Tag

, , ,

BERGANDENGAN TANGAN. Para veteran wanita ini merasa satu hati dalam perjuangan yang telah dilalui, sehingga sepanjang jalan menuju lokasi Upacara Bendera memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-68, mereka bergandengan tangan.

BERGANDENGAN TANGAN. Para veteran wanita ini merasa satu hati dalam perjuangan yang telah dilalui, sehingga sepanjang jalan menuju lokasi Upacara Bendera memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-68, mereka bergandengan tangan.

Veteran, demikian kita menyebut mereka. Dan terbayanglah sosok-sosok orang tua yang sudah lemah fisik, terlihat payah bahkan berjalan pun tertatih. Mereka ada yang sudah kalah pendengaran, susah berbicara. Mereka kadang terlupa dari ingatan kita. Tersebut lagi ketika seremonial detik-detik proklamasi kemerdekaan dikumandangkan.
Mereka terundang karena kita merasa mereka bagian dari sejarah itu.
Padahal karena merekalah, kata MERDEKA itu bisa kita teriakkan kapan saja. Ya, mereka adalah pejuang yang dengan gagahnya dulu membebaskan kita dari penjajah. Mereka adalah para Legium Veteran RI. Dari perjuangan merekalah kita bisa mengibarkan Sang Saka Merah Putih itu.

“Oma bersyukur masih bisa melihat bendera merah putih,” ujar Sophia Sumilat, salah satu veteran Perintis Kemerdekaan yang hadari pada Upacara Bendera Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-68 di halaman Kantor Gubernur Sulut, 17 Agustus 2013.

MAJU TAK GENTAR. Walau sudah berusia lanjut, para veteran masih bersemangat menyanyikan lagi perjuangan Maju Tak Gentar.

MAJU TAK GENTAR. Walau sudah berusia lanjut, para veteran masih bersemangat menyanyikan lagi perjuangan Maju Tak Gentar.

POTRET VETERAN. Wajah salah satu anggota Legium Veteran Sulawesi Utara yang ikut hadir dalam Upacara Bendera memperingati Detik-Detik Proklamas Kemerdekaan Indonesia di Halaman Kantor Gubernur Sulut, 17 Agustus 2013.

POTRET VETERAN. Wajah salah satu anggota Legium Veteran Sulawesi Utara yang ikut hadir dalam Upacara Bendera memperingati Detik-Detik Proklamas Kemerdekaan Indonesia di Halaman Kantor Gubernur Sulut, 17 Agustus 2013.

BERI APRESIASI. Gubernur Sulut, SH Sarundajang berkesempatan menyalami para veteran pada acara Ramah Tamah setelah Upacara Bendera memperingati Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2013.

BERI APRESIASI. Gubernur Sulut, SH Sarundajang berkesempatan menyalami para veteran pada acara Ramah Tamah setelah Upacara Bendera memperingati Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2013.

MENANGIS. Martje Engkol (74), veteran Perintis Kemerdekaan tak kuasa menahan tangis ketika Hymne Hening Cipta dikumandangkan pada Upacara Bendera memperingati Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-68 di Halaman Kantor Gubernur Sulut, 17 Agustus 2013.

MENANGIS. Martje Engkol (74), veteran Perintis Kemerdekaan tak kuasa menahan tangis ketika Hymne Hening Cipta dikumandangkan pada Upacara Bendera memperingati Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-68 di Halaman Kantor Gubernur Sulut, 17 Agustus 2013.

TEGAK BERDIRI. Tak mau ketinggalan, walau tak sekuat dulu lagi, anggota veteran ini masih berdiri tegak untuk menghormati bendera.

TEGAK BERDIRI. Tak mau ketinggalan, walau tak sekuat dulu lagi, anggota veteran ini masih berdiri tegak untuk menghormati bendera.

TOPI KEBANGGAAN. Topi orange itulah yang menjadi kebanggan mereka sebagai anggota LVRI.

TOPI KEBANGGAAN. Topi orange itulah yang menjadi kebanggan mereka sebagai anggota LVRI.