sehari kemudian, Kota Manado dilanda banjir bandang terbesar yang menewaskan puluhan orang dan menghanyutkan ratusan rumah warga.
TERJEBAK — Beberapa kenderaan roda empat yang terparkir di area parkir Manado Town Square tidak luput dari terjangan ombak yang melanda Manado pada 14 Januari 2014.
Sehari kemudian, Kota Manado dilanda banjir bandang terbesar yang menewaskan puluhan orang dan menghanyutkan ratusan rumah warga.

“Menunggu Pentas”

MENUNGGU PENTAS.  Salah satu anggota Musik Bambu Klarinet sedang menunggu waktu pentas, ketika group musiknya diundang sebagai pengisi acara sewaktu Kapolri Jendral Polisi Sutarman mengunjungi Manado, 21 Februari 2014. Musik bambu merupakan salah satu musik traditional Sulawesi Utara yang instrumennya terbuat dari bambu. Namun seiring perkembangan waktu, musik ini kemudian dipadukan dengan berbagai alat musik modern seperti Saxophone dan drum.
MENUNGGU PENTAS. Salah satu anggota Musik Bambu Klarinet sedang menunggu waktu pentas, ketika group musiknya diundang sebagai pengisi acara sewaktu Kapolri Jendral Polisi Sutarman mengunjungi Manado, 21 Februari 2014.
Musik bambu merupakan salah satu musik traditional Sulawesi Utara yang instrumennya terbuat dari bambu. Namun seiring perkembangan waktu, musik ini kemudian dipadukan dengan berbagai alat musik modern seperti Saxophone dan drum.