Tag

, , , , , ,

Pisang-Goreng-dan-Milu

Tidak hanya di Bali, pesisir pantai Manado juga merupakan lokasi yang tepat untuk menikmati sunset. Pada waktu-waktu tertentu, keindahan sajian semburat warna khas matahari terbenam akan tersaji dengan dahsyat di pantai Manado. Hermondo Kasiadi, salah satu fotografer di Manado berujar, "Sunset Manado selalu luar biasa, rasanya tidak pernah puas mengabadikannya," ujarnya.

Kemudahan akses membuat lokasi pesisir pantai Manado menjadi tempat favorit. Cukup dengan sekali naik angkutan umum dari pusat kota dan membayar dengan tarif Rp 2000, pengunjung sudah bisa mendatangi pantai Malalayang.

Selain untuk menikmati moment matahari terbenam, pantai Malalayang dulunya terkenal dengan sajian menu Pisang Goreng atau yang sering disebut orang Manado dengan "Pisgor". Tentu bagi orang Manado yang suka dengan bumbu pedas, pisgor tidaklah lengkap jika tidak ditemani dengan "dabu-dabu", sambal khas Manado.

Berawal dari pondok-pondok kecil yang hanya dibangun seadanya dengan menggunakan terpal, kini pantai Malalayang menjelma menjadi sebuah destinasi wisata kuliner yang tertata dengan apik.

Lewat kesungguhan Pemerintah Kecamatan Malalayang dan kesadaran warga setempat, kini di sepanjang pantai Malalayang telah berdiri ratusan kios kuliner dengan penataan yang seragam. Lokasi itu pun kini dinamai dengan Lokasi Pedagang Lapangan Kreatif. Bahkan beberapa waktu lalu, Pantai Malalayang masuk dalam dominasi Desa Wisata Nasional.

"Tempat ini menjadi favorit saya bersama istri, tiap ada kesempatan kami berdua datang kesini. Menikmati view pulau Manado Tua yang tepat berada di depan sana, sekaligus menanti sunset yang tak kalah indah," ujar Edwin Ngangi yang ditemani isterinya, ketika ditemui kompas.com sedang menikmati hidangan Tinutuan, bubur Manado yang khas itu.

Ya, kini di Pantai Malalayang bukan hanya ada Pisgor, tetapi beragam kuliner tradisional tersedia. Selain tinutuan adapula milu siram, mie cakalang, jagung rebus dan beragam menu khas lainnya. Lengkap pula dengan dabu-dabu bakasang dan dabu-dabu roa.

IMG_4546

Setiap hari, pantai Malalayang ramai dikunjungi orang. Baik yang sekedar melepas penat dari rutinitas kerja maupun yang sengaja datang untuk mencicipi pisang goreng. Jika hari minggu atau hari libur, pantai Malalayang akan dipadati ribuan orang, yang bisa memacetkan ruas jalan Trans Sulawesi hingga berkilo-kilo meter.

"Senang rasanya melihat pantai ini telah menjadi destinasi wisata utama warga Manado. Sekarang bukan lagi sekedar tempat berjualan pisang goreng, tetapi benar-benar telah menjadi tempat favorit warga kota," tambah Edwin lagi.