Tag

, , , , ,

HIV Human immunodeficiency virus atau sering disingkat HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh.

Sistem kekebalan dianggap defisien ketika sistem tersebut tidak dapat lagi menjalankan fungsinya memerangi infeksi dan penyakit- penyakit. Orang yang kekebalan tubuhnya defisien (immunodeficient) menjadi lebih rentan terhadap berbagai ragam infeksi, yang sebagian besar jarang menjangkiti orang yang tidak mengalami defisiensi kekebalan.

AIDS adalah singkatan dari ‘acquired immunodeficiency syndrome’ dan menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, sepanjang 2011 terdapat 21.031 kasus HIV yang dilaporkan, dan 4.162 kasus AIDS di Indonesia.  Sedangkan akumulasi penderita HIV sejak 1987 sebanyak 76.879 kasus HIV dan 29.879 kasus AIDS. Jumlah kasus tertinggi terjadi di DKI Jakarta yang diikuti dengan Jawa Timur, Papua, Jawa Barat serta Sumatera Barat.

Dari data yang diperoleh CyberSulut di Komisi Penanggulangan Aids Propinsi (KPA-P) Sulawesi Utara melalui pengelola Sekretariat KPA-P, Daisy Waworuntu terdapat sekitar 979 orang yang positif menginap HIV-AIDS di Sulut. Angka tersebut merupakan kumulasi dari tahun 2007.

Dari 979 kasus tersebut, sudah 133 orang meninggal dunia. Sementara pada Januari 2012 terdapat ketambahan 19 kasus HIV-AIDS lainnya.

698af917e41d3c5afc9e9ef210d9ae94 Ibu Daisy Waworuntu  menjelaskan bahwa pemerintah dalam hal ini KPA Nasional berkerja sama dengan Global Fund melalui KPA Propinsi Sulawesi Utara dan KPA Kota Manado mensubsidi kondom dan obat yang disebut Anti Retroviral (ARV) yang berfungsi untuk menahan perkembangan virus HIV.

KPA melalui program intervensi struktural dimana melibatkan semua pihak secara terstruktur untuk ikut dalam mendistribusikan kondom dan ARV dengan tujuan pendistribusian itu sampai kepada orang yang positif mengidap HIV/AIDS.

Dinas kesehatan juga menyediakan Klinik Kesehatan Voluntary Counceling & Testing (VCT) di 3 rumah sakit yang ada di Manado Sulawesi Utara yakni, Rumah Sakit Prof. Kandou- Malalayang; Rumah Sakit Ratumbuysang-Sario dan Rumah Sakit Wolter Mongisidi –Teling. Kerjasama juga dilakukan dengan beberapa lembaga swadaya masyarakat.

Usaha itu bertujuan agar masyarakat  bisa memeriksakan diri untuk mengetahui apakah beresiko terinfeksi ataupun hanya mendapatkan informasi cara penanggulangannya. Seperti Ode (25) yang sempat ditemui CyberSulut. "Hanya ingin tahu saja, kebetulan negatif,” jawabnya saat dimintai informasi saat baru keluar dari VCT Rumah Sakit Wolter Mongisidi, Teling.

Dari catatan Dinas Kesehatan Sulut yang memprihatinkan justru karyawan dan ibu rumah tangga yang berada pada urutan pertama  pengindap HIV-AIDS. Sementara pekerja seks berada di urutan keempat. Kota Manado mengoleksi 382 kasus dan disusul Kota Bitung dengan 266 kasus. (ep)