Tag

, , , , , ,

 

Menulis bagi saya merupakan sebuah rutinitas yang mengasyikkan. Selain di blog ini, ada beberapa ruang media yang selalu memposting tulisan-tulisan saya. Carlos Fuentes bilang, “Menulis adalah perjuangan melawan kesunyian.”

Dan memang benar, saya tidak merasa sepi ketika berkawan dengan pena dan kertas pada masa komputer masih barang mewah. Kini suara tak tik tuk keyboard komputer adalah sahabat setia saya saban hari. Menulis adalah salah satu seni menikmati hidup.

Dari sekedar menuangkan ide yang terlintas, gagasan yang terbesit bahkan hati yang sedang galau, ruang kosong selalu tersedia untuk diisi dengan tulisan. “Yang susah adalah memulainya,” demikian kata Maya Decline, seorang sahabat yang saya sudah anggap adik sendiri. Hmm, padahal dia kuliah di Jurusan Sastra. Seharusnya punya kepekaan untuk menuangkan pikiran dalam tulisan.

“Tulislah apa saja,” saya mencoba memberi motivasi. Jangan dulu membebani pikiran dengan tulisan-tulisan yang berat, opini misalnya. Mulailah dari menulis apa yang dialami. Soal kisah jalan-jalan misalnya, kita bisa menulis dalam gaya bercerita. Menuangkan apa yang kita rasa selama bepergian ke suatu tempat jelas tidak perlu bahan referensi yang berta-berat. Tulis saja apa yang dialami.

Demikianlah apa yang saya sering tulis di blog ini. Diawal-awal blog ini saya buat, saya paling banyak mengisinya dengan apa yang saya alami ketika mengunjungi beberapa tempat di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Mengapa Sitaro? Karena sejatinya blog ini saya dedikasikan buat kabupaten tanah kelahiran ayah saya itu. Dari sanalah dia berasal, Pulau Siau.

Pulau Siau memang indah. Pesona wisata baharinya sungguh menggoda. Sayang dia belum dimaksimalkan. Potensi mutu manikam di kawasan Nusa Utara yang terpendam. Saya sering menyebutnya, sebagai “the virgin island.” Sekali lagi Siau memang nirwana.

Tak heranlah, banyak hasil jalan-jalan saya kesana yang saya tulis di blog sederhana ini. Dan begitu pula, beberapa cerita perjalanan ke lokasi-lokasi di Sulawesi Utara saya tuangkan dalam postingan blog. Tak perlu tulisan yang berat-berat. Ringan tetapi bermanfaat.

Tulisan Bermanfaat

Manfaatnya saya sudah rasakan. Hingga sekarang lewat tulisan-tulisan reportase perjalanan itu, saya sudah banyak dihubungi pembaca blog saya. Ada Mr. DP Tick, warga Belanda yang sudah hampir 3 tahun setia berinteraksi dengan tulisan-tulisan saya. Dia adalah pengoleksi sejarah-sejarah kerajaan Nusantara. Bersentuhan dengan saya, karena beberapa tulisan saya mengenai sejarah kerajaan yang pernah ada di Nusa Utara.

Saya juga sering dihubungi pembaca hanya untuk meminta informasi lebih dari apa yang saya tulis. Semisal alamat kantor pemerintah daerah. Begitu pula ada yang meminta tolong untuk membawakan surat. Dan ketika Piet Kuerah terpilih sebagai Wakil Bupati Sitaro beberapa tahun lalu, saya menjadi perantara seorang ibu yang kini bermukim di Amerika untuk mengantarkan surat buat mantan Gurunya sewaktu SMA itu. Jelas dengan senang hati saya mengantarkannya.

Bersama Kamga

Pada akhir 2010 lalu, lewat tulisan-tulisan saya mengenai keindahan Sitaro, saya malah diajak menemani pengambilan gambar acara Explore Indonesia oleh Stasiun TV Nasional, Kompas TV selama 4 hari di Sitaro. Saya malah masuk dalam segmen tersebut bersama Hostnya, Kamga, vokalis Group Tangga itu. Pengalaman yang mengasyikkan, sekaligus punya kesempatan tampil di TV Nasional.

Demikian pula, pada bulan April 2011 lalu, saya punya kesempatan menemani Marischka Prudance, Host Travelista, Metro TV untuk pengambilan gambar di beberapa lokasi wisata di Manado. Bahkan, sayalah yang merekomendasikan lokasi-lokasi pengambilan gambarnya. Tampillah saya dalam satu segmen bersama host cantik itu di Jalan Roda, Seputaran Pasar 45 dan Pasar Tradisional Tomohon, sebagaimana yang ada dalam video yang saya unggah di youtube diatas.

Semuanya datang dari menulis di blog. Blog saya sederhana saja. Saya tidak menghiasinya dengan macam-macam. Konsistensi adalah kuncinya. Memposting dengan hasil reportase sendiri adalah sebuah kekuatan. Kalaupun mengambil dari sumber lain, sedapat mungkin menuliskan sumbernya. Jangan jadikan menulis hanya sekedar mencari peringkat di website pemeringkat situs. Saya tidak pernah memikirkan SEO (Search Engine Optimization). Tetapi dengan konsistensi menulis, blog ini bisa berada di peringat atas halaman pertama google untuk keyword-keyword tertentu.

Mari jadikan menulis sebagai sebuah kebiasaan yang mengasyikan.