Tag

, , , , ,

Torosiaje-1

Torosiaje merupakan sebuah perkampungan Suku Bajo yang berada di tengah laut, terpisah dari daratan di Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwatu, Provinsi Gorontalo. Oleh pemerintah setempat, perkampungan Suku Bajo Torosiaje sudah dijadikan sebagai desa wisata dengan keunikan kehidupan orang Bajo yang hidup di rumah tiang pancang di atas laut.

Dari jalan masuk di darat, pengunjung sudah disambut dengan sebuah pintu gerbang yang di atasnya tertulis ucapan Selamat Datang di Desa Wisata.
Saat sekarang, perkampungan Torosiaje Laut dihuni lebih dari 450 kepala keluarga dengan sekitar 1.200-an jiwa yang terbagi atas dua dusun. Kedua dusun tersebut tinggal di rumah-rumah tiang pancang yang dihubungkan dengan jembatan kayu beratap sepanjang 4.000 meter lebih yang membentuk formasi huruf ‘U’.

Keunikan kehidupan Suku Bajo yang menggantungkan hampir seluruh hidupnya pada laut menjadi daya tarik sendiri bagi penyuka travelling. Torosiaje pun sering didatangi berbagai pelancong, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Namun salah satu masalah utama di Torosiaje adalah ketersediaan air bersih.
"Pemerintah daerah memang sudah membangun instalasi air bersih. Pipa penyalurannya ditanam lewat bawah laut dari darat menuju Torosiaje. Tetapi instalasi air bersih itu tidak bisa diandalkan, karena lebih banyak tidak berfungsi," ujar Kepala Desa Bahari Jaya Torosiaje Akbar Mile.

Akbar menambahkan, karena instalasi air bersih sering tidak berfungsi, terpaksa warga harus mengambil air bersih dari desa tetangga yang lumayan jauh.
"Harus naik perahu dan membayar jasa pengambilan. Satu drum air bersih kami bayar antara Rp 10.000 hingga Rp 20.000," ujar Akbar.

Kesulitan air bersih tersebut membuat warga Torosiaje rentan terhadap penyakit kolera dan muntaber. "Kami jadi jarang mandi dengan air bersih," kata Akbar lagi.
Pemerintah daerah Pohuwatu semestinya serius membenahi pasokan air bersih bagi warga Torosiaje. Sebab desa wisata ini menawarkan pesona yang sangat indah. Jika ketersediaan air bersih tidak segera dibenahi, alhasl pengunjung enggan untuk tinggal berlama-lama.

"Kami sering jadi malu sama pengunjung yang mau menginap. Tidak ada air bersih," ujar Akbar.