Tag

, , , , , , , , ,

Apa Itu Miangas?

Miangas adalah satu dari 11 pulau terluar Indonesia yang berada di dalam wilayah administrasi Provinsi Sulawesi Utara. Miangas terletak dekat perbatasan antara Indonesia dengan Filipina. Pulau ini termasuk ke gugusan pulauĀ  Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Pulau ini memiliki luas sekitar 3,15 km2. Jaraknya ke Filipina (Davao) hanya 48 mil, dibanding dengan jaraknya ke Melonguane (ibukota Talaud) sekitar 110 mil, dan ke Manado sekitar 320 mil.

Penduduknya pada tahun 2010 tercatat 797 jiwa dengan mayoritas etnis Talaud. Karena dekat dengan Filipina, beberapa penduduknya kawin dengan orang Filipina. Bahkan mata uang Peso Filipina jamak di pulau ini.

Dermaga dan pulua kecil di depan Miangas

Dermaga dan pulau kecil di depan Miangas

Mata pencaharian penduduk di Miangas, rata-rata adalah nelayan dan berkebun. Beberapa warga juga membuat kerajinan tangan dari daun pandan seperti topi, hiasan dinding dan tikar.

Di bulan-bulan tertentu saat gelombang laut tinggi, penduduk Miangas kesulitan berpergian ke luar pulau. Ombak yang ganas dari Samudera Pasifik menjadi momok bagi pelayaran ke Miangas.

Sebagai pulau terluar di Miangas terdapat Pos Lintas Batas Indonesia Filipina (Border Crossing Agreement). Di pos itu bertugas staff dari Filipina dan Indonesia yang mengawasi warga Indonesia pergi ke Filipina dan sebaliknya warga Filipina yang datang ke Indonesia.

Walau berada di ujung paling Utara Indonesia, Miangas sesungguhnya adalah pulau eksotis nan cantik. Dengan suhu udara yang lumayan panas, tapi mampu menjadikan view air lautnya jernih dan langit yang sangat biru.

Bagaimana ke Miangas?

Trasportasi memang menjadi salah satu masalah untuk mengakses pulau-pulau terluar, termasuk ke Miangas. Namun saat ini Kementerian Perhubungan telah menyediakan transportasi laut yang cukup memadai, walau frekuensinya baru 2 minggu sekali.

SABUK NUSANTARA - KM Sabuk Nusantara 51 sedang sandar di dermaga Kakorotan, salah satu pular terluar.

SABUK NUSANTARA – KM Sabuk Nusantara 51 sedang sandar di dermaga Kakorotan, salah satu pular terluar.

Sebuah kapal yang representatif, Sabuk Nusantara 51 melayari pelayaran dari Lirung ke Mingas dengan terlebih dahulu menyinggahi beberapa dermaga: Rainis, Dapalan, Geme dan Kakorotan. Kapal ini bertolak dari Bitung dengan rute: Likupang, Biaro, Tagulandang, Makalehi, Tahuna, Mangaran sebelum tiba di Lirung.

LIRUNG - Aktifitas di sekitar pelabuhan pulau Liring, Talaud.

LIRUNG – Aktifitas di sekitar pelabuhan pulau Liring, Talaud.

Repot bukan? Jika anda ingin memperpendek waktu, pergilah ke Lirung. Anda bisa menaiki kapal dari Pelabuhan Manado setiap Senin, Rabu dan Jumat. Perjalanan sekitar 14 jam.

Atau bisa menggunakan pesawat terbang dari Manado ke Melonguane. Setiap hari ada maskapai Wings Air. Dari Melonguane naik speed boat ke Lirung untuk menunggu kapal Sabuk Nusantara 51.

Tetapi harus diingat, jadwal kapal Sabuk Nusantara 51 sulit diperoleh, apalagi secara online. Sejauh ini belum tersedia informasi online mengenai jadwal kapal tersebut. Cara termudah adalah mendatangi Pelabuhan Bitung.

Masih Ingin Ke Miangas?

Ayo . . . jangan urungkan niat anda karena sulitnya transportasi ke sana. Ingat, bulan Mei 2016 adalah waktu terbaik anda ke Miangas. Mengapa? Karena pada tanggal 21 Mei nanti, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud akan menggelar Festival Manami di Miangas.

Kabar baiknya lagi, akan tersedia Kapal Gratis ke Miangas. Iya Gratis, tidak perlu bayar. pulang pergi. Yang anda harus lakukan adalah berada di Melonguane sebelum tanggal 20 Mei. Setidaknya paling lambat tanggal 19 Mei anda sudah berada di Melonguane, terserah dengan naik kapal dari Pelabuhan Manado atau via pesawat terbang dari Bandara Sam Ratulangi Manado.

MELONGUANE - Kapal sedang sandar di dermaga Pelabuhan Melonguane.

MELONGUANE – Kapal sedang sandar di dermaga Pelabuhan Melonguane.

Jika naik kapal, berarti anda harus berlayar dari Manado paling lambat pada Rabu, 18 Mei. Sementara dengan pesawat, ada penerbangan setiap harinya, yang berangkat pagi.

Di Melonguane terdapat beberapa penginapan dengan tarif semalam mulai dari Rp 150.000 per kamar. Jika anda datang beberapa hari lebih dulu, anda bisa mengunjungi beberapa destinasi wisata di Talaud.

Apa Itu Manami?

Manami merupakan tradisi menangkap ikan tahunan penduduk di Miangas. Tradisi ini biasanya digelar pada saat surut terendah di tahun itu. Tahun ini menurut perhitungan mereka, jatuh pada tanggal 21 Mei. Manami serupa dengan Manee di Kakorotan dan Intata.

JANUR MANEE - Rangkaian janur kelapa yang dibuat jadi jaring sedang dipersiapkan pada Manee.

JANUR MANEE – Rangkaian janur kelapa yang dibuat jadi jaring sedang dipersiapkan pada Manee.

Baik Manami maupun Manee biasanya didahului dengan serangkaian ritual. Sebab bagi penduduk lokal, tradisi ini bukan sekedar hajatan biasa. Ada pemaknaan kearifan lokal yang sangat dalam dari gelaran tradisi tersebut. Ritual ini akan terlaksana jika kesepakatan adat, Eha dijalankan oleh mereka.

Eha merupakan kesepakatan yang turun-temurun dijaga. Dimana pada jangka waktu tertentu, saat Eha diberlakukan, semua orang siapa pun itu dilarang untuk mengambil ikan di lokasi yang sudah ditentukan.

Eha itu memuncak saat Manami atau Manee digelar, dimana semua penduduk pulau beramai-ramai menangkap ikan secara bersama-sama. Peralatan mereka pun sangat sederhana. Ikan dihalau dengan menggunakan jaring dari janur kelapa yang diikatkan ke tali hutan.

Panjang jaring dari janur kelapa dan tali hutan itu bisa mencapai ribuan meter. Pengerjaan jaring itu tidak sembarang, harus dilakukan dengan serangkaian ritual beberapa hari sebelum Manami dan Manee digelar. Para tetua adat mengambil peran penting dalam ritual ini.

MANEE - peserta Festival Manee 2015 menunggu perintah untuk menangkap ikan bersama-sama.

MANEE – peserta Festival Manee 2015 menunggu perintah untuk menangkap ikan bersama-sama.

Jika penduduk Miangas tidak sampai seribu orang, berbeda saat Manami difestivalkan. Penduduk dari pulau-pulau lain di Talaud datang berbondong-bondong ke Miangas untuk ikut menangkap ikan bersama dengan warga Miangas.

Tahun 2015 lalu, saat Manee digelar di Kakorotan, Intata, sedikitnya ada 3000 orang yang secara bersama-sama menangkap ikan di puncak Manee. Ribuan ikan dengan berbagai ukuran dari berbagai jenis terkurung di jaring janur kelapa.

Atas perintah Ratumbanua (sebutan orang yang paling ditokohkan di sebuah wilayah di Talaud), ribuan orang itu bersama-sama menangkap ikan di saat air laut mencapai surut terendahnya.

MANEE - Ikan yang berhasil ditangkap pada Manee 2015.

MANEE – Ikan yang berhasil ditangkap pada Manee 2015.

Sesudahnya, sambil menikmati alam yang memesona, ribuan peserta festival itu membakar ikan di tepi pantai dengan pasir putihnya yang halus. Jamuan makan ikan akbar pun terjadi.

Demikian pula yang akan tersaji pada Manami di pulau Miangas pada tanggl 21 Mei nanti. Dan tak hanya itu, serangkaian suguhan atraksi kesenian dan kebudayaan akan dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulaun Talaud.

Tertarik? ayo isi formulir yang tersedia, dan pastikan anda mendapat tempat di kapal yang disediakan dari Melonguane ke Miangas nanti. Rugi jika anda tidak ke Festival Manami.

FORMULIR FESTIVAL MANAMI (Khusus wisatawan luar Talaud)

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi:

Ronny Buol (LPM f/21): 085256510522 (sms/wa), email: ronny.buol@yahoo.com

Erwin Tamatompo (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Talaud): 081245417604