Tag

, , , , ,


Teman saya bilang, “kalo torank samua basudara, kong kita mo kaweng deng sapa?” Sebuah kalimat candaan yang cukup menggelitik menanggapi slogan “Torang Samua Basudara” yang kembali jadi populer beberapa hari di Kota Manado, khususnya menjelang pelaksanaan Pekan Informasi Nasional (PIN) 2012.

Sebuah kebangaan bagi Kota Manado ketika kembali dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan ivent skala nasional. Ivent yang semestinya menjadi kampanye bagi penggunaan internet yang aman dan sehat.

Orang Manado, dan Sulawesi Utara khususnya terkenal dengan tingkat toleransi yang tinggi. Harmonisasi kehidupan yang terpelihara dengan baik. Ditengah-tengah benturan berbagai pengaruh budaya yang semakin liberal, orang Manado ternyata tetap teguh mempertahankan nafas kebersamaan dalam keterikatan persaudaraan.Di Manado persoalan perut susah menjadi akar persoalan anarkis, karena tetangga menjadi saudara yang terdekat. Dengan niat tulus, tetangga pasti membagi rejeki jika ada kelebihan, dan dengan senang hati pula yang menerima akan membalasnya kelak.

Orang Manado memang bersahabat, ramah dan baik. Kini, orang Manado sementara mentrasnformasi diri ke kehidupan penetrasi informasi yang semakin masif. Teknologi mempermudah semua itu. Dimana-mana orang asyik dengan kegiatan social networkingnya. Facebook dan twitter menjadi tempat mencari sahabat yang paling cepat. Akses semakin murah dan mudah didapat.

Kondisi ini disatu sisi membawa kemajuan yang sangat positif. Informasi cepat diakses dan tak dapat disembunyikan lagi. Siapa saja bisa memposting apa saja. Konektivitas internet membawa pengaruh yang sangat berarti bagi kehidupan sosial.

Berkaca dari beberapa negara maju yang penetrasi teknologi informasinya sudah sangat maju, Orang Manado sebaiknya harus mengantisipasi diri, untuk tidak melupakan kekeluargaan dan persahabatan. Jangan sampai tetangga sebelahpun sudah kita tidak kenal, karena merasa jejaring social sudah cukup memberi kehidupan sosial sendiri.

Jangan sampai “Torang Samua Basudara” tinggal menjadi sebuah slogan semata. Sudah waktunya mengantisipasi sejak dini. Jangan biarkan jejaring sosial merampas hidup bermasyarakat kita.