Tag

, , , , , ,

Fujimoto-3

Umumnya, orang lari dari zona perang, dan banyak negara mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya agar tidak pergi ke daerah berbahaya, tetapi pengemudi truk asal Jepang, Toshifumi Fujimoto, justru sebaliknya. Bosan dengan rutinitas harian, dia memilih menyegarkan diri dengan mengikuti wisata perang.

Sehari-hari Fujimoto mengemudikan truk pengangkut bensin, air, dan cokelat yang melayani kota Osaka, Tokyo, dan Nagasaki. Pria gempal dan berjanggut yang kini berusia 46 tahun ini sering melakukan olahraga keras pemacu adrenalin, seperti bungee jumping atau berburu ikan hiu.

Kali ini dia memutuskan melakukan satu kegiatan yang lebih menantang maut, yakni pergi ke kawasan yang tengah diamuk perang. Pilihan kali ini adalah Perang Suriah, negara tempat lebih dari 60.000 orang tewas akibat perang antara rezim Presiden Bashar al-Assad dan pihak oposisi.

Fujimoto 

Gairah Fujimoto telah membawanya dari rutinitas membosankan di jalan raya di Jepang ke Suriah sebagai bagian dari petualangan terbarunya di salah satu titik panas Timur Tengah. Di sini dia mengambil foto dan video tentang perang dan dampak perang sambil berusaha menghindari desingan peluru, serangan mortir, dan bom. Satu petualangan yang tak lazim.

Momen yang paling menegangkan adalah tur seminggu melawan ancaman maut perang di Aleppo, kota terbesar Suriah. Kota di Suriah Utara ini telah menjadi pusat pertempuran paling sengit dalam enam bulan terakhir.

Disinilah dia mencari obyek foto dan video bertema perang antara oposisi dan rezim. entah bagaimana kiatnya menghindari kekerasan, seperti penculikan yang kerap menimpa wartawan atau orang asing lainnya. Fujimoto sempat mengabadikan momen genting ketika warga berteriak di dua sisi jalan, "Lari! Lari! Ada penembak jitu!"

Fujimoto-2

Petualangan Fujimoto ke daerah berbahaya pernah dilakukan tahun lalu ke Yaman. Sebelumnya, dia berada di mesir, menjadi saksi jatuhnya kekuasaan Hosni Mubarak. Akhir tahun ini dia berencana pergi ke Afganistan dan hidup bersama kelompok Taliban.

Modalnya adalah kenekatan. Dia tidak paham bahasa Inggris, apalagi Arab. Tidak pula memakai jasa pemandu.

Sumber: Kompas Cetak